Menyaksikan Semburan Uap Belerang di TWA Kawah Kamojang Garut

Menyaksikan Semburan Uap Belerang di TWA Kawah Kamojang Garut
info gambar utama

Kabupaten Garut menjadi salah satu destinasi wisata alam di Jawa Barat. Selain dikenal dengan sentra pembuatan dodol, Garut juga memiliki panorama alam yang memesona, mulai dari gunung, air terjun, pantai, perbukitan, hingga kolam pemandian air panas alami.

Selain itu di Garut juga ada Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Kamojang, salah satu kawasan dengan kawah gunung berapi aktif dan uapnya berasal dari perut bumi. TWA Kawah Kamojang memiliki potensi wisata besar, terutama wisata kawahnya.

TWA ini berada di Desa Cibeet, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung dan Desa Randukurung, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Awalnya kawasan ini merupakan bagian dari Cagar Alam Kawah Kamojang dan Cagar Alam Gunung Papandayan. Namun, pada tahun 2019, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam [BBKSDA] Jawa Barat menurunkan status keduanya menjadi TWA.

Sekitar 25-30 kawasan ini dimanfaatkan untuk wisata dan sisanya masih difungsikan sebagai cagar alam. Selain karena dinilai memiliki potensi wisata alam, pengubahan status ini juga dikarenakan adanya kerusakan pada dua cagar alam tersebut sehingga statusnya perlu diturunkan untuk bisa direstorasi.

Lantas, seperti apa saja potensi wisata di TWA Kawah Kamojang?

Detusoko, Desa Wisata di Ende yang Tawarkan Pesona Alam dan Budaya

Kawah-kawah di TWA Kawah Kamojang

Saat memasuki TWA Kawah Kamojang, pengunjung akan disambut dengan pemandangan berupa semburan uap belerang dan kawah-kawah di beberapa bagian. Bahkan, di area parkir pun terdapat lubang-lubang kecil yang menyemburkan asap.

Di TWA ini sebenarnya ada 23 kawah, di antaranya yaitu Kawah Kamojang, Kawah Manuk, Kawah Hujan, dan Kawah Kereta dengan keunikannya masing-masing. Dalam bahasa Sunda, manuk artinya burung dan di Kawah Manuk memiliki ciri khas berupa suara uap serupa suara burung, sedangkan di Kawah Kereta, dikenal dengan bunyinya yang seperti kereta. Suara-suara unik tersebut keluar dari celah-celah bebatuan dan perut bumi yang mengeluarkan uap.

Kawah Kamojang sendiri berada pada ketinggian sekitar 1.700 mdpl. Kawah ini merupakan saluran serupa gua dan di saluran itulah uap panas bumi keluar lewat lorong-lorong gua sehingga nampak seperti kebakaran. Di Kawah Kamojang, wisatawan bisa melihat langsung bagaimana semburan panas terdengar begitu keras dan mendesis hingga jarak ratusan meter. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan adalah berendam di air panas dan berjalan-jalan menyusuri kawah.

Perlu diketahui bahwa semburan uap panas di kawah tersebut berasal dari sumur bekas pengeboran peninggalan masa kolonial Belanda. Sebuah sumur panas bumi dibuat tahun 1926 dengan nama Kmj-3 dan kini keberadaannya lebih dikenal sebagai kawah yang memiliki kedalaman hingga 60 meter.

Selain kawah, di TWA ini pengunjung juga bisa melihat pembangkit listrik tenaga uap. Di sana banyak pipa-pipa yang difungsikan sebagai penyalut panas dari perut bumi untuk membangkitkan generator hingga menghasilkan energi listrik.

Kamojang memang menjadi geotermal atau sumber panas bumi yang terkenal di Tanah Air. Hingga saat ini, semburan hawa panas masih keluar dan menjadi tanda bahwa panas bumi merupakan energi berkelanjutan, tidak seperti minyak bumi atau gas yang dapat habis terpakai.

Keindahan Air Terjun Sri Gethuk, Memiliki 3 Sumber Mata Air

Ada apa di TWA Kawah Kamojang selain kawah?

Di TWA Kawah Kamojang, pengunjung juga bisa melihat berbagai flora dan fauna. Memang jumlahnya tidak terlalu banyak karena kawasan ini sedang dalam tahap perbaikan. Adapun beberapa tumbuhan yang hidup di didominasi oleh pepohonan, kelompok liana, dan epifit, seperti puspa, manglid, jamuju, saminten, dan pasang. Kemudian ada pula spesies cantigi, rotan, kandaka, pungpurutan, benalu, dan seseureuhan.

Ada pula beberapa satwa yang menghuni TWA Kawah Kamojang seperti macan tutul, surili, babi hutan, trenggiling, musang, lutung, kijang, burung kuntul, burung belibis, ayam hutan, dan berbagai spesies ikan yang hidup di aliran sungai.

Selain mengamati berbagai flora dan fauna, sebenarnya masih ada potensi wisata selain kawah lainnya, seperti Curug Madi dan Danau Ciharus. Curug Madi menawarkan pesona air terjun dengan pemandangan alam yang asri dan berada di tengah hutan, sedangkan Danau Ciharus cocok untuk dijadikan tempat untuk bersantai atau piknik setelah menjelajahi kawah. Jika ingin berkemah, di sana juga ada area Bumi Perkemahan Kamojang, di mana wisatawan bisa mendirikan tenda-tenda sambil menikmati alam.

Menikmati Mahakarya Seniman Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini