Ordo Matahari Terbit

Ahmad Cholis Hamzah

Seorang mantan staf ahli bidang ekonomi kedutaan yang kini mengajar sebagai dosen dan aktif menjadi kolumnis di beberapa media nasional.

Ordo Matahari Terbit
info gambar utama

Sejarah Jepang mencatat ada dua periode penting yaitu periode di mana Kaisar Tokugawa dan Kaisar Meiji berkuasa. Tokugawa (1603-1868) memimpin dengan cara diktator militer feodalisme dan secara turun temurun dipimpin oleh para shogun keluarga Tokugawa.

Pusat pemerintahannya di ibu kota yang bernama Edo dan sekarang disebut Tokyo. Jepang mengalami perubahan drastis ketika Jepang dipimpin oleh Mutsuhito atau dikenal Kaisar Meiji, atau Meiji Agung, adalah kaisar Jepang ke-122 sesuai urutan tradisional suksesi, memerintah dari 3 Februari 1867 sampai meninggal dunia.

Dia memimpin masa perubahan yang cepat di Jepang, sebagai bangsa yang bangkit dari keshogunan feodal menjadi kekuatan dunia, dan membuka Jepang dalam hubungannya dengan negara-negara lain setelah sebelumnya pada jaman Tokugawa tertutup rapat.

Kaisar Meiji melakukan perubahan-perubahan dan dikenal dengan Restorasi Meiji atau Meiji Restoration. Restorasi dibidang sosial, politik dan industri dalam negeri ini menjadikan Jepang dikemudian hari sebagai kekuatan ekonomi dunia.

Dalam keterbukaan dengan dunia luar pada jaman Meiji ini muncul tradisi penganugerahan medali/bintang jasa kehormatan yang disebut Ordo Matahari Terbit (Order of The Rising Sun). Ini adalah ordo Jepang, dipelopori oleh Kaisar Meiji pada tahun 1875.

Ordo ini adalah dekorasi nasional pertama yang diberikan oleh pemerintah Jepang dibuat pada 10 April 1875 dengan keputusan Dewan Negara. Lencana ini menampilkan sinar matahari dari matahari terbit.

Desain Matahari Terbit melambangkan energi sekuat matahari terbit secara paralel dengan konsep "matahari terbit" Jepang ("Tanah Matahari Terbit"). Perintah ini diberikan kepada mereka yang telah membuat prestasi terkemuka dalam hubungan internasional, promosi budaya Jepang, kemajuan di bidangnya, pembangunan dalam kesejahteraan atau pelestarian lingkungan.

Negeri Sakura ini telah menganugerahi bintang jasa The Order of The Rising Sun ini pada ratusan tokoh-tokoh dunia termasuk yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Prof. Achmad Jazidie, Guru Besar ITS dan Rektor Universitas Nahlatul Ulama Surabaya pada tanggal 26 Oktober 2021 lalu (sebenarnya penganugerahan itu dilakukan pada 2020, namun karena adanya pandemi corona diundur sampai tahun 2021).

Jepang menganugerahi bintang jasa itu karena Prof. Achmad Jazidie, yang alumni Hiroshima University ini karena dianggap berjasa berkontribusi bagi peningkatan kerja sama pendidikan antara kedua negara.

Yang Mulia Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kenasugi, atas nama pemerintah Jepang menyematkan langsung bintang jasa itu kepada Prof. Jazidie di Konsulat Jenderal Jepang Surabaya.

Menurut Dubes Jepang, Prof. Jazidie juga dalam proyek The Japan Foundation Asia Center program Nihongo Partners, yang sangat membantu hubungan Jepang dan Indonesia, Program ini berupa pengiriman nativespeaker bahasa Jepang untuk mengajar di SMA yang dimulai pada 2014 Sewaktu menjabat sebagai Wakil Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Achmad juga terlibat dalam Project for Research and Education Development on Information and Communication Technology melalui Badan Kerja sama Internasional Jepang (JICA).

Sebelumnya, Guru Besar ITS lainnya juga pernah menerima penghargaan bintang jasa ini, yaitu Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, Mantan Mendikbud yang kini menjadi Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya dan Ketua Majlis Wali Amanat ITS pada tahun 2016 di Tokyo, Jepang, menerima penghargaan “The Order of The Rising Sun” dari Pemerintah Jepang.

Prof. Nuh menerima penganugrahaan tersebut langsung diberikan oleh PM Jepang, Shinzō Abe, di istana, kekaisar Jepang di Tokyo. Nuh dianggap paling berjasa dalam upaya mengembalikan tulang tentara Jepang yang gugur pada Perang Dunia II di Papua.

Selain itu, selama menjabat sebagai Mendikbud RI pada periode 2009-2014, Nuh juga telah berusaha untuk merintis hubungan kerjasama antar perguruan tinggi Indonesia dan Jepang.

Selain kedua tokoh itu, banyak tokoh lainnya di Indonesia ini yang menerima bintang jasa Ordo Matahari Terbit itu, dan ini merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah

Penulis aktif menulis di Koran Jawa Pos, Surya, dan rutin menulis di GNFI. Beberapa tulisannya acapkali dimuat/dikutip Koran Malaysia dan Thailand. Penulis yang juga tersohor sebagai akademisi sekaligus profesional di kota kelahirannya, Surabaya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Ahmad Cholis Hamzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Ahmad Cholis Hamzah.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini