Ekspor Mobil Buatan Indonesia Meningkat, Ini Merek Paling Laris di Luar Negeri

Ekspor Mobil Buatan Indonesia Meningkat, Ini Merek Paling Laris di Luar Negeri
info gambar utama

Usai diterjang badai pandemi Covid-19 hampir dua tahun, ekonomi global mulai kembali ke arah pertumbuhan positif. Membaiknya kondisi ekonomi dunia dirasakan juga oleh berbagai sektor industri Indonesia, termasuk industri otomotif.

Hal ini membuat mobil 'made in Indonesia' laris manis diminati negara-negara di berbagai belahan dunia, tercermin dari nilai ekspor yang meningkat sepanjang Januari-Oktober 2021.

Ekspor mobil sendiri terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Completely Built Up (CBU), Completely Knocked Down (CKD), dan Incompletely Knocked Down (IKD).

Sebelum lebih jauh, mari berkenalan dulu dengan ketiga istilah berikut. CBU merupakan mobil yang dikirim dalam keadaan sudah utuh. Kategori ini biasanya berlaku bagi produsen mobil yang tidak memiliki pabrik atau fasilitas manufaktur sendiri di kawasan tersebut.

Lalu, CKD merupakan mobil yang dikirim dengan komponen lengkap, tapi belum dirakit. Sedangkan, IKD adalah mobil dalam keadaan tidak utuh atau hanya beberapa bagiannya saja. Beberapa bagian yang diimpor merupakan bagian yang tidak bisa di produksi di negara pengimpor.

Ekspor 3 kategori mobil Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2021, ketiganya mengalami lonjakan persentase peningkatan yang signifikan secara year on year (Yoy). | GoodStats
info gambar

Kabar baiknya, ekspor mobil ketiga kategori tersebut meningkat year-on-year (yoy) sepanjang periode Januari-Oktober 2021. Pasar ekspor mobil Indonesia terus menggeliat dengan tersebar ke 80 negara.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang Januari-Oktober 2021, ekspor mobil kategori CBU tercatat sebanyak 235.955 unit. Angka ini meningkat 30,3 persen yoy dari tahun lalu yang hanya tercatat 181.101 unit.

Hal yang sama juga terjadi pada dua kategori lainnya, CKD dan IKD. Masih pada periode Januari-Oktober 2021, ekspor CKD mencapai 79.086 unit atau 80,5 persen dari 2020 yang hanya terkirim sebanyak 43.805 unit. Tak mau kalah, kategori IKD juga meningkat 53,8 persen dengan total 72.230.254 unit, setelah sebelumnya hanya 46.968.221 unit pada 2020.

Memang jika dibandingkan tahun 2020, ekspor mobil mulai bergairah pada 2021. Namun, dengan pandemi yang tidak kunjung selesai dan menyesuaikan beberapa peraturan, pergerakan ekspor masih cenderung fluktuatif.

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil

Merek paling laris di luar negeri

Merek mobil yang paling banyak diekspor dari Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2021. Daihatsu masih menguasai, sementara dua pabrikan China (DFSK dan Wuling) juga masuk daftar. | GoodStats
info gambar

Jika menilik berbagai merek, permintaan ekspor CBU masih dirajai oleh Daihatsu dengan total 95.107 unit selama Januari-Oktober 2021. Angka ini meningkat 40,4 persen dari tahun lalu di periode yang sama.

Mobil CBU Daihatsu diekspor ke Myanmar, Honduras, Guatemala, Kosta Rika, Qatar, Oman, Thailand, Malaysia, Nepal, Meksiko, Bangladesh, Filipina, Tahiti, hingga Afrika Selatan.

Model yang diminati pun beragam, mulai dari Daihatsu Gran Max, Toyota Rush, Toyota Wigo, Toyota Lite Ace, dan Mazda Wigo. Rush menjadi terbanyak diekspor oleh Daihatsu, low sport utilty vehicle (SUV) yang dijual oleh Toyota di Indonesia terdistribusi sebanyak 36.411 unit, sekaligus menjadi mobil rakitan Indonesia paling laku di luar negeri.

Kedua, ada Toyota yang diekspor sebanyak 54.643 unit. Mobil yang paling banyak diekspor dari pabrikan ini adalah, Fortuner sebanyak 26.920 unit, Yaris sebanyak 16.040 unit, dan Vios sebanyak 7.047 unit.

Di posisi ketiga diisi oleh Mitsubishi Motors yang berhasil mengekspor 42.136 unit selama Januari-Oktober 2021. Mobil yang berhasil dikirim adalah Mitsubishi Xpander sebanyak 29.191 unit, dan Mitsubishi Xpander Cross sebanyak 12.945 unit.

Tiga pabrikan Jepang lainnya, Suzuki, Honda, dan Hino mencatat pengkapalan mobil sebanyak 34.658, 5.000, dan 2.700 unit. Disusul satu pabrikan Korea Selatan, Hyundai, dengan 836 unit.

Tak mau kalah, 2 pabrikan asal China juga masuk daftar. Pertama, DFSK yang berbasis di Cikande, Serang, yang mengekspor 751 unit mobilnya. Berdasarkan data dari DFSK, mereka mengklaim telah mengirimkan mobilnya ke 14 negara tujuan.

Terakhir, Wuling dengan basis pabrik di Cikarang, Bekasi. Pabrikan asal China tersebut mampu mengirimkan mobil yang diproduksi sebanyak 54 unit dari mobil Wuling Cortez dan Chevrolet Captiva.

Saat ini, Wuling sedang menyiapkan ekspor untuk mobil Chevrolet Captiva bermodel sporty utility vehicle (SUV) di kuartal terakhir tahun ini. Hal ini memungkinkan karena Wuling sendiri dimiliki oleh General Motors selaku pemilik Chevrolet dengan memegang kepemilikan saham 44 persen.

Penjualan Mobil Q1 2020: Toyota Raja Domestik, Ekspor Daihatsu Melaju

Credit Tulisan: [Muhammad Hamzah]

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini