Kopi Kenangan Bawa Babak Baru untuk Industri Retail F&B Startup di Indonesia

Kopi Kenangan Bawa Babak Baru untuk Industri Retail F&B Startup di Indonesia
info gambar utama

Penutup tahun yang manis, kabar besar kali ini kembali datang dari industri startup Indonesia yang berhasil mencatatkan namanya di daftar perusahaan dengan gelar unicorn.

Dapat dikatakan berbeda, bukan dari bidang fintech, eCommerce, atau lainnya, pencapaian kali ini justru diraih oleh startup yang bergerak di bidang retail food & beverage (F&B) yakni Kopi Kenangan.

Kepastian mengenai gelar ini sendiri terkonfirmasi setelah CB Insights merilis daftar startup unicorn terbaru per bulan Desember 2021. Dari ratusan startup yang ada dalam daftar, terlihat nama Kopi Kenangan bertengger dengan detail nilai valuasi tepat di angka 1 miliar dolar AS, atau setara Rp14,2 triliun.

Tercapainya gelar unicorn ini diketahui terjadi setelah perusahaan yang pertama kali berdiri pada tahun 2017 tersebut mendapatkan pendanaan seri C pada tanggal 27 Desember, senilai 96 juta dolar AS atau setara Rp1,3 triliun dari Horizons Ventures, B Capital Group, dan tiga investor lainnya.

Mengulik lebih jauh mengenai jejak pendanaan yang diperoleh sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, siapa saja nama besar yang berada di balik babak baru Kopi Kenangan hingga berhasil meraih gelar unicorn?

Inilah Faktor Tumbuh Cepatnya Unicorn-Unicorn Baru Asia Tenggara

Jejak investor: pendiri facebook, rapper, dan petenis dunia asal AS

Jika mengulik riwayat dari laman Crunchbase, akan terlihat bahwa meski sudah berdiri sejak tahun 2017, namun pendanaan perdana yang didapatkan startup rintisan pria asal Bandung bernama Edward Tirtanata tersebut baru diperoleh pada tahun 2018, tepatnya di bulan Oktober.

Hampir sama seperti startup lainnya, dua perusahaan ventura skala global yang terlibat sepanjang pendanaan yang didapatkan Kopi Kenangan di antaranya adalah Sequoia Capital India dan Alpha JWC Ventures.

Secara lebih ringkas, catatan pendanaan yang disuntikkan kepada Kopi Kenangan diawali pada Oktober 2018 dengan status seed round dan nilai investasi 8 juta dolar AS. Di tahun 2019, mulai masuk pendanaan seri A yang berhasil mengumpulkan investasi bernilai 20 juta dolar AS.

Pada tahun tersebut pula, berita besar tersebar mengingat pihak yang tertarik untuk berinvestasi di startup satu ini rupanya merupakan sosok ternama yang dikenal sebagai salah satu pendiri pendamping Facebook (sekarang Meta) yakni Eduardo Saverin. Selain menjadi investor, Saverin bahkan diketahui juga menjabat sebagai salah satu Dewan Direksi perusahaan.

Tidak cukup sampai di situ, peluang yang ditawarkan oleh Kopi Kenangan sebagai startup di bidang retail F&B yang menjanjikan rupanya berhasil menarik minat pihak yang tidak memiliki latar belakang besar di bidang perusahaan teknologi, yaitu Jay-Z yang dikenal sebagai rapper kenamaan asal AS, dan mantan petenis tunggal putri nomor satu dunia versi Women's Tennis Association, Serena Williams.

Jay-Z memberikan suntikan dana melalui perusahaan konsultasi miliknya yakni Arrive, sedangkan Serena Williams memberikan pendanaan melalui Serena Ventures.

Berlanjut ke tahun berikutnya, 2020 dapat dikatakan sebagai tahun ‘emas’ bagi Kopi Kenangan. Bagaimana tidak? Jika dari investasi di tahun sebelumnya dana segar yang diperoleh masih ada di kisaran 20 juta dolar AS, pada tahun 2020 nominal tersebut meningkat lebih dari 10 kali lipat dengan pendanaan mencapai 209 juta dolar AS.

Sampai di 2021, barulah pendanaan terakhir di penghujung tahun ini yang menjadi modal untuk Kopi Kenangan berhasil meraih gelar unicorn.

Investor Asal Facebook Suntik Dana dan Jadi Dewan Direksi Kopi Kenangan

Mimpi menandingi dominasi Starbucks

Gerai Kopi Kenangan
info gambar

Dengan sederet dukungan besar di atas, rupanya ada misi besar pula yang dimiliki oleh Kopi Kenangan dalam mengukuhkan eksistensi mereka setidaknya di tanah air, yakni dengan menjadi pesaing besar bagi Starbucks.

Kelihatannya memang tidak dapat disandingkan karena retail kopi asal AS tersebut sudah memiliki jaringan dalam skala global. Namun, status Starbucks yang selama ini lekat dengan citra kopi eksklusif dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu justru menjadi celah besar bagi Kopi Kenangan untuk mendominasi pasar konsumen kopi di tanah air.

Kehadiran Kopi Kenangan justru dinilai dapat memangkas kesenjangan yang terjadi bagi konsumen yang ingin menikmati kopi dengan rasa berkualitas, namun di saat bersamaan bisa didapatkan dengan harga terjangkau.

Melansir technode global, berangkat dari misi tersebut Kopi Kenangan disebut memiliki tujuan untuk membangun ‘kerajaan’ bisnis kopi layaknya Starbucks yang setidaknya dimulai dari dalam negeri, tetapi dengan memanfaatkan teknologi melalui aplikasi seperti pemesanan online, pembayaran tanpa uang tunai, dan lain sebagainya.

Tercatat per bulan September 2021, Kopi Kenangan sudah memiliki sebanyak 532 gerai yang tersebar di 32 kota di Indonesia, di mana jumlah tersebut sudah dan akan terus bertambah.

Pada saat mendapatkan pendanaan fantastis di tahun 2020, CEO Kopi Kenangan yakni Edward Tirtanata menyatakan bahwa mereka juga memiliki rencana di jenjang selanjutnya yakni melakukan ekspansi ke kawasan Asia Tenggara, dengan target negara awal yaitu Malaysia, Thailand, dan Filipina.

"Kami telah bertumbuh begitu pesat sejak bisnis ini dimulai dua tahun lalu dan kami ingin terus belajar, serta meningkatkan layanan dan produk kami untuk memenuhi harapan pelanggan kami di Indonesia dan negara lain," ujar Edward, mengutip CNBC Indonesia.

Hari Kopi Sedunia: Kiprah Kedai Kopi Lokal di Kancah Internasional

Catatan pergerakan F&B startup di tanah air

FoodStartup Indonesia
info gambar

Pencapaian Kopi Kenangan saat ini mungkin dapat dikatakan sebagai langkah yang dapat memotivasi dan memberikan harapan baru bagi para pelaku startup industri serupa di tanah air.

Meskipun faktanya, sebelum Kopi Kenangan mulai mencuat ke permukaan, berbagai pihak termasuk pemerintah sudah mulai menggaungkan gerakan food startup yang terlihat riwayatnya sejak tahun 2016 silam, lewat program FoodStartup Indonesia (FSI).

FoodStartup Indonesia merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Bekraf dan Foodlab dan terus berjalan hingga saat ini. Sama seperti program inkubator startup pada umumnya, program ini akan memberikan pendampingan hingga pendanaan kepada sejumlah food startup yang ada di tanah air.

Per tahun 2021, tercatat sudah ada sebanyak lebih dari 20 ribu pelaku ekonomi kreatif di bidang makanan dan menghasilkan sebanyak 381 startup di bidang terkait yang berhasil menelurkan produknya ke pasar retail nasional.

Sejak berjalan secara resmi pada tahun 2017, setiap tahunnya program tersebut kerap melahirkan tiga retail F&B startup terbaik yang bisnisnya masih terus berjalan hingga saat ini, beberapa di antaranya adalah Ladang Lima, Tempe Krezi, Rosalie Cheese, Ppuff!, Prospero, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang paling populer dan dengan sukses memasarkan produknya di pasar retail nasional adalah Matchamu, F&B startup dengan produk utama berupa teh hijau yang pengembangannya dilakukan dengan lebih dulu melalui riset mulai dari dalam sampai luar Indonesia seperti China, Malaysia, Thailand, dan Jepang.

Upaya Mengurangi Limbah Makanan di Indonesia, Marsel Tansil: Yumm.It Hadir Sebagai Solusi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini