Lewat i-Con 2021, Investree Unjuk Komitmen Dukung Revitalisasi UKM di Tengah Pandemi

Lewat i-Con 2021, Investree Unjuk Komitmen Dukung Revitalisasi UKM di Tengah Pandemi
info gambar utama

Menjadi bagian dalam peringatan Bulan Fintech Nasional, salah satu perusahaan rintisan teknologi finansial yang bergerak di bidang fintech lending yakni Investree, menggelar Investree Conference 2021 atau i-Con 2021 sebagai forum untuk membahas industri usaha kecil dan menengah (UKM) dan berbagai upaya digitalisasi yang dilakukan untuk membangkitkan industri tersebut di tengah pandemi, terutama dari segi permodalan dan solusi bisnis lainnya.

Bukan tanpa alasan upaya ini dilakukan, jika sedikit mengulik mengenai kondisi secara nyata di lapangan, UKM nyatanya memang telah menjadi penopang dominan dan utama dalam siklus perekonomian di Indonesia.

Menurut penjelasakan Kementerian Keuangan, sektor bisnis di Indonesia sejatinya didominasi oleh UKM, di mana jumlahnya mencapai 99,9 persen dari total 64,2 juta unit usaha.

Namun, kesulitan yang dihadapi di tengah pandemi nyatanya membuat para pelaku UKM memutuskan untuk menghentikan usahanya karena tidak memiliki persediaan kas sama sekali.

Pemerintah memang sudah menggaungkan program dan kebijakan Pemulihan Ekonomi nasional (PEN). Namun tak ingin tertinggal untuk ikut berkontribusi, di saat yang bersamaan Investree sepanjang situasi pandemi melanda juga telah menjadi salah satu perusahaan fintech lending yang ikut melakukan hal serupa untuk membangkitkan industri UKM di tanah air.

Fintech P2P Lending Ini Merambah ke Thailand dan Filipina

Komitmen Investree fasilitasi permodalan untuk UKM

CEO Investree
info gambar

Lewat gelaran Investree Conference 2021 atau i-Con 2021 bertemakan “Revitalising SMEs to Support Faster and Resilient Economic Recovery” yang berlangsung pada hari Kamis (9/12) lalu, perusahaan yang hadir dengan layanan untuk memberikan akses pembiayaan lebih mudah dan terjangkau bagi UKM ini memaparkan secara rinci bagaimana mereka memiliki komitmen untuk berkontribusi mengembangkan potensi UKM lewat upaya revitalisasi dan digitalisasi.

“Di tengah masa sulit ini, kami percaya semua orang terutama pelaku UKM dapat terus bertumbuh. Investree sendiri berkomitmen untuk membantu pelaku UKM bounce back, karena bersama kita bisa #GrowStron6er sesuai tagline ulang tahun keenam Investree,” ujar Adrian Gunadi, selaku Co-Founder sekaligus CEO Investree, saat membuka acara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Adrian juga memaparkan bagaimana pertumbuhan kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihaknya dalam memberikan bantuan berupa fasilitas pinjaman dana kepada para pelaku UKM di Indonesia untuk bisa bertahan sekaligus bangkit di tengah pandemi.

“Data per kuartal 3 2021 menunjukkan, jumlah fasilitas pinjaman yang Investree berikan tumbuh secara year-on-year (YoY) sebesar 78 persen dari Rp7,3 triliun pada 2020 menjadi Rp13 triliun pada 2021. 30 persen kontribusinya berasal dari ekosistem kemitraan digital yang Investree bangun dan lakukan dengan berbagai rekanan strategis,” tutur Adrian.

Tidak hanya bagi masyarakat atau pelaku UKM, Adrian juga menjelaskan bagaimana siklus perekonomian tersebut secara bersamaan memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian negara.

Loan outstanding yang belum terbayarkan melalui platform kami berkontribusi sebesar 8,3 persen terhadap loan outstanding produktif negara ini. Kami juga terus meningkatkan pertumbuhan basis pemberi pinjaman (lender) baik dari individu maupun institusi. Jumlah lender naik sebesar 64 persen YoY menjadi 47 ribu dan memperkuat dukungan dari institusi keuangan solid,” tambahnya.

Terlepas dari pencapaian dan kontribusi yang sudah dimiliki, dalam gelaran i-Con 2021 yang berlangsung selama hampir satu hari penuh tersebut Investree juga menggelar rangkaian diskusi delapan sesi yang mengangkat topik kekinian mengenai industri digital serta inspiratif bagi UKM.

Temu Usaha untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas UKM

8 sesi diskusi i-Con 2021 dengan berbagai topik revitalisasi dan digitalisasi UKM

Dihadiri oleh sebanyak 1.700 tamu undangan online, rangkaian sesi dari diskusi pada i-Con 2021 diisi oleh sebanyak 31 pembicara sesi lokal dan internasional.

Lebih detail, dalam sesi 1 dengan sub-tema “Innovative SME Financing through Fintech Collaboration” materi yang diulik membahas mengenai permasalahan yang seringkali dihadapi oleh pelaku UKM yaitu kesulitan mengakses pembiayaan dan mengefisiensikan proses bisnis lainnya seperti akuntansi dan pengelolaan karyawan.

Berangkat dari hal tersebut, para pembicara yang terdiri dari Blibli.com, OY! Indonesia, dan Investree sendiri menjelaskan bagaimana solusi bisnis yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan untuk meningkatkan akses pembiayaan sekaligus mengefisiensikan aktivitas bisnis agar semakin produktif.

Dilanjut dengan sesi ke-2, lewat sub-tema pembahasan diskusi bertajuk “Digitalization of SMEs to Scale Up Business” yang melibatkan pembicara dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, wifkain, Paper.id, dan Kargo Technologies, sejumlah pembicara meyakini bahwa digitalisasi mampu membuat pengusaha rantai pasok tumbuh lebih kuat.

“Dengan mengimplementasikan UU Cipta Kerja, pelaku usaha besar, UKM, dan UMKM harus saling bermitra agar mereka dapat naik kelas dan mendigitalisasi bisnis mereka,” ujar Rudy Salahuddin, selaku Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UKM.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia
info gambar

Membahas lebih detail mengenai pembiayaan untuk UKM, pada sesi ke-3 dengan sub tema pembahasan “The Impact of Financial Support for Ultra Micro Business”, para pembicara yang terdiri atas perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM, GMO Payment Gateway, Gayatri Microfinance, dan Dagangan.com mengupas tuntas dampak dari dukungan pembiayaan oleh fintech bagi pengusaha ultramikro.

Berlanjut ke sesi ke-4, 5, dan 6 yang sama-sama dilaksanakan secara paralel, ketiganya membahas berbagai topik mulai dari kehadiran platform penilaian kredit inovatif yang dapat membantu Lembaga Jasa Keuangan dalam memaksimalkan pemberian kredit kepada pelaku UKM.

Diskusi juga diperkaya dengan pembahasan mengenai potensi dan solusi alternatif yang ditawarkan oleh fintech syariah dalam mengembangkan perekonomian, dan memberikan jaminan mengenai keamanan pinjaman kepada para pelaku UKM yang ingin mendapatkan pembiayaan atau pendanaan lebih tenang sesuai syariat Islam.

Lain itu, i-Con 2021 juga menghadirkan pembicara yang berasal dari rekan serumpun ASEAN yang memaparkan bagaimana pandemi benar-benar membuat sektor UMKM di negara-negara ASEAN tak kalah terpukul. Namun sama seperti di Indonesia, peran platform fintech hadir membantu permodalan UKM agar bangkit dan kembali bertahan.

Dilanjut pada sesi ke-7 lewat sub-diskusi bertajuk “Boosting Economic Recovery through E-Procurement Innovation and Opportunities”, forum tersebut membahas mengenai pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan perusahaan teknologi, serta teknologi e-procurement sebagai cara untuk membuat rantai pasokan lebih tangguh dalam membantu UKM bangkit kembali.

Ditutup dengan sesi terakhir lewat diskusi bertajuk “Digital Disruptor Becomes Disrupted?”, forum ini membahas mengenai inovasi bisnis fintech untuk dapat scale-up menjadi bank digital untuk dapat bertahan di tengah persaingan.

Menutup rangkaian diskusi tersebut, Adrian kembali berharap bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya pada kesempatan kemarin dapat mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk berkontribusi memberikan ekosistem terbaik bagi kelangsungan UKM di tanah air.

“Mari bersama kita kobarkan semangat untuk membantu para pelaku UKM #GrowStron6er melalui dukungan penuh dari ekosistem digital yang sinergis,” pungkasnya.

Percepat Pemulihan Ekonomi, Investree Lakukan Beragam Kolaborasi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini