PLN dan Industri Kecil Menengah NTB Hadirkan Electric Boat Pertama di Indonesia

PLN dan Industri Kecil Menengah NTB Hadirkan Electric Boat Pertama di Indonesia
info gambar utama

Bicara mengenai kendaraan listrik, upaya inisiasi yang dilakukan berbagai pihak di Indonesia baik itu pemerintah atau pihak swasta, untuk melakukan transformasi sepenuhnya ke arah kendaraan ramah lingkungan tentu sudah bukan menjadi hal yang baru.

Mulai dari mobil, sepeda motor, bahkan hingga taksi terbang sudah menunjukkan eksistensinya meski masih dalam skala kecil dan belum masif. Ditambah, dukungan infrastuktur untuk melancarkan transformasi kendaraan ramah lingkungan perlahan tapi pasti mulai dibangun baik dalam skala besar atau kecil pula.

Kendaraan listrik di darat sudah cukup masif, sementara untuk transportasi udara pun sudah mulai terlihat meski baru ada satu pemain. Kali ini, giliran transportasi listrik di medan laut atau bahari yang mendapatkan kesempatan serupa, lewat kemunculan boat electric atau eBoat yang dihadirkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Tidak sendiri, dalam penggarapannya PLN diketahui menggandeng Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Nusa Tenggara Barat selama beberapa bulan terakhir, sebagai upaya untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik yang ada di Indonesia.

Seperti apa detail dan kemampuan yang dibawa oleh eBoat PLN?

Kendaraan Listrik Sebagai Transportasi Ramah Lingkungan di Masa Depan

Buatan dan produksi lokal dengan kucuran dana Rp500 juta

Kemunculan eBoat garapan PLN dan IKM NTB bernama Sasak Speedboat pertama kali diperlihatkan ke publik pada hari Selasa (28/12/2021) lalu, di kawasan Pantai Senggigi, Pulau Lombok.

Mengutip keterangan resmi, penggarapan eBoat ini pada dasarnya merupakan bentuk tanggung jawab PLN dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat dan industri sekitar di bawah binaan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Dalam pembuatannya, dijelaskan bahwa dana yang digelontorkan untuk membuat kendaraan laut tersebut mencapai Rp500 juta.

“Ini peluang bagus PLN menangkap industrialisasi. Bagian langkah kecil yang apabila dikawal akan memberikan dampak yang besar bagi NTB di masa depan”, ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi.

Sementara itu Lasiran, selaku General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB mengungkap, pembuatan eBoat ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terus berjalan setelah rangkaian dukungan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Ini merupakan satu lompatan besar di NTB untuk teknologi kendaraan listrik. Setelah sebelumnya berkolaborasi untuk sepeda listrik matrik, PLN kembali meluncurkan eBoat,” tuturnya.

Sementara itu dalam keterangan berbeda, pimpinan IKM Sasak Speedboat yakni Muhammad Kamil mengungkap, jika dalam proses pembuatannya semua material yang digunakan berasal dari bahan lokal dan dibuat dalam waktu yang cukup singkat.

"Semua bahan bakunya juga lokal dan lama pengerjaannya makin singkat tiga atau empat bulan", jelas Kamil, mengutip Detikcom.

Indonesia 2050: Kendaraan Listrik, dan Ambisi Besar Nol Emisi Karbon

Spesifikasi dan kemampuan yang ditawarkan

eBoat
info gambar

Meski masih hadir sebagai versi prototipe, namun eBoat tersebut diklaim mampu dioperasikan lima kali lebih efisien ketimbang kapal motor konvensional.

Membahas bentuknya secara fisik, dijelaskan bahwa eBoat ini memiliki dimensi panjang 7,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 2,25 meter. Dengan mengandalkan mesin motor AC, daya yang dihasilkan dapat mencapai angka 20 kilowatt.

Lebih detail, baterai yang dipakai berjumlah 10 boks dengan masing masing boks memiliki 15 sel. Jika ditotal, rangkaian baterainya memiliki kapasitas 96 Volt/500Ah yang tahan untuk digunakan selama dua jam di laut.

Merujuk penjelasan Kamil yang dimuat oleh Tempo, lama waktu yang dibutuhan untuk pengisian daya berkisar di durasi dua jam dengan mekanisme fast charging, di mana proses pengisian energi juga dapat menggunakan listrik satu phasa dan tiga phasa dengan daya minimal 7.700 Volt Ampere (VA).

''Kalau charging-nya perlu dua jam. Tapi jika menggunakan daya rumahan atau satu phasa perlu waktu delapan jam," jelas Kamil lebih jauh.

“Penggunaan listrik lebih murah apabila dibandingkan dengan penggunaan minyak. Dengan perahu listrik ini, efisiensinya lima kali lebih hemat dibanding menggunakan minyak,”

Tidak hanya itu, eBoat tersebut juga sudah dilengkapi dengan tiga fitur penting yaitu smart wireless key, auto balancing/self balancing, dan black box.

Teknologi eBoat ini tentu masih akan terus dikembangkan untuk selanjutnya dapat diproduksi secara massal. Namun sejalan dengan hal tersebut, apabila terdapat dukungan dari seluruh pihak maka bukan tidak mungkin NTB akan menjadi pemimpin dalam pengembangan kendaraan listrik terutama di bidang transportasi laut atau bahari di Indonesia.

Ambisi dan Tantangan Besar Indonesia dan Thailand Menjadi Pusat Kendaraan Listrik ASEAN

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini