Dirikan Sekolah Drum, Aries Garasi: Minat Anak Indonesia Bermain Drum Sangat Tinggi

Dirikan Sekolah Drum, Aries Garasi: Minat Anak Indonesia Bermain Drum Sangat Tinggi
info gambar utama

''Selama pandemi, saya pun gulung tikar dan perekonomian hancur. Lalu saya bangkit pada Agustus 2021 dan memberanikan diri membuka les drum di rumah sendiri.''

---

Siapa yang tak tahu grup musik beraliran electronic rock bernama Garasi?

Band yang terbentuk pada tahun 2005 ini mulai tampil ke publik dalam rilis film “Garasi” yang diproduseri oleh Mira Lesmana. Personel band Garasi terdiri dari Fedi Nuril (gitar), Ayu Adhistya (vokal), Aries Budiman (drum), dengan additional Wembri Arlistha (bass) dan Mumamad Jamil Hasyani (gitar).

Kini, salah satu personelnya yaitu Aries Budiman, diketahui mendirikan sekolah drum di kampung halamannya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dengan keterampilannya menabuh drum, sang musisi melatih anak-anak di sekitar tempat tinggalnya untuk belajar alat musik.

Aries paham betul bahwa belajar tak melulu harus menggunakan metode yang formal. Dalam melatih anak-anak didiknya, ia memiliki pendekatan tersendiri dan membuat suasana belajar jadi menyenangkan. Bahkan, lokasi belajar pun tak selamanya di studio karena Aries sering mengajak muridnya belajar dan tampil di alam, mulai dari pantai hingga pegunungan.

Untuk mengetahui kegiatan Aries bersama anak-anak di sekolah musiknya, berikut rangkuman pembicaraan sang musisi dengan Dian Afrillia dari GNFI, Kamis (30/12/2021).

Perkembangan Musik Tradisi, Dewa Budjana: Musisi Etnik Indonesia Tidak Pernah Habis
Kegiatan Aries Garasi Drum School | Dok. Pribadi Aries Budiman
info gambar

Boleh diceritakan tentang awal mendirikan AGDS?

Saya dulu pernah mengajar di salah satu sekolah musik ternama di Sukabumi dari tahun 2012-2015. Setelah itu saya bekerjasama mendirirkan sekolah musik dengan salah satu pengusaha di Sukabumi juga dari tahun 2016-2019.

Karena pandemi, semua tempat les musik harus tutup dan selama pandemi pun akhirnya sebagian sekolah musik di Sukabumi bangkrut.

Selama pandemi, saya pun gulung tikar dan perekonomian hancur. Lalu saya bangkit pada Agustus 2021 dan memberanikan diri membuka les drum di rumah sendiri. Waktu itu belum terpikir nama sekolahnya apa. Targetnya mengajar anak-anak kampung sekitar rumah saya.

Awalnya saya tidak memungut biaya sedikitpun, yang penting anak-anak kampung mau belajar drum. Berjalan satu bulan selama Agustus itu saya berhasil mengumpulkan 15 anak kampung yang mau belajar drum secara gratis selama sebulan belajar setiap hari bersama saya.

Alhasil 15 anak didik itu sudah bisa memainkan alat musik drum dengan diiringi lagu minus one drum atau karaoke drum.

Di bulan September sata mencoba membuat event kecil-kecilan di halaman rumah dan menampilkan 15 anak didik saya. Alhamdulillah setelah event tersebut semakin banyak anak yang berminat untuk belajar drum dan murid pun bertambah dua kali lipat.

Dari situ saya baru memikirkan brand atau nama sekolah musik yang cocok dan banyak yang menyarankan kenapa enggak pakai nama sendiri ditambah nama band Garasi juga. Di situlah baru saya memutuskan untuk memberi nama Aries Garasi Drum School (AGDS).

Per bulan Oktober, saya rutin membuat event drum setiap minggu. Selama satu bulan dari kampung-kampung hingga ke perumahan yang memang banyak anak-anak dengan tujuan mempromosikan AGDS.

Alhamdulillah, sekarang AGDS pusat berada di daerah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan sudah ada cabang di daerah Cidahu, BPR Parung Kuda, Lapang Parung Kuda, Pamuruyan 1, Pamuruyan 2, dan Kampung Pintu. Pada Desember ini, total murid aktif ada 187 orang.

Apa tujuan Aries mendirikan sekolah musik?

Tujuan saya mendirikan sekolah musik AGDS ini tentunya selain memperbaiki perekonomian saat ini, saya juga mendengar keluhan dari para orang tua. Sebagian besarnya seperti anak jarang beraktivitas fisik dan selalu setiap hari bermain gadget, juga anak-anak jarang bersosialisasi dengan teman-temannya.

Jadi tugas saya juga selain mengajarkan mereka bermain drum, sekaligus pengalihan untuk tidak terus-terusan main gadget. Selain itu juga menggairkahkan minat anak-anak untuk mendengarkan musik.

Kelihatannya AGDS tidak hanya berfokus pada drum, apa saja kegiatannya?

AGDS memang tidak berfokus pada drum saja, kita juga merekrut instruktur tari tradisional dan musisi tradisional juga. Jadi saya suka mengonsep beberapa grup seperti drum, perkusi, tari, saron, dan gendang. Grup ini saya orbitkan supaya bisa perfrom di mana-mana.

Mengembangkan Musik Etnik Indonesia Sebagai Kekayaan Budaya
Kegiatan Aries Garasi Drum School | Dok. Pribadi Aries Budiman
info gambar

Untuk lokasinya di Sukabumi, apa ada alasan tertentu?

Untuk lokasinya memang saya asli dari Cibadak, Kabupaten Sukabumi dan tinggal di sini juga. Kebetulan ada studio dan halaman luas jadi saya buat rumah saya itu seperti padepokan untuk para drummer.

Studio itu dipakai juga belajar drum, tapi kadang kita juga butuh suasana yang beda dan kalau cuaca cerah kita belajar drum di outdoor.

Apakah murid AGDS memang kebanyakan anak-anak?

Untuk murid sebetulnya tidak saya batasi mau umur nya berapapun. Kalau anak-anak yang penting dia pas duduk di kursi drum, kakinya bisa sampai ke pedal bass drum. Saya punya murid paling kecil umur 4 tahun dan kebanyakan memang anak TK, SD, SMP, dan paling tua umur 42 tahun.

Apa keunggulan AGDS dibanding sekolah musik lain?

Keunggulan AGDS dari sekolah musik lain adalah kita sebulan dua kali mengadakan event drum, entah itu tampil di halaman AGDS pusat atau di daerah lain saat kita melakukan promo.

Kita juga ada event besar tahunan seperti pool party atau bermain drum di kolam renang, beach party, back to nature, atau bermain drum di pegunungan, serta drum competition, yaitu lomba khusus murid AGDS.

Jadi, murid AGDS memang selalu banyak tampil untuk mengasah mental mereka di atas panggung.

Bagaimana metode belajar drum yang dilakukan selama ini?

Metode pengajaran saya cukup unik, jadi saya bisa membuat anak bermain drum dan mengiringi musik cuma dua kali pertemuan aja. Sebelumnya ada beberapa yang harus dijalankan terlebih dahulu, yaitu si anak harus nyaman sama saya dan memposisikan saya sebagai teman, bukan guru.

Kemudian si anak akan diperdengarkan beberapa rekomendasi lagu dan video drum cover agar si anak semakin berminat, setelah itu baru kita masuk kelas dan biasaya mengalir saja.

Jujur saya tidak memakai buku panduan yang banyak teorinya, malah itu akan membuat si anak bosan. Tapi tetep saya pun memberikan edukasi teori drum seperti membaca not balok dan sejarah drum, tapi itu sebulan cuma satu kali ajah selebihnya praktik.

Apakah Aries turun langsung untuk mengajar secara rutin?

Untuk saat ini semua murid saya yang handle dan saya yang ngajar. Mungkin kalau target sudah lebih dari 200 murid, saya akan rekrut pengajar dari luar.

Bicara Musik Etnik dan Budaya Betawi, Ipank HoreHore: Kite Anak Muda Nyang Kudu Jagain Obornye
Kegiatan Aries Garasi Drum School | Dok. Pribadi Aries Budiman
info gambar

Bagaimana pandangan Aries terhadap minat anak muda di Indonesia terhadap drum saat ini?

Menurut saya minat anak-anak Indonesia untuk bermain drum sangatlah tinggi dengan terbukti banyaknya event kompetisi drum yg di gelar di berbagai daerah Indonesia, lalu komunitas drummer yang selalu menggelar event di daerah nya masing-masing.

Sukabumi sendiri termasuk komunitas drummer paling terbanyak dan teraktif sampai saat ini.

Apa saja kesibukan Aries saat ini?

Saat ini saya sibuk bersama AGDS, jadwal mengajar Senin sampai Sabtu dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Hari Minggu, biasa dipakai untuk event kecil di halaman AGDS pusat atau promo di tempat lain.

Apa tantangan yang dihadapi dalam menjalankan sekolah musik?

Tantangan saat ini saya mengajar di berbagai cabang AGDS. Setiap saya mengajar saya selalu membawa drum elektrik, sound system, dan set up sendiri karna di kampung lain tidak ada fasilitas studio seperti di AGDS pusat, jadi mau tidak mau saya harus membawa fasilitas untuk mereka belajar.

Untuk kendala lain sampai saat ini masih aman-aman saja. Paling kalau murid sudah mulai bertambah saya harus buru-buru merekrut instruktur drum.

Dampak apa yang diharapkan dari sekolah musik ini?

Setidaknya dari seratus lebih murid saya, dua atau empat pasti akan ada yang berprestasi dan saya percaya itu. Hal yang bikin saya selalu menangis terharu itu pada saat anak tersebut tampil dan ditonton oleh orang tuanya, dan saya melihat wajah orang tua tersebut mencerminkan kebanggaan melihat anaknya tampil di atas panggung.

Apa harapan Aries untuk AGDS ke depannya?

Mimpi boleh tinggi, karena mimpi itu pijakan saya untuk pencapaian AGDS ke depannya. Untuk melebarkan AGDS di kota lain tidak menutup kemungkinan karena semua akan tercapai jika kita fokus dan konsisten walaupun kita sedang terpuruk dan di bawah.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini