Dari El Diablo hingga Joan Mir, Tak Sabar Ingin Taklukkan Trek Mandalika

Dari El Diablo hingga Joan Mir, Tak Sabar Ingin Taklukkan Trek Mandalika
info gambar utama

Akhir dari tahun 2021 tinggal menghitung hari, yang artinya kurang dari seminggu lagi kita semua akan berhadapan dengan awal dan tahun baru yakni 2022.

Dapat dikatakan sebagai tahun yang penuh dengan agenda, di tahun 2022 nanti Indonesia memang diketahui akan berpartisipasi dan terlibat dalam berbagai acara level dunia baik sebagai partisipan di luar negeri atau bahkan tuan rumah di negeri sendiri.

Mulai dari acara tahunan di bidang ekonomi, olahraga, lingkungan, dan lain sebagainya, ada satu kegiatan yang sejak beberapa bulan lalu sudah mencuri banyak perhatian dan membuat segelintir orang tak sabar menanti kedatangan tahun yang baru, yakni gelaran MotoGP 2022.

Seperti yang kita semua tahu, pada awal bulan Oktober lalu Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP memastikan bahwa Indonesia akan menjadi negara tuan rumah untuk perhelatan seri ke-dua rangkaian ajang balap yang memiliki sebanyak 21 jadwal balapan di berbagai negara berbeda tersebut.

Sekadar pengingat, jika tidak ada perubahan terlaksananya seri ke-dua MotoGP di Sirkuit Mandalika sendiri akan berlangsung pada tanggal 20 Maret 2022, yang didahului dengan berlangsungnya uji pra musim pada tanggal 11-13 Februari.

Sirkuit Mandalika Resmi Masuk Kalender MotoGP 2022, Jadi Tuan Rumah Seri Kedua

Antusias dari jajalan pebalap dunia

Alex Rins dan Joan Mir, dua pebalap Suzuki yang tak sabar menjajal Sirkuit Mandalika
info gambar

Sementara itu tak lama setelah Dorna mengumumkan penyertaan Sirkuit Mandalika sebagai lokasi baru dalam kalender MotoGP, sejumlah pebalap dunia yang terlibat dalam kejuaraan tersebut diketahui kerap kali mengungkapkan rasa antusias bahkan rasa tidak sabar mereka untuk mengaspal di sirkuit yang berlokasi di Pulau Lombok tersebut.

Salah satu pebalap ternama yang menyuarakan rasa antusiasnya ialah Fabio Quartararo yang membawa nama tim Monster Energy Yamaha, dalam salah satu kesempatan jumpa pers yang berlangsung di Milano, Italia, pada hari Kamis (21/10) lalu.

Pebalap muda berusia 22 tahun tersebut mengungkap bahwa ia merasa bersemangat untuk berkunjung ke lintasan balap baru yang berbeda dari sebelumnya, bersamaan dengan dirinya yang mengungkap kerap merasa aneh jika harus berlaga di lintasan yang sama.

"Musim depan bakal menyenangkan, karena ini berarti selangkah mendekati kondisi normal. Saya tak sabar untuk menjajal trek baru di Indonesia yang tampaknya cukup cepat dan menyenangkan. Saya harap kalender musim depan tak berubah-ubah lagi," ujar pebalap yang dijuluki El Diablo tersebut, dalam bola.net.

Sependapat dengan El Diablo, pebalap dari tim Ducati yakni Francesco Bagnaia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pecco juga menyampaikan rasa antusias serupa perihal kesempatan untuk menjajal Sirkuit Mandalika, bahkan sudah menanti aksi para pebalap lain yang lebih dulu berlaga lewat World Superbike pada bulan November lalu.

Meski begitu, Pecco tidak menampik masih mengkhawatirkan situasi terkait pandemi yang terjadi.

“Bakal menyenangkan, namun kita masih harus melihat apakah kami bisa mengunjungi negara-negara seperti Malaysia, Jepang, Australia, atau Indonesia,” ujarnya.

Selain El Diablo dan Pecco, kali ini giliran dua pebalap dari tim Suzuki Ecstar yakni Alex Rins dan Joan Mir yang ikut menyampaikan keinginan besar untuk segera mengaspal di Sirkuit Mandalika.

Menurut mereka, selain karena penasaran ingin menjajal seperti apa sensasi menunggangi kendaraan masing-masing di lintasan tersebut, keduanya juga antusias karena diketahui memiliki banyak penggemar di tanah air.

Alex Rins dan Joan Mir bahkan mengungkapkan rasa antusiasnya pada saat peluncuran tim Suzuki Ecstar yang berlangsung secara virtual pada awal bulan Maret 2021 lalu, lebih tepatnya saat di mana keikutsertaan Sirkuit Mandalika sebagai salah satu sirkuit lintasan MotoGP 2022 masih sebatas rumor dan belum dikonfirmasi dengan jadwal pasti oleh Dorna Sports.

"Mandalika akan menjadi hal yang baik untuk kami dan tim Suzuki Ecstar, karena kami punya banyak penggemar dari Indonesia, dan sesungguhnya kami sangat tertarik karena Sirkuit Mandalika dibuat dari nol serta tata letaknya sangat bagus. Saya sangat ingin hadir di sana," ujar Alex Rins, menukil Detikcom.

Sementara itu, Joan Mir mengaku tertarik karena letak Sirkuit Mandalika diketahui memang berlokasi di pinggir pantai dengan suguhan pemandangan alam yang menakjubkan.

"Saya sangat tertarik dengan Sirkuit Mandalika, karena dibangun di dekat pantai dan dibuat dari nol. Seperti yang disampaikan Rins, penggemar kami di Indonesia juga sangat luar biasa," tambahnya.

Valentino Rossi Tak Sabar Ingin Jajal Sirkuit Mandalika

Kesan para pebalap yang lebih dulu berlaga di WSBK Mandalika

Kembali melakukan kilas balik ke gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika pada bulan November lalu, sejumlah pebalap kelas dunia diketahui berkesempatan untuk lebih dulu menjajal sirkuit baru ini.

Di saat yang bersamaan, sejak awal gelaran WSBK bahkan Asia Talent Cup (ATC) oleh berbagai pihak terutama pengelola dari Sirkuit Mandalika memang dijadikan sebagai tolak ukur sebelum menyambut perhelatan MotoGP.

Dalam artian segala kekurangan yang dirasakan oleh pebalap dari penyelenggaraan dua ajang balap tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sebelum sampai di gelaran balap motor yang lebih tinggi dan bergengsi.

Lantas apa kata para pebalap dunia yang sudah menjajal Sirkuit Mandalika lebih dulu pada bulan November lalu?

Kesan pertama datang dari juara dunia WSBK yakni Toprak Razgatlıoğlu. Pebalap asal Turki tersebut menyebut secara keseluruhan lintasan dari Sirkuit Mandalika cukup baik, dengan beberapa catatan kekuarangan yang menurutnya masih bisa ditolerir.

“Aspalnya sedikit tergerus di tikungan pertama. Sebenarnya kondisi tidak buruk, tetapi ketika mengikuti pebalap lain, batu serpihan aspal mengenai saya. tetapi, bukan masalah besar,” ujar Toprak kepada awak media, mengutip Suara.com.

Hal senada juga disampaikan oleh Jonathan Rea yang memenangi dua race saat gelaran WSBK Mandalika. Menurutnya, serpihan aspal yang sebelumnya disebut oleh Toprak berasal dari aspal yang mengelupas dan membuat lintasan menjadi kotor.

"Treknya bagus, layout-nya bagus, hanya sedikit kotor," ungkapnya.

Sementara itu kesan berbeda diberikan oleh Michael Van Der Mark yang pada saat berlaga di ajang yang sama mewakili tim BMW Motorrad, dirinya mengungkap keunggulan Sirkuit Mandalika saat digunakan selama balapan basah.

"Beberapa tempat nampak genangan air, tapi daya cengkeram sangat fenomenal. Ya, itu menunjukkan bahwa trek dapat menangani banyak air," ujar Michael.

Dengan berbagai kesan dan penilaian tersebut, diharapkan Sirkuit Mandalika mendapat berbagai perbaikan baik kecil atau besar, agar saat gelaran MotoGP 2022 mendatang para pebalap yang terlibat dapat mendapatkan kesan yang luar biasa saat selesai berlaga.

Jajaran Pebalap Indonesia yang Berlaga di Sirkuit Mandalika

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini