Inilah Mengapa Singapura Begitu Menarik bagi Turis Indonesia, dan PR Besar Kita

Inilah Mengapa Singapura Begitu Menarik bagi Turis Indonesia, dan PR Besar Kita
info gambar utama

Sejak lama, Singapura adalah tujuan wisata popular orang Indonesia. Negeri yang hanya sedikit lebih luas dari Pulau Samosir ini menerima jutaan turis Indonesia setiap tahunnya, sebelum pandemi menerpa.

Menurut data dari Singapore Tourism Board, tahun 2019, jumlah kedatangan wisatawan dari Indonesia mencapai 3.1 juta kunjungan, dan menempati urutan ke dua setelah turis dari Tiongkok.

Singapura bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa besarnya jumlah turis dari Indonesia akan menjadi kunci membangkitkan ekonomi negeri singa tersebut, ketika pandemi sudah selesai.

Dan benar saja, beberapa waktu lalu ketika Indonesia dan Singapura setuju untuk saling membuka perbatasan untuk para turis, antusiasme begitu tinggi di Indonesia, salah satunya adalah bagaimana berita tersebut menjadi berita utama di media-media mainstream Indonesia.

Berita tersebut disambut gembira oleh masyarakat Indonesia yang kemudian banyak yang membuat rencana untuk mengunjungi Singapura untuk tujuan rekreasi, termasuk melihat keluarga mereka, dan menghabiskan waktu mengunjungi tempat-tempat wisata di kota tersebut.

Menurut Channel NewsAsia, begitu banyak orang yang ingin melakukan perjalanan, Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura harus mengalami "gangguan sistem" setelah situs webnya mogok menyusul "gelombang aplikasi yang bersamaan" untuk masuk ke Singapura melalui skema VTL (Vaccinated Travel Lane) dari Indonesia dan Malaysia. Hampir 35.000 pengguna mencoba masuk bersamaan ketika portal aplikasi VTL terbuka.

Mengapa Singapura tetap menjadi tujuan populer bagi orang Indonesia, bahkan ketika Indonesia memiliki pilihan liburan destinasi yang tak kalah menarik di dalam negeri?

Indonesia adalah pasar terbesar Singapura--selain Tiongkok--dalam hal kedatangan pengunjung dan penerimaan pariwisata pada tahun 2014. Demikian menurut penelitian Marketing Insights Singapore Tourism Board.

“Karena Singapura mudah diakses ke Indonesia, mereka sering berkunjung untuk liburan singkat … Singapura dapat dianggap sebagai wilayah yang familiar bagi turis Indonesia,” kata penelitian tersebut.

Sementara menurut data BPS, pada tahun 2019, 11,69 juta orang Indonesia melakukan perjalanan keluar dari berbagai bandara dan pelabuhan di Indonesia. Paling banyak mengunjungi Malaysia (35 persen), Singapura berada di urutan kedua dengan 18,4 persen mengunjungi negara itu pada tahun itu, diikuti oleh Arab Saudi (12,5 persen).

Negara-negara lain, seperti Timor Leste, China, Thailand, Jepang dan Australia, masing-masing menyumbang kurang dari 5 persen. Bepergian ke Sydney, Melbourne, atau Tokyo mungkin cukup mahal bagi banyak orang Indonesia, belum lagi soal ribetnya mengurus visa perjalananan.

Sementara itu, kota-kota di Indonesia, seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta, adalah alternatif traveling jika mereka tidak ke luar negeri.

Tetapi Singapura menawarkan hal yang tak dipunyai kota manapun di Indonesia. Yakni lanskap perkotaan yang lebih aman dan bersih, dengan penegakan hukum yang ketat terhadap sampah dan polusi sesuatu yang belum optimal di banyak kota di Indonesia.

Selain itu, Singapura menawarkan all-in-one travel, ada urban travel kelas dunia, pusat-pusat perbelanjaan nomor satu, akses dari ujung ke ujung yang murah dan mudah, belum lagi hijau pohon-pohon raksasa dan wisata pantai yang tak jauh bahkan dari stasiun kereta api (MRT).

Dengan berbagai macam akomodasi dan kemudahan untuk berkeliling pulau, wisatawan Indonesia menikmati kenyamanan dan pengalaman yang berbeda saat menghabiskan waktu di Singapura.

Selain itu, biaya penerbangan ke Singapura dari kota-kota di Indonesia juga tergolong rendah, bahkan tak jarang lebih murah dari terbang dari dan ke kota-kota di Indonesia sendiri.

Hal-hal inilah yang membuat Singapura sangat menarik bagi orang Indonesia, terutama kaum muda, untuk melakukan urban escape, berwisata di kota kelas dunia yang semua ada, semua mudah. Sesuatu yang menjadi PR besar bagi kota-kota Indonesia.

Singapura kemungkinan akan mempertahankan ceruk ini di tahun-tahun mendatang, mengingat sedikit prioritas yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pariwisata kota (urban tourism) di kota-kota di Indonesia.

Banyak PR bagi kota-kota di Indonesia, jikalau pun mudah aksesnya ke sana, lalu apakah akses di dalam kotanya juga bebas macet, bersih lingkungannya, aman, mudah ke sana ke mari, atau banyak atraksi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda?

Kombinasi-kombinasi ini menjadi tantangan besar, untuk suatu saat nanti, setidaknya beberapa kota di Indonesia bisa memenuhinya.

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan pada tahun 2019 Indonesia akan membangun “10 Bali Baru”, kemudian diturunkan menjadi "4 Bali baru", dengan meningkatkan akses, atraksi dan fasilitas di Candi Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Lombok, Labuan Bajo di Flores, dan Danau Toba di Sumut.

Namun tak ada satupun yang menawarkan urban escape, wisata kota. Semuanya berfokus pada wisata sejarah Indonesia dan keindahan alam. Inilah sekali lagi, yang akan membuat Singapura untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya sebagai tujuan wisata perkotaan terkemuka bagi orang Indonesia.

Pentingnya mengembangkan urban tourism

Sebenarnya, tak hanya Singapura saja yang bisa dijadikan benchmark bagi kota-kota di Indonesia untuk mengembangkan urban tourism.

Urban tourism umumnya merupakan kegiatan wisata yang dilakukan dalam lingkup suatu kota dan melakukan berbagai kegiatan, seperti: berbelanja, menonton pertunjukan, melihat arsitektur kota, mengunjungi festival, mengunjungi taman kota, dan banyak pilihan hotel dan penginapan, koneksi internet yang terjamin, dan bertemu dengan banyak orang dari banyak latar belakang, termasuk turis-turis dari negara lain.

Inilah menariknya, sesuatu yang tak bisa ditawarkan oleh jenis wisata lain.

Dalam daftar Global Destinations Cities Index yang dirilis MasterCard setiap tahunnya, kita bisa dapati bahwa tempat-tempat paling banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah perkotaan. Selain Singapura, Kuala Lumpur juga sangat populer di mata wisatawan Indonesia.

Di kancah global, keduanya juga masuk urutan 10 besar, bersama dengan kota-kota populer lain seperti Paris, London, Istanbul, Dubai, New York, dan lain-lain.

Mengapa kota-kota ini mampu menarik begitu banyak pengunjung? Setiap kota memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri, juga keunikan masing-masing yang mampu membuat banyak orang berkunjung, bahkan berkali-kali.

Mungkin satu kalimat yang pas untuk bisa menjawabnya, yakni "great experience" atau pengalaman yang luar biasa, dan ini bisa diartikan banyak hal; misalnya akses yang mudah, orang-orangnya ramah, harga-harga juga terjangkau, aman, lingkungan bersih, transportasi umum mudah murah dan nyaman, tempat-tempat wisata dikelola dengan sangat baik, yang menyajikan pengalaman berbeda bagi pengunjungnya, dan lain sebagainya.

Penulis berharap, Jakarta (kota dengan akses paling mudah di Indonesia), juga Bandung, Yogyakarta, Manado, Ambon bisa bergerak cepat mengisi kekurangan-kekurangan , satu demi satu, perlahan tapi pasti.

Siapa yang tak berharap kota-kota di Indonesia tersebut bisa masuk dalam bucket list para pelancong seluruh dunia?

Sumber:

Suryana, A'an, and Bookmark Bookmark Share WhatsApp Telegram Face. “Commentary: Why Singapore Is Still an Attractive Tourist Destination for Indonesians.” CNA, https://www.channelnewsasia.com/commentary/indonesia-toruists-tourism-singapore-vtl-vaccinated-travel-lanes-medical-tourism-2349971.

“World Tourism Organization.” UNWTO, https://www.unwto.org/urban-tourism.

Firas. “What Are the 20 Most Visited Cities in the World?” Travel Medium, 28 Oct. 2021, https://travelmedium.com/most-visited-cities-in-the-world.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini