Mengamati Flora dan Fauna Sambil Berwisata di Pantai Kawasan TN Meru Betiri

Mengamati Flora dan Fauna Sambil Berwisata di Pantai Kawasan TN Meru Betiri
info gambar utama

Dari sekian banyak destinasi wisata di Jawa Timur, salah satu yang menarik untuk dikunjungi adalah Taman Nasional (TN) Meru Betiri. Taman nasional ini berada di dua kabupaten yaitu Jember dan Banyuwangi. Selain menjadi habitat alami bagi ratusan jenis flora dan fauna, kawasan tersebut juga dikenal dengan pantai-pantai yang masih asri.

Pada tahun 1931, kawasan hutan Meru Betiri awalnya ditetapkan sebagai Hutan Lindung dan kemudian statusnya berubah menjadi Suaka Margasatwa pada tahun 1972. Suaka Margasatwa dengan luas lahan 50 ribu hektare tersebut salah satu tujuannya untuk melindungi harimau Jawa. Baru pada tahun 1982, kawasan Meru Betiri mengalami perluasan lahan hingga menjadi 58 ribu hektare dan mulai dicalonkan sebagai Taman Nasional.

Setelah melewati berbagai proses, Taman Nasional Meru Betiri diresmikan tahun 1997 dan namanya diambil dari gunung tertinggi di kawasan taman nasional tersebut, yaitu Gunung Betiri.

Desa Wisata Liya Togo, Peninggalan Kerajaan Buton di Wakatobi

Wisata alam di TN Meru Betiri

Selain menjadi area konservasi, kawasan TN Meru Betiri juga dikenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya adalah Teluk Hijau atau yang juga disebut Green Bay, pantai ini memiliki pasir yang tebal dan halus, dengan garis pantai bersih, dan air lautnya hijau jernih disebabkan oleh alga yang tumbuh bergerombol. Di tepi Pantai Teluk Hijau terdapat batu karang raksasa dan di sana ada air terjun kecil setinggi delapan meter.

Kemudian, ada Pantai Bandealit dengan udara yang sejuk dan ombak yang cukup tenang sehingga cocok untuk kegiatan berenang, jet ski, hingga bermain selancar angin. Di kawasan pantai ini juga sering jadi tempat berkemah. Lalu, ada Pantai Pantai Rajegwesi di mana pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang indah dan melihat kehidupan masyarakat setempat seperti kegiatan nelayan dan pembuatan gula Jawa.

Wisata alam lain yang masih ada di kawasan TN Meru Betiri adalah Pantai Sukomade yang pertama kali ditemukan tahun 1927. Selain menawarkan keindahan alam, di pantai ini juga menjadi tempat penyu berkembangbiak. Banyak wisatawan mengunjungi pantai ini untuk menyaksikan penyu-penyu yang bertelur dan dilepaskan kembali ke pantai.

Biasanya pada musim hujan, kumpulan induk penyu mulai naik ke daratan untuk bertelur. Setelah telur-telur menetas dan menjadi tukik atau bayi penyu yang akan dilepaskan ke laut. Pantai Sukomade merupakan habitat alami bagi empat jenis penyu, yaitu penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, dan penyu belimbing.

Karena termasuk wisata konservasi, proses menyaksikan penyu bertelur ini harus mengikuti atutan ketat agar tidak mengganggu serta membahayakan para penyu. Kegiatan ini pun akan didampingi oleh petugas taman nasiona dan pengunjung bisa mengamatinya dengan tenang.

Keanekaragaman Hayati dan Potensi Wisata TN Teluk Cenderawasih

Flora dan fauna di TN Meru Betiri

TN Meru Betiri memiliki lima macam ekosistem, yaitu hutan pantai, hutan payau, hutan hujan tropika, hutan rawan dan reofit. Di kawasan tersebut, tumbuh ratusan jenis flora dan fauna.

Ketika berwisata ke taman nasional ini, pengunjung bisa mengamati dan mempelajari jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh subur di habitat alaminya. Beberapa di antaranya adalah tumbuhan pantai jenis bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, dan benda. Kemudian, ada beberapa jenis tanaman obat seperti cabe Jawa, kedawung, kepayang, pule pandak, joho lawe, kemukus, gadung, pulasari, jati Belanda, dan widoro upas.

Adapun tumbuhan lain yang hidup di TN Meru Betiri seperti bayur, suren, glintungan, segawe, kemiri, durian, aren, langsat, dan beberapa spesies bambu dan rotan yaitu bambu lampen, bambu wuluh, rotan slatung, rotan mansis, rotan warak, serta 27 spesies anggrek. TN Meru Betiri juga menjadi habitat bagi bunga padmosari atau Rafflesia zollingeriana. Bunga ini termasuk tumbuhan dilindungi dan flora endemik.

Sedangkan untuk fauna, di TN Meru Betiri terdappat 336 jenis satwa yang terdiri dari 25 mamalia, 7 reptilia, 168 jenis aves atau burung, 36 insekta, 71 jenis arthropoda tanah, dan 6 jenis bivalvia.

Beberapa di antaranya merupakan hewan dilindungi seperti macan tutul, banteng, monyet ekor panjang, bajing terbang ekor merah, kijang, burung merak, elang Jawa, kukang, lutung Jawa, musang luwak, rusa, merak, penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang.

Selain yang sudah disebutkan, masih ada banyak jenis fauna di kawasan taman nasional ini, seperti lutung budeng, burung julang, kangkareng, pecuk ular, bangau hitam, blekek, kuntul kerbau, kuntul karang, dan menjadi habitat terakhir bagi speses harimau loreng Jawa.

Rongkop dan Plumbungan, Dua Lokasi Kampung Anggur di Yogyakarta

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini