Inovasi Boxset Makanan dengan Tip Masak, Dodik Setyawan: Semua Perempuan Bisa Memasak

Inovasi Boxset Makanan dengan Tip Masak, Dodik Setyawan: Semua Perempuan Bisa Memasak
info gambar utama

Perempuan dan memasak telah melekat bagaikan dua sisi mata koin. Tetapi predikat bahwa perempuan harus bisa memasak pada zaman modern saat ini terlihat mengalami kendala.

Misalnya saja dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Fiesta Seafood menemukan bahwa sembilan dari sepuluh wanita ingin bisa memasak. Tetapi para perempuan ini mengalami tiga kendala saat ingin memasak.

Kendala pertama adalah tidak memiliki waktu luang, kedua tidak memiliki pengetahuan dalam mengolah masakan, kemudian yang ketiga tidak mempunyai motivasi dan dukungan yang menyemangati untuk memasak.

Melihat kondisi ini, membuat Dodik Setyawan berinisiatif membuka usaha rumah makan online bernama Raja Sayur. Usaha ini tidak hanya menjual produk makanan, tetapi merupakan upaya agar perempuan bisa merasakan mudahnya memasak.

Raja Sayur menjual boxset makanan siap masak, tetapi juga disertai tip atau cara masak. Salah satu tagline dari mereka adalah memasak sayuran semudah memasak mi instan.

"Produk kami bisa menjawab masalah, saat perempuan bekerja, mereka tetap bisa memasak untuk keluarga, lalu membantu dalam urusan dapur, kemudian tidak bingung ingin membuat masakan apa untuk seminggu ke depan," ucap Dodik saat dihubungi wartawan Good News From Indonesia (GNFI), Sabtu (27/11/2021).

Kepada penulis GNFI, Dodik juga mengutarakan bagaimana inspirasi awal dari usaha ini. Tentu juga tantangan yang harus dihadapinya selama usaha yang berlokasi di Magetan, Jawa Timur (Jatim) ini berjalan sejak tahun 2019.

Juga ada beberapa tanggapan dari para konsumen, setelah mencoba memasak dengan cara Raja Sayur. Tentunya beragam inovasi yang akan mereka lakukan agar tetap bisa memuaskan para konsumen, berikut wawancara lengkapnya:

Boleh jelaskan konsep dari usaha Raja Sayur?

Raja Sayur menjual boxset makanan yang siap dimasak. Ini memudahkan kaum perempuan untuk memasak tanpa harus pergi ke luar rumah.

Misalnya kaum perempuan yang sibuk bekerja atau ibu-ibu yang bingung masak apa. Kita siapkan produk yang siap dimasak dengan cara masaknya, bisa langsung cemplung. Prinsipnya masak sayur semudah masak mi instan.

Siapa sasaran dari usaha Raja Sayur?

Kami menyasar kaum milenial yang cenderung tidak suka memasak, karena sekarang lebih suka makanan fast food. Di mana tentunya merugikan secara materi dan kesehatan, kalau dikonsumsi secara terus menerus.

Kita membuat produk agar kaum milenial ini tertarik untuk memasak. Include dengan bahannya, kemudian ada cara memasak dan beragam menu.

Sekarang kita ada 90 menu dan itu merupakan menu nusantara. Tersebar menu dari Aceh, Bali, lombok dan lain-lain. Semenjak ada produk kami mereka mulai suka memasak. Terbantu juga para ibu-ibu yang tidak sempat ke pasar.

Budidayakan Maggot, Cara Murah Penuhi Pakan Ternak dan Kurangi Limbah Organik

Dapat dari mana konsep seperti ini?

Lebih ke masalah sekitar, karena melihat istri saya sendiri. Saat hujan harus keluar rumah, ketika kerja harus pesan makanan dari luar.

Jadi kita kan harus fast food terus, entah mengapa kalau begini, pertama itu masalah kesehatan, kedua materi, mengapa enggak masak saja.

Tetapi kalau masak harus ada effort. Harus ke pasar lagi, belum waktu masak.

Karena itulah kita coba ciptakan satu produk sayur asem. Lama kelamaan menu ini terus, bosan, lalu kita perbanyak pilihan menunya.

Mulai banyak pelanggan?

50 persen konsumen kita itu wanita karier, 30 persen ibu rumah tangga, 20 persen kaum milenial. Tetapi yang kami ingin tekankan adalah kaum milenial.

Karena lebih menarik dan kita ingin membuat kaum perempuan milenial itu bisa memasak. Karena itu nilai plus dari seorang perempuan.

Apa perbedaan antara Raja Sayur dengan tempat makan lain?

Karena kalau ke rumah makan tinggal datang langsung makan. Kalau kita, mereka order, mereka mau makan apa dan bisa bawa ke rumah.

Tidak harus dimasak hari itu juga boleh karena produk kami expirednya satu sampai delapan hari. Bisa kirim ke Kalimantan dan luar Pulau Jawa.

Bedasarkan data kami, para konsumen tidak hanya membeli satu item. Karena yang mereka beli itu solusi. Jadi saat mereka berbelanja itu untuk satu sampai tujuh hari ke depan.

Beli lauk sayur hari ini. Hari kedua mau masak ini seterusnya seperti itu. Kami akan bikin aplikasi untuk tahun depan. Sekarang bisa pesan melalui media sosial atau WhatsApp.

Bagaimana omzet dari Raja Sayur?

Sehari bisa 30-40 picis. Harganya Rp17 ribu sampai Rp60 ribu. Untuk sebulan bisa 1.000 picis sampai 1.500 picis.

Sekarang kami memiliki cabang di Solo, Jakarta, Malang, Madiun dan Ponorogo.

Upaya Mengurangi Limbah Makanan di Indonesia, Marsel Tansil: Yumm.It Hadir Sebagai Solusi

Mengapa Raja Sayur ingin menjadi solusi agar perempuan bisa memasak?

Ketika wanita itu cantik dan pintar itu sudah biasa. Tetapi kalau wanita itu bisa masak merupakan nilai plus.

Ketika mereka merasakan produk dari kami, satu ternyata mereka bisa masak, misal sayur lodeh, mereka bisa masak gudeg, mereka bisa masak bumbu Bali.

Ternyata produk ini sangat membantu bagi mereka yang tidak percaya diri untuk memasak. Karena ketika kami interview mereka yang tidak bisa masak, itu satu memang tidak bisa, lalu tidak ada waktu, ada juga yang bingung mau masak apa.

Produk kami selayaknya mi instan yang mereka bisa ikutin cara masaknya. Banyak yang menyebutnya mudah, tidak ada komplain mengenai cara masak yang kami berikan tuntunannya, sangat mudah sekali.

Produk kami bisa menjawab masalah, saat perempuan bekerja tetapi bisa tetap memasak untuk keluarga, membantu dalam urusan dapur, kemudian tidak bingung ingin membuat masakan apa untuk seminggu ke depan.

Apa produk unggulan dari Raja Sayur?

Sayur asem Jakarta, capcai sama sop buntut. Misalnya saat kita mengeluarkan resep sop buntut yang biasanya merupakan makanan yang ada di restoran, tetapi bisa dimasak di rumah.

Di produk kami ada dan mereka bisa masak sendiri. Tidak kalah juga rasanya dengan restoran.

Di sini ada bahannya mentah, misal kita jual capcai dalam box, ini ada sawi daging, bumbu rempah-rempah, ada bakso semua itu dipisah masing-masing. Tinggal cemplungin aja ikutin cara masak yang sesuai dengan resep yang tersedia di box.

Apa tantangan yang dihadapi oleh Raja Sayur?

Kami berangkatnya dari daerah dan memperkenalkan produk baru itu susah banget. Karena mindsetnya masih beli ke tukang sayur keliling dan pasar.

Kami mencoba memperkenalkan produk kami untuk masyarakat menengah ke bawah. Apalagi di Madiun tidak sebesar di Solo atau Jakarta.

Lalu harga, kalau orang Magetan beli sayuran harga Rp17 ribu itu, aduh lumayan lah. Tetapi setelah mereka beli itu kan ternyata Raja Sayur bukan hanya produk tetapi solusi dan mendapat pengalaman.

Kami pernah mencatat, sop buntut itu kita kasih harga 40 ribu sold out, minggu kedua 45 ribu sold out, 50 ribu sold out, 55 ribu masih sold out. Ternyata yang mereka beli bukan produknya saja tetapi solusi.

Apalagi saat PPKM dan puasa itu pendapatan kami bisa naik 3 sampai 4 kali lipat. Mengingat PPKM tidak bisa keluar rumah, makan juga harus bahan yang bagus, dengan masak sendiri kontrol kesehatan kan lebih terjamin daripada beli di luar.

Apa ada keluhan dari konsumen soal resep?

Mereka malah cenderung minta menu yang baru, mereka penasaran ingin membuat menu yang lain. Kadang kita terjebak, ketika dituntut membuat menu baru tetapi masih ada menu yang lama.

Lama kelamaan, malah menghasilkan 90 menu, karena itu kita ada menu fix supaya konsumen tidak minta menu baru terus.

Kualitas sayur itu kita nomor satu, kita ambil dari petani yang berkualitas dan harga terbaik. Magetan ini kan penghasil sayur terbesar di karesidenan Madiun. Selain itu kita juga memakai bumbu rempah-rempah daripada bumbu monosodium glutamate (MSG).

Rintis Agroindustri untuk Desa Wisata Pujon Kidul, Amirul Muttaqin: Inovasi Itu Penting

Mengapa memberdayakan petani?

Mengapa mengambil dari petani, satu kualitas yang bagus, kedua ingin membantu ketika mereka bingung menjual ke siapa. Kita datang langsung dan mengajak kerja sama. Kerja sama ini sudah dari awal berdiri.

Apa harapan dari Raja Sayur?

Bisa menaikan martabat perempuan bahwa mereka bisa masak. Apalagi banyak konsumen kami ini adalah pengantin baru.

Boleh minta pendapatnya soal program Perwira?

Program perwira ini sangat membantu bagi kami UMKM kecil bisa mengerti skill up, costumer, bisnis plan meriset semua di tempat kami dari ilmu dari perwira pengalaman dan teman baru.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini