Persiapan Operator Tanah Air Hadapi Lonjakan Trafik Data di Perayaan Natal dan Tahun Baru

Persiapan Operator Tanah Air Hadapi Lonjakan Trafik Data di Perayaan Natal dan Tahun Baru
info gambar utama

Meski peringatan Hari Natal telah berlalu, namun di penghujung tahun ini masih ada momen perayaan menutup tahun sekaligus menyambut tahun baru 2022 yang akan terjadi kurang dari tiga hari lagi.

Sama seperti hari-hari besar pada umumnya, hal utama yang tidak dapat dikesampingkan adalah pola kebiasaan masyarakat tanah air yang sudah pasti membutuhkan konektivitas internet, dalam menyemarakkan perayaan yang biasanya dilengkapi dengan rutinitas membagikan momen natal dan tahun baru ke dunia digital.

Berangkat dari kondisi tersebut, situasi lonjakan trafik data sudah pasti tak terhindarkan, sehingga mengharuskan berbagai perusahaan penyedia layanan seluler atau operator mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Beruntung, sejak pertengah bulan Desember ini sejumlah operator di tanah air sudah melakukan sejumlah persiapan sesuai dengan masing-masing prediksi besarnya lonjakan trafik data yang akan terjadi.

Sejauh mana antisipasi dan persiapan yang telah dilakukan oleh tiap operator? Berikut detailnya.

Trafik Data Meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, Operator Berlomba Beri Layanan Terbaik

Smartfren prediksi kenaikan trafik tertinggi di Jabodetabek

Smartfren App
info gambar

Sebelum mempersiapkan langkah antisipasi, Smartfren terlebih dulu melihat potensi lonjakan trafik data yang terjadi. Pada saat momen perayaan natal lalu, kenaikan trafik yang terjadi diprediksi mencapai angka 5 hingga 8 persen secara nasional dibandingkan dengan hari biasa.

Sementara itu jika membahas mengenai wilayah yang mengalami kenaikan paling tinggi, Jabodetabek diprediksi akan mengalami lonjakan trafik data mencapai 10 persen.

Untuk perayaan tahun baru mendatang, kenaikan trafik data yang terjadi diprediksi akan ada di kisaran 10 hingga 15 persen dibandingkan hari biasa, dan wilayah Jabodetabek masih menjadi wilayah yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik paling tinggi.

Menyikapi prediksi tersebut, Smartfren diketahui melakukan sejumlah langkah antisipasi dengan menaikkan kapasitas jaringan sesuai dengan prediksi maksimal yang diperkirakan, yakitu sebesar 15 persen dibanding kapasitas jaringan pada hari biasa dalam skala nasional.

Namun, khusus wilayah Jabodetabek dan Provinsi Jawa Tengah, peningkatan kapasitas yang dilakukan sedikit lebih tinggi yakni sebesar 20 persen.

Selain peningkatan kapasitas jaringan, Smartfren memastikan bahwa mereka telah menggunakan teknologi mutakhir untuk seluruh jaringan yang berperan dalam memberikan koneksi internet terbaik guna membuat pelanggan mendapatkan akses berkecepatan tinggi nan stabil.

Agus Rohmat, selaku VP Network Operations Smartfren menyampaikan jika kenaikan trafik data yang akan terjadi nantinya masih akan dipengaruhi oleh berbagai kegiatan yang masih dilakukan secara online karena pandemi.

“Banyak sekali kegiatan yang dilakukan secara online, dan hingga sekarang semuanya tetap berlangsung secara online. Seperti pertemuan secara virtual maupun hiburan film dan musik menggunakan aplikasi streaming video, hingga kegiatan sehari-hari lainnya yang banyak memanfaatkan layanan internet,” jelasnya, seperti dikutip melalui siaran resmi perusahaan.

Kebutuhan Digital Makin Beragam, Smartfren Hadirkan Internet QuadPlay Pertama di Indonesia

Kenaikan trafik data Indosat diprediksi dapat mencapai 25 persen

Indosat
info gambar

Meski sama-sama mengacu dari kenaikan trafik data secara nasional yang ada di kisaran 10 persen, namun Indosat rupanya memiliki prediksi tersendiri berdasarkan analisa tren yang mereka lakukan.

Lebih tinggi dari operator sebelumnya, Indosat memproyeksikan bahwa kenaikan trafik data yang akan dialami berada di kisaran 20 hingga 25 persen dibandingkan hari biasa. Sementara itu jika bicara mengenai wilayah, Bodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara diprediksi akan menjadi wilayah yang mengalami peningkatan trafik tertinggi.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Indosat memastikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan kapasitas jaringan di angka 44 Petabyte (PB) per hari, yang diyakini lebih dari cukup untuk melayani puncak lalu lintas data.

Di sisi lain, akses konten dalam bentuk video diyakini menjadi faktor utama yang membuat penggunaan trafik data melonjak. Karenanya, Indosat melakukan peningkatan kualitas jaringan terhadap sebanyak lebih dari 70 ribu BTS (Base Transceiver Station) Tower 4G berkualitas video.

Untuk memastikan lalu lintas data yang berasal dari para pelanggannya berjalan dengan baik, Vikram Sinha selaku Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, mengatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan Command Center fisik terpusat untuk memantau ketersediaan dan kualitas jaringan selama 24/7 yang didukung Network Operation Center berbasis AI/ML (Artificial Intelligence/Machine Learning) serta otomatisasi.

“Kami akan memastikan jaringan Indosat Ooredoo siap mengantisipasi lonjakan trafik dan pergerakan pengguna selama masa perayaan nataru (natal dan tahun baru) serta memastikan tim operasional kami di lapangan dan Command Center siap memberikan respons yang cepat untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” pungkas Vikram.

Performa Operator Seluler Indonesia Masuk Kategori Global Rising Stars Versi OpenSignal

Persiapan 16 unit mobile BTS dan rekayasa pemecahan trafik dari XL

Ilustrasi penguatan jaringan XL
info gambar

Tidak jauh berbeda dari Smartfren, XL rupanya juga menjadi operator yang menggunakan prediksi kenaikan trafik data nasional sebagai acuan untuk melakukan persiapan dalam menghadapi momen nataru.

Mengacu pada kenaikan trafik yang berada di angka 5 hingga 10 persen, XL menyatakan telah meningkatkan kapasitas jaringan mereka sebesar dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Sementara itu titik wilayah yang mendapat perhatian lebih selama momen perayaan ini mencakup Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandar Lampung, dan Palembang.

Memiliki persiapan yang sedikit berbeda dibandingkan dua operator sebelumnya, XL kabarnya juga telah mempersiapkan skenario rekayasa pengalihan atau pemecahan trafik jika terjadi kepadatan di suatu daerah, agar tidak menyebabkan penurunan kualitas layanan kepada pelanggan.

Lebih jauh, untuk mengantisipasi kendala sinyal yang lemah, pengerahan sebanyak 16 unit mobile BTS (MBTS) juga telah dipersiapkan di berbagai titik lokasi yang membutuhkan dukungan penguatan kualitas sinyal, terutama di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Lombok.

Mengantisipasi kejadian tak terduga, I Gede Darmayusa selaku Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata bahkan menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sejumlah skenario penanggulangan yang dibarengi dengan persiapan 500 petugas layanan kontak pelanggan melalui call center.

“Kami telah menyiapkan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi accident yang tidak terduga, seperti misalnya banjir, gempa bumi, dan sebagainya yang sifatnya bencana, yang berpotensi menyebabkan putusnya pasokan listrik ke BTS-BTS. Untuk itu, tim kami di lapangan akan standby 24 jam selama masa libur ini.”

Operator Asal Indonesia ini Raih Penghargaan Prestisius Asia-Pasifik

Telkomsel optimalkan jaringan di 471 titik yang tersebar di seluruh Indonesia

Ilustrasi upaya pemantauan jaringan Telkomsel
info gambar

Tidak jauh berbeda dengan dua operator lain yang mengikuti acuan kenaikan trafik data nasional di kisaran angka 5 hingga 10 persen, Telkomsel juga memprediksi jika lonjakan trafik yang mereka alami akan berada di angka tersebut.

Lebih detail, operator satu ini memprediksi kenaikan sebesar 8,38 persen pada saat perayaan natal dibandingkan dengan hari biasa, sementara itu kenaikan pada saat perayaan tahun baru berada di angka 15,8 persen.

Selain trafik data, Prediksi kenaikan trafik juga datang dari komunikasi dalam bentuk SMS dan panggilan suara yang masing-masing berada di angka 3,25 persen dan 4,5 persen dibandingkan hari normal.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, penguatan kualitas dan pengamanan kapasitas jaringan dilakukan dalam bentuk pengoperasian lebih dari 132 ribu unit BTS berbasis 4G/LTE baru dengan tambahan 53 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), meningkatkan kapasitas gateway internet menjadi 7.262 Gbps, serta memperkuat lebih dari 2.300 BTS USO berteknologi 4G/LTE di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta perbatasan negara.

Lain itu, Telkomsel juga disebut telah memperluas cakupan VoLTE menjadi 320 kabupaten/kota

Sementara jika membahas secara spesifik mengenai wilayah yang mendapatkan jaminan pengamanan dan penguatan kualitas jaringan, cakupan wilayah tersebut berada dalam lingkup point of interest (POI) yang memiliki sebanyak 471 titik dan terdiri dari; 124 area residensial, 5 rumah sakit penanganan Covid-19, 266 area spesial (alun-alun dan pusat perbelanjaan), 6 tempat ibadah, serta 70 titik strategis di tiap provinsi.

Seluruh 471 titik tersebut tersebar di berbagai penjuru wilayah Indonesia.

Adiwinahyu Basuki Sigit, selaku Direktur Sales Telkomsel mengatakan bahwa pihaknya berharap persiapan yang dilakukan dalam menyambut momen spesial ini dapat memenuhi harapan para pelanggan.

“Kami berharap komitmen Telkomsel untuk selalu memberikan yang terbaik melalui penyediaan produk dan layanan yang customer-centric, dapat menemani keseruan pengalaman pelanggan di momen yang penuh semangat berbagi dan kebangkitan serta harapan yang baru,” ujar Sigit.

Speedtest Global Index: Telkomsel jadi Provider Internet Tercepat di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini