Rekam Jejak Fenomena Letusan Gunung Api di Indonesia

Rekam Jejak Fenomena Letusan Gunung Api di Indonesia
info gambar utama

Di pengujung tahun 2021, Indonesia kembali dilanda bencana erupsi gunung api yang terjadi di Gunung Semeru, Jawa Timur pada Sabtu, 4 Desember 2021. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) per tanggal 11 Desember 2021 pukul 18.00 WIB, sebanyak 46 jiwa gugur akibat awan panas guguran dan jumlah warga yang mengungsi telah mencapai angka 9.118 jiwa.

Sebagai negara yang terletak di zona Cincin Api Pasifik atau The Pacific Ring of Fire yakni kawasan dengan 75 persen gunung berapi di dunia menjadikan Indonesia salah satu negara yang rawan akan letusan gunung api. Banyaknya jumlah gunung berapi aktif disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik di kawasan tersebut.

Mengutip National Geographic, sebagian besar lempeng di zona cincin api merupakan zona subduksi. Zona subduksi disebut sebagai tempat saat satu lempeng litosfer samudera yakni kerak dan mantel paling atas didorong ke bawah lempeng lain. Lempeng yang didorong ke dalam mantel akan memanas beserta seluruh air dan bahan volatil lainnya akan turut mendidih kemudian naik melalui pelat di atasnya.

Saat mantel bagian atas yang sudah panas terkena material mudah menguap seperti air, gunung akan memproduksi magma yang sewaktu-waktu bisa naik melalui lempeng di atasnya untuk meletus ke permukaan.

Kisah Pak Roh, Pemilik Rumah yang Selamat dari Erupsi Gunung Semeru

Letusan gunung api di Indonesia terdahsyat dan paling mematikan sepanjang sejarah

4 di indonesia
info gambar

Melansir situs Volcano World milik Oregon State University, 4 dari 10 bencana letusan gunung berapi terdahsyat dan paling mematikan terjadi di Indonesia. Menurut data yang dipaparkan, Indonesia menduduki posisi pertama sebagai negara dengan jumlah korban jiwa akibat bencana letusan gunung api terbesar di dunia melalui insiden meletusnya Gunung Tambora (Pulau Sumbawa) pada tahun 1815 silam. Bencana letusan Gunung Tambora menghasilkan angka kematian terbesar yang pernah dicatat sejarah yakni sebesar 92.000 korban jiwa.

Berikutnya menyusul di posisi ke-2 bencana letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang memakan 36.417 korban jiwa, bencana letusan Gunung Kelud tahun 1919 sebanyak 5.110 korban jiwa menduduki posisi ke-7, dan terakhir bencana letusan Gunung Galunggung tahun 1881 sebanyak 4.011 korban jiwa menduduki posisi ke-8

Sekitar 10.000 orang tewas secara langsung akibat letusan Gunung Tambora. Namun jumlah kematian yang masif disebabkan oleh kelaparan dan wabah penyakit yang melanda pasca letusan.

Dampak dari abu letusan Gunung Tambora diketahui pula menimbulkan anomali iklim global yang menyebabkan tahun tanpa musim panas di Benua Eropa dan Amerika. Sementara itu, korban jiwa akibat letusan Gunung Krakatau disebabkan oleh tsunami vulkanik yang dipicu dari letusan gunung.

Amukan Gunung Kelud, Cerita Balas Dendam Lembu Sura yang Melegenda

156 letusan gunung api terjadi di Indonesia dalam 1 dekade terakhir

Fenomena letusan gunung berapi bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena kondisi geografis, tiap tahunnya terjadi letusan gunung berapi di sejumlah wilayah Indonesia.

2010 sampai 2020
info gambar

Berdasarkan data terbaru BNPB, sebanyak 156 letusan gunung berapi terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2010 hingga 2020. Puncaknya yakni pada tahun 2018, tercatat ada 63 kejadian letusan gunung berapi sepanjang tahun tersebut. Sementara jumlah kejadian letusan gunung berapi terendah terjadi pada tahun 2011 dengan total 4 letusan.

Catatan terakhir pada tahun 2020, terjadi 14 letusan gunung berapi di antaranya merupakan hasil erupsi Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau, hingga Gunung Ile Lewotolok. Jumlah ini meningkat 2 kali lipat dibanding tahun sebelumnya yakni tahun 2019 dengan total 7 kejadian sepanjang tahun.

2021
info gambar

Beralih ke tahun 2021, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dari total 127 jumlah gunung berapi di Indonesia hanya terdapat 68 gunung berapi yang terpantau aktif. Menurut laporan Magma Indonesia per tanggal 13 Desember 2021, tidak ada gunung api aktif yang berada di level IV atau awas.

Kemudian sebanyak 3 gunung api aktif di antaranya Gunung Merapi, Gunung Ile Lewotolok, dan Gunung Sinabung berada di level III atau siaga. Ketiga gunung ini berpotensi lanjut ke letusan. Sementara itu, 18 gunung api aktif berada di level II atau waspada dan 47 gunung api aktif berada di level I atau normal.

Indonesia, Rumah Bagi 139 Gunung Berapi

Siap siaga bencana letusan gunung api

Kondisi Indonesia yang rentan mengalami letusan gunung api mewajibkan masyarakat untuk selalu waspada. Untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana, BNPB merilis buku saku bertajuk “Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana” yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menyusun rencana kesiapsiagaan bencana.

Berdasarkan paparan buku saku BNPB, bahaya erupsi gunung api terdiri dari 2 jenis menurut waktu kejadiannya yakni bahaya primer dan sekunder. Bahaya erupsi gunung api di antaranya berupa awan panas, aliran lava, gas beracun, lontaran material (pijar), hujan abu, dan lahar letusan.

Rencana kesiapsiagaan erupsi gunung api dibagi ke dalam 3 tahap yakni tahap pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi erupsi gunung api sesuai tahapan kesiapsiagaan yakni:

Pra bencana

  • Perhatikan arahan dari PVMBG dan perkembangan aktivitas gunung api,
  • Siapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengatasi debu vulkanik,
  • Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang,
  • Menyiapkan skenario evakuasi lain jika dampak letusan meluas di luar prediksi ahli, dan
  • Siapkan dukungan logistik, antara lain makanan siap saji, lampu senter dan baterai cadangan, uang tunai yang cukup serta obat-obatan khusus sesuai pemakai.

Saat bencana

  • Tidak berada di lokasi yang direkomendasikan untuk dikosongkan,
  • Tidak berada di lembah atau daerah aliran sungai,
  • Hindari tempat terbuka. Lindungi diri dari abu letusan gunung api,
  • Gunakan kacamata pelindung,
  • Jangan memakai lensa kontak,
  • Gunakan masker atau kain basah untuk menutup mulut dan hidung, dan
  • Kenakan pakaian tertutup yang melindungi tubuh seperti baju lengan panjang, celana panjang, dan topi.

Pasca bencana

  • Kurangi terpapar dari abu vulkanik,
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu vulkanik sebab bisa merusak mesin kendaraan,
  • Bersihkan atap dari timbunan debu vulkanik karena beratnya bisa merobohkan dan merusak atap rumah atau bangunan, dan
  • Waspadai wilayah aliran sungai yang berpotensi tertanda bahaya lahar pada musim hujan.
Gunung Semeru, Tempat Bersemayam Para Dewa yang Jadi Paku Tanah Jawa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Diva Angelia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Diva Angelia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

DA
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini