5 Startup dengan Peningkatan Jumlah Karyawan Tertinggi di Indonesia Q3 2021

5 Startup dengan Peningkatan Jumlah Karyawan Tertinggi di Indonesia Q3 2021
info gambar utama

Pandemi Covid-19 nyatanya telah berdampak pada banyak perusahaan di berbagai lini. Tidak sedikit juga yang akhirnya memutus kontrak para pekerjanya. Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), 17,8 persen perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama pandemi. Selain itu, 25,6 persen perusahaan merumahkan pekerjanya, dan 10 persen perusahaan melakukan keduanya.

Survei yang dilakukan Kemnaker pada 2020 menunjukkan bahwa sekitar 88 persen perusahaan terdampak pandemi yang mengakibatkan kerugian pada operasional perusahaan.

Namun, disisi lain pandemi malah memberikan dampak positif bagi sebagian perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang teknologi. Institute for Policy Studies (IPS) mencatat adanya kenaikan kekayaan para miliarder di industri teknologi hingga 68 persen yang ditotal bisa mencapai 564 miliar dollar AS pada 2021.

Para analis IPS menjelaskan bahwa perusahaan teknologi yang berkembang selama pandemi banyak bergerak di bidang ritel online, hiburan, eCommerce, dan pelayanan. Ini dikarenakan banyak orang yang mencari rutinitas baru selagi masih karantina.

Sama halnya di Indonesia, beberapa startup nyatanya tidak bangkrut. Bahkan, beberapa meningkatkan tenaga kerjanya. Revou mempublikasikan studi yang berisi daftar perusahaan teknologi dengan kenaikan jumlah karyawan terbanyak selama Q3 2021.

Studi ini fokus pada pertumbuhan karyawan di kuartal III (Q3) 2021 yang meliputi perbandingan jumlah karyawan pada Juni sampai September 2021 berdasarkan LinkedIn Premium Insights.

Berikut kami ulas dan sajikan daftar startup dengan kenaikan jumlah karyawan tertinggi di Indonesia berdasarkan persentase sepanjang Q3 2021.

Startuo dengan peningkatan jumlah karwayan tertinggi di Indonesia | GoodStats
info gambar
Merah Putih Fund, Upaya Pemerintah 'Menjaga' Startup Indonesia dari Dominasi Asing

1. Zenius

Posisi pertama diisi oleh startup EduTech, Zenius. Sepanjang Q3 2021, Zenius mengalami kenaikan jumlah karyawan sebesar 21,67 persen atau 571 karyawan menjadi 729 karyawan. Sebenarnya, Zenius memang punya angka kenaikan jumlah karyawan yang cukup tinggi. Selama pandemi yang terhitung dari April 2020 sampai 2021, Zenius mencatat kenaikan karyawan sebesar 96,82 persen.

Hal ini bisa disebabkan dengan hadirnya fitur baru Zenius yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Ada dua fitur, antara lain ZenCore yang hadir pada Juli 2021, dan Zeniusland di September 2021.

ZenCore sendiri mengusung konsep game yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Sementara Zeniusland adalah permainan edukatif yang menyasar kalangan anak-anak di bawah umur. Maka dari itu, untuk mengoptimalkannya perlu ada penambahan tenaga kerja.

Pada bulan Juli, Zenius juga meluncurkan kampanye bertajuk #MulaiDariManaAja. Kampanye yang sempat jadi trending topic di Twitter ini berisi beragam pertanyaan logika verbal, penalaran, matematika, hingga bahasa Inggris yang terpampang di banyak ruang publik.

2. Halodoc

Posisi kedua diikuti oleh platform kesehatan, Halodoc. Perusahaan ini mengalami mengalami penambahan karyawan sebanyak 99 orang, yang awalnya 919 orang menjadi 1.018 orang. Selain Halodoc, perusahaan yang bergerak di bidang ini memang mengalami peningkatan dari berbagai aspek sebagai dampak dari pandemi.

Sejauh ini Halodoc tercatat sudah mengumpulkan 20 juta pengguna aktif bulanan yang mana meningkat selama 2021. Hal ini juga bisa disebabkan setelah adanya gelombang dua Covid-19 pada Juli 2021 dan Halodoc jadi satu dari 11 platform telemedicine yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Kesebelas telemedicine tersebut membantu konsultasi virtual dan penyediaan obat bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri.

3. Shopee

Dari ranah eCommerce, Ada Shopee di posisi tiga dengan pertumbuhan 9,61 persen. Meski menempati posisi 3, namun Shopee mampu mencatat penambahan karyawan paling signifikan di Q3 dengan 3.046 karyawan.

Angka yang cukup besar ini juga didorong oleh pembukaan salah satu kantor cabang Shopee di Solo pada 12 Oktober 2021. Dengan pembukaan kantor baru ini, Shopee menyerap hampir 2.000 tenaga kerja.

Selain itu, layanan ShopeeFood yang makin berkembang dan meluas terutama di kota-kota besar juga turut andil meningkatkan jumlah karyawan Shopee.

Jajaran Startup Indonesia yang Masuk Daftar Forbes Asia To Watch

4. DANA

Peringkat ke-4 diisi oleh dompet digital (eWallet), DANA. Sebelumnya, selama pandemi yang terhitung dari April 2020-April 2021, DANA mencatat pertumbuhan karyawan yang cukup rendah dengan angka 1,85 persen. Pada Q3 2021, DANA mengalami peningkatan dengan persentase 8,16 persen atau menambah 76 karyawan dari sebelumnya 855 karyawan.

DANA diketahui telah mempekerjakan 84 persen milenial dan 10 persen Gen Z sebagai langkah serius untuk mentransformasikan dompet digital di Indonesia. Perusahaan fintech itu juga selalu menanamkan nilai-nilai dasar pada pekerjanya, seperti integritas, rendah hati, tangguh, keterbukaan, mengutamakan konsumen, kerja sama tim, dan berorientasi pada hasil.

5. Tiket.com

Tiket.com jadi satu-satunya startup yang fokus pada layanan travel dalam daftar ini. Menempati peringkat ke-5, Tiket.com mencatat penambah karyawan sebesar 7,31 persen atau bertambah 89 karyawan.

Seperti yang kita tahu kondisi pariwisata yang sempat hancur juga berefek pada perusahaan di sekelilingnya. Tiket.com punya angka yang cukup rendah selama April 2020-April 2021 dengan 1,84 persen. Meski demikian, perusahan ini tidak memecat satupun karyawannya dan lebih memilih mengatur ulang tax dan network.

Hasilnya, Tiket.com berhasil meraih penghargaan HRAsia Best Company to Work for 2021, HRAsia WeCare Awards 2021, serta Top 15 Perusahaan dengan Indeks Kebahagiaan Tertinggi di Q3 2021 dari Revou. Penghargaan ini juga hasil dari budaya dan core value HAPPY(Hunger, Agile, People-oriented, Performance driven, Yourself) yang diterapkan Tiket.com.

Credit Tulisan: [Muhammad Hamzah]

10 Kota dengan Ekosistem Startup Terbaik di Asia Tenggara

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini