Rozaqul Anam dan Platform Paktukang yang Mempermudah Tenaga Pertukangan Mencari Kerja

Rozaqul Anam dan Platform Paktukang yang Mempermudah Tenaga Pertukangan Mencari Kerja
info gambar utama

Bukan hanya untuk tujuan keuntungan semata, fokus utama yang tak kalah penting dan harus ditanamkan kepada setiap orang yang ingin membangun suatu bisnis atau usaha adalah dampak positif yang dapat diberikan kepada orang sekitar.

Selain itu, keharusan untuk menghadirkan suatu inovasi atau terobosan berbeda dengan bisnis yang sudah ada nyatanya tak mudah untuk dilakukan. Bukan berarti merintis bisnis yang sudah digeluti oleh orang banyak kurang layak untuk dijalani, namun tantangan untuk dapat bersaing dan bertahan di antara bisnis serupa yang sudah ada tentu akan lebih besar.

Kondisi tersebut yang mendorong Rozaqul Anam, seorang pemuda berusia 24 tahun yang saat ini berdomisili di Malang bersama dua orang temannya untuk mencoba menghadirkan suatu bisnis yang di Indonesia sendiri mungkin masih belum terlalu umum dijumpai khususnya dalam skala kecil, yaitu Paktukang.

Secara garis besar, Paktukang adalah sebuah layanan di bidang jasa konstruksi dan bangunan sederhana, yang hadir sebagai jawaban untuk membantu sekaligus menguntungkan dua belah pihak yaitu pekerja bangunan yang kesulitan mencari pekerjaan dan masyarakat atau pihak yang ingin melakukan pembangunan namun kesulitan mencari tenaga pertukangan.

Meski bukan yang pertama kali hadir di Indonesia, Anam cukup optimis karena bisnis yang sedang ia rintis awalnya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi dalam skala kecil, yang mungkin lebih banyak dibutuhkan oleh masyarakat dibanding kebutuhan untuk konstruksi skala besar.

Rintis Agroindustri untuk Desa Wisata Pujon Kidul, Amirul Muttaqin: Inovasi Itu Penting

Jiwa bisnis yang dimulai dari usaha kuliner hingga properti

Sama halnya seperti sederet orang yang memiliki ketertarikan dalam dunia bisnis, sebelum mendirikan Paktukang Anam nyatanya juga telah lebih dulu mencoba peruntungan di beberapa bidang lainnya seperti bisnis makanan dan properti.

Kepada GNFI, Jumat (26/11/2021), pria yang sebenarnya berasal dari Lamongan tersebut menceritakan bahwa dirinya sudah memiliki ketertarikan dalam dunia bisnis saat masih berkuliah di Universitas Brawijaya, dan aktif sebagai salah satu pegiat di program entrepreneur university.

Baru pada awal tahun 2020 lalu, dirinya bersama dua orang teman bernama Andre dan Nabil mendirikan Paktukang yang terus dirintis hingga saat ini, dan sempat mengalami pergantian orang yang menggawangi bisnis tersebut.

Mengenai alasan di balik memilih bidang jasa konstruksi sederhana, Anam menyebut bahwa hal tersebut masih berhubungan dengan bisnis yang ia geluti sebelumnya yaitu properti dan menemukan permasalahan yang kerap dihadapi oleh para tukang yang bekerja.

“Kita menangkap problem ternyata masih banyak tukang yang menanyakan pekerjaan, dan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan sehingga menganggur. Akhirnya terpikir kenapa kita tidak buat platform penyalur tenaga kerja tukang saja, dan Alhamdulilah akhirnya berjalan sampai sekarang” jelas Anam.

Dalam perintisan, Anam mengungkap bahwa ia dan tim pada awalnya sama sekali belum mengandalkan modal dalam bentuk materi, karena semuanya dilakukan dan berjalan secara sederhana.

Bermula dari aktif memasang iklan di media sosial dan mendapat sejumlah pelanggan, pendapatan yang dimiliki dari layanan yang sudah berjalan baru digunakan untuk mendirikan situs resmi Paktukang.

Website pun kita buat lewat freelance karena kita bertiga tidak ada yang punya latar belakang di bidang IT, tapi kita ada kemauan untuk menjalankan bisnis tersebut, jadi benar-benar modal niat kalau menurut saya yang penting.” pungkasnya.

Inovasi Produk Cokelat Edamame, Rizqo Palefi: Kami Ingin Jadi Trendsetter Olahan Edamame

Tukang dengan target tersertifikasi untuk berbagai kebutuhan

Mitra tukang Paktukang | Dokumentasi pribadi Rozaqul Anam
info gambar

Bicara mengenai tenaga pertukangan yang sudah terjaring dan menjadi mitra untuk bekerja bersama Paktukang, Anam menjelaskan bahwa saat ini untuk di wilayah Malang sendiri kurang lebih sudah ada sebanyak 33 tenaga kerja pertukangan yang menjadi mitra di mana sebagian didapat lewat proses rekrutmen terbuka.

Setelah itu, para tukang yang dinilai sudah memiliki keahlian memuaskan dalam hal konstruksi mulai membawa rekan yang memiliki keahlian yang sama untuk ikut menjadi bagian dari Paktukang.

“Kedepannya kita berencana untuk mengikutsertakan semua tukang yang bekerja di bawah kita untuk sertifikasi keahlian, mulai dari mandor, mengerjakan bagian-bagian tertentu seperti pengerjaan keramik, dan lain-lain. Jadi nanti para tukang ini kita atur per spesialisasi sehingga masyrakat yang pakai jasa kita pun kita pastikan tidak akan mendapat tukang yang tidak sesuai dengan keahliannya,” tutur Anam

Anam juga menyampaikan selain di Malang, Paktukang sudah memiliki sebanyak 38 mitra tukang yang berada di luar Malang seperti Jabodetabek, Semarang, Surabaya, dan Lamongan, hanya saja belum sampai ke tahap penggarapaan proyek atau pekerjaan karena bisnis Paktukang sendiri masih dalam tahap pengembangan, mereka baru dipersiapkan saat Paktukang sudah mulai dioperasikan secara lebih luas di waktu yang akan datang.

“Kalau para mitra yang di Malang rata-rata 50 hingga 70 persen mendapat pekerjaan dari kami” terangnya.

Mengenai proyek yang sudah digarap, Anam mengungkap bahwa selama ini permintaan banyak datang dari kebutuhan untuk merenovasi dan membangun rumah hingga pekerjaan sipil lainnya.

Namun di samping itu, kembali pada target awal yang juga menerima berbagai permintaan untuk keperluan dalam skala kecil, Anam mengungkap bahwa pihaknya tidak membatasi berbagai jenis permintaan pertukangan yang diminta oleh konsumen.

“Seperti belakangan ini kan kebetulan lagi musim hujan, jadi lebih banyak permintaan di kebocoran rumah, ada juga anak kos-kosan untuk kebutuhan memperbaiki tampilan atau mengecat kamar itu juga kita layani, jadi tidak terbatas hanya renovasi atau bangun rumah dalam skala besar melainkan yang retail untuk skala kecil juga kita layani.”

Bicara mengenai skema pembayaran antara mitra tukang dan Paktukang, Anam mengungkap bahwa selama ini kebijakan tersebut terjalin berdasarkan kesepakatan yang sudah disepakati dengan para mitra.

“Kita ada dua sistem pembayaran atau upah dari konsumen, ada harian atau borongan. Nanti dari kedua sistem itu Paktukang sama-sama mendapat 10 persen dari jasa, sisanya untuk tenaga kerja,” jelas Anam.

Budidayakan Maggot, Cara Murah Penuhi Pakan Ternak dan Kurangi Limbah Organik

Inovasi yang diunggulkan untuk menghadapi persaingan

Selain untuk kebutuhuan bangunan dan konstruksi, Anam juga mengungkap bahwa secara bertahap Paktukang sudah memenuhi kebutuhan lain mulai dari pemasangan atau perbaikan AC hingga permintaan untuk desain interior.

Hal tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan produk pasar dan kemampuan untuk bersaing dengan bisnis yang melayani bidang serupa, yang dibarengi dengan inovasi dan keunggulan yang menurut Anam tidak dimiliki oleh pesaing.

“Kami tidak menutup mata bahwa memang ada platform digital yang mengerjakan jasa tukang seperti kami, namun kami juga memiliki value untuk bisa memenangkan persaingan tersebut. Salah satunya nanti kami akan adakan layanan RAB (Rencana Anggaran Biaya).”

Diskusi pembahasan RAB paktukang | Dokumentasi pribadi Rozaqul Anam
info gambar

Lebih detail, Anam menjelaskan bahwa RAB tersebut adalah layanan yang dihadirkan secara detail namun sesederhana mungkin bagi para konsumen yang ingin menggunakan jasa Paktukang untuk melakukan berbagai kegiatan konstruksi.

Menurutnya, layanan RAB tersebut juga tidak semata-mata dihadirkan dari ide Paktukang semata, melainkan kembali untuk menjawab keresahan konsumen yang kerap kali mengalami keraguan dalam hal biaya ketika ingin melakukan suatu konstruksi seperti membangun rumah dan sebagainya

“Konsumen itu terkadang ragu, biaya yang harus mereka keluarkan itu kemahalan kah, sudah pas atau belum, akhirnya kita fasilitasi lewat kehadiran RAB ini lengkap dengan kalkulasi dan perbandingan antara kontraktor atau layanan sejenis lainnya yang akan kita jadikan benchmark.” terang Anam.

Dari semua rangkaian inovasi tersebut, bisa disimpulkan bahwa kedepannya Paktukang secara keseluruhan akan memberikan layanan tidak hanya dari segi tukang yang disalurkan, melainkan juga gambaran RAB, bahkan suplai bahan material dari toko yang sudah diseleksi dan menjalin kemitraan dengan Paktukang.

Upaya Mengurangi Limbah Makanan di Indonesia, Marsel Tansil: Yumm.It Hadir Sebagai Solusi

Rancangan pengembangan dan target di masa depan

Paktukang dan Rozaqul Anam sebagai inovasi bisnis terbaik ketiga di program Perwira
info gambar

Bersamaan dengan berbagai upaya pengembangan yang sedang dilakukan, Anam juga menjelaskan mengenai salah satu kesempatan istimewa yang didapatkan oleh pihaknya dalam membuat bisnis yang ia jalani agar semakin terarah untuk berkembang, yaitu dengan keikutsertaan dalam program Perwira.

Sekadar informasi, Perwira adalah program yang menjaring ratusan anak muda dari seluruh Jawa Timur yang memiliki kapasitas sebagai seorang wirausaha dan ingin meningkatkan bisnisnya menjadi lebih berkembang.

Menjadi partisipan dan didapuk sebagai salah satu peserta terbaik, Anam mengungkapkan dampak positif yang dirasakan bagi bisnisnya setelah mengikuti program tersebut.

“Setelah berkesempatan untuk mendapatkan kelas intensif selama 1 bulan dan pitching di hadapan para advisor, dari program tersebut kami dibedah dan dibantu memperbaiki mulai dari proses serta apa saja yang harus kami tingkatkan untuk segera take off meraih tujuan besar yang sudah dicanangkan bersama, agar dapat memperluas dampak dari adanya Paktukang bagi masyarakat,” jelasnya.

Menindaklanjuti ilmu dan bekal yang sudah ia dapat dari program Perwira, Anam secara detail juga menjabarkan target yang dimiliki oleh Paktukang kedepannya baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

“Dalam jangka pendek kita harap dapat segera me-launching aplikasi yang saat ini sendiri sedang dalam tahap pengembangan, supaya dapat menggaet pengguna dan memahami hal apa saja yang masih kurang dan perlu kita perbaiki.”

“Sedangkan dalam jangka waktu panjang, kami berharap dapat membantu teman-teman atau saudara yang berprofesi sebagai tukang atau kuli bangunan sehingga tidak kesulitan lagi mendapatkan pekerjaan, tidak hanya untuk wilayah Malang tapi juga di seluruh Indonesia.” pungkas Anam.

Berkenalan dengan 11 Sosok Anak Muda Perkasa yang Menginspirasi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini