Jumlah Perusahaan IPO Indonesia Jadi yang Terbanyak di Asia Tenggara 2021

Jumlah Perusahaan IPO Indonesia Jadi yang Terbanyak di Asia Tenggara 2021
info gambar utama

Tren perusahaan berlomba-lomba melakukan ekspansi semakin memanas hingga penghujung tahun 2021. Kendati Thailand masih memimpin initial public offering (IPO) dengan nominal tertinggi di Asia Tenggara. Namun, Indonesia tercatat mengalami lonjakan kenaikan IPO yang cukup tinggi berdasarkan jumlah himpunan dana pada tahun 2021.

Indonesia juga diketahui menyalip Singapura dalam hal jumlah himpunan dana sepanjang tahun 2021. Dampak dari pandemi COVID-19 mendorong tiap perusahaan agar mengumpulkan dana untuk investasi dari beragam sumber penghasilan serta dituntut mampu bergeser ke fungsi digital secara cepat.

Melansir Nikkei Asia, Indonesia berhasil meraih kenaikan jumlah IPO hingga 6 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Lebih lanjut, menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna Setia, per September 2021 terdapat 38 perusahaan yang mencatatkan saham di bursa. Perolehan ini lebih tinggi dari pencatatan saham di Thailand sebanyak 24 perusahaan, Malaysia 23 perusahaan, Filipina 4 perusahaan, dan 1 perusahaan di Singapura.

Catatan tersebut menyamai pencapaian tahun lalu (2020), di mana Indonesia juga menguasai jumlah perusahaan IPO di Asia Tenggara. Pada 2020, BEI mencatat sebanyak 46 perusahaan yang IPO hingga penutupan kuartal III 2020. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

Jumlah IPO perusahaan Inodnesia terbanyak di Asia Tenggara 2021 © GoodStats
info gambar

Rekam jejak Indonesia dalam 3 tahun ke belakang menunjukkan perkembangan himpunan dana IPO yang signifikan, walaupun sempat mengalami penurunan pada tahun 2020.

Tahun 2019, Indonesia berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp14,78 triliun (setara 1,052 miliar dolar AS). Kemudian pada 2020, total yang berhasil dihimpun turun menjadi Rp5,49 triliun. Terakhir, pada tahun 2021 Indonesia berhasil mengumpulkan mencatat dana sebesar Rp32,14 triliun per tanggal 16 September 2021. Angka ini melonjak jauh dibanding tahun 2020 yang hanya menyentuh angka di bawah Rp6 triliun.

"Perolehan emisi meningkat dari tahun sebelumnya di kisaran Rp5 triliun menjadi Rp 33,2 triliun per September 2021," kata Nyoman, di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 dengan tajuk "Welcoming Tech IPOs: Trend, Challenges, Opportunites and Regulatory Perspective, Jumat (15/10/2021), mengutip CNBC Indonesia.

Hal ini kemudian menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang berpotensi memiliki pertumbuhan perusahaan yang progresif dalam beberapa tahun mendatang.

tahun 2019 - 2021
info gambar

5 Perusahaan dengan Rekor IPO Terbesar di Indonesia

Perusahaan dengan IPO terbesar

Sebanyak 2 perusahaan asal Indonesia berhasil masuk dalam jajaran 10 perusahaan di Asia Tenggara yang memiliki IPO terbesar berdasarkan jumlah himpunan dana per tanggal 15 November 2021. Perusahaan itu tak lain ialah Bukalapak yang tercatat melakukan IPO pada tanggal 6 Agustus 2021 di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar 1,53 miliar dolar AS.

Bukalapak menempati posisi kedua setelah perusahaan PTT Oil and Retail Business asal Thailand yang memiliki total himpunan dana IPO sebesar 1,78 miliar dolar AS.

Selain itu, perusahaan asal Indonesia lainnya yakni Archi Indonesia menempati posisi kesepuluh dengan total himpunan dana IPO sebesar 192 juta dolar AS.

asia tenggara
info gambar

Saham teknologi diketahui banyak menarik minat generasi muda Indonesia. Sekitar 80 persen dari investor ritel di BEI berasal dari kalangan ini.

Menukil Redit Suisse, Indonesia dan Filipina memimpin jumlah populasi penduduk berusia produktif dengan rentang usia di atas 25 tahun di antara negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Banyaknya penduduk berusia produktif di Indonesia kemudian mendorong optimisme pertumbuhan sektor ekonomi digital dan teknologi yang lebih besar bagi negara Indonesia sendiri di masa depan.

Peluang meningkatnya besaran himpunan dana IPO bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia pada masa yang akan datang pun terbuka lebar. Tercatat setelah pendataan yang dilakukan Deloitte pada 15 November 2021, salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi asal Indonesia yakni Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel melakukan IPO pada 22 November 2021 dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp18,34 triliun.

Kemudian, 4 perusahaan menyusul pelaksanaan IPO, termasuk Cisarua Mountain Dairy (Cimory) yang telah mengumpulkan dana segar sebesar Rp3,66 triliun dari IPO.

Adapun pada semester awal tahun 2022, perusahaan startup teknologi terbesar di Indonesia yakni GoTo direncanakan akan melakukan IPO. Saat ini, pihak GoTo masih menunggu terbitnya regulasi terbaru yang akan memudahkan proses perusahaan startup yang memiliki pertumbuhan pesat namun belum menghasilkan profit untuk bergabung dalam BEI.

Diharapkan kedepannya pun, semakin terbuka lebar peluang bagi perusahaan-perusahaan startup dengan pertumbuhan besar di Indonesia agar bisa melantai di BEI untuk melakukan IPO.

Sukses IPO, Menakar Peluang UMKM Raih Pendanaan dan Mengikuti Jejak Cimory

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Diva Angelia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Diva Angelia.

DA
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini