Memasuki Tahun Target, Sejauh Mana Progres Tol Solo-Yogyakarta?

Memasuki Tahun Target, Sejauh Mana Progres Tol Solo-Yogyakarta?
info gambar utama

2022 bukan hanya menjadi tahun yang dipenuhi dengan agenda skala nasional atau rencana pembangunan infrastruktur baru di sejumlah wilayah. Di tahun ini pula telah dinanti sejumlah perampungan dari beberapa infrastruktur yang sudah dimulai sejak tahun-tahun sebelumnya, salah satu yang paling banyak dinanti yakni Tol Solo-Yogyakarta.

Pertama kali dipastikan rencana pembangunannnya oleh Sri Sultan HB X pada tahun 2018, jalan cepat yang berdasarkan kesepakatan akhirnya dibangun dengan konsep elevated (tol layang) tersebut telah melalui sejumlah tahap awalan mulai dari penentuan tender, pembebasan lahan, dan lain sebagainya.

Sama seperti sejumlah pembangunan infrastruktur yang tidak bisa berjalan dengan instan, sejumlah kendala pastinya dialami dari proyek satu ini termasuk pada saat pandemi tahun 2020 lalu.

Dilaporkan bahwa pada awal tahun 2020 proses pembangunan sempat terhenti selama tiga bulan, sampai akhirnya dilanjutkan kembali pada bulan Juni dengan diawali tahap penetapan lokasi dengan proses pematokan dan konstruksi.

Sempat ditargetkan rampung pada pertengahan atau paling lambat akhir tahun 2022, akankah target tersebut terealisasi?

Dan Sri Sultan Pun Setuju Tol Solo - Jogja - Semarang. Ini Rutenya

Seksi 1 rampung 25 persen di akhir tahun 2021

Tol
info gambar

Sekadar informasi, secara keseluruhan tol Solo-Yogyakarta yang juga menguhubungkan Bandara YIA Kulon Progo dengan total anggaran di angka Rp26,63 triliun ini, nantinya akan memiliki panjang mencapai 96,57 kilometer dan terdiri dari tiga seksi.

Tiga seksi yang dimaksud terdiri dari seksi 1 yang menghubungkan Kartasura-Purwomartani sepanjang 42,37 kilometer, dilanjut dengan seksi 2 yang menghubungkan Purwomartani-Gamping sepanjang 23,43 kilometer, kemudian seksi 3 Gamping-Purworejo dengan panjang lintasan 30,77 kilometer.

General Manager Lahan dan Utilitas PT JogjaSolo Marga Makmur (JMM), Muhammad Amin pada hari Selasa (16/11/2021) mengungkap, bahwa di akhir tahun 2021 proyek ditargetkan rampung dengan persentase mencapai 25 persen.

"Target pada 2021 kalau tidak salah untuk konstruksi 25 persen dari total seksi, sampai Ngawen. Saat ini kami fokus di struktur membuat boks jalan dan boks air serta sebagian untuk menguruk,” jelasnya dalam HarianJogja.

Bicara mengenai kontraktor, langkah percepatan pengerjaan seksi 1 dilakukan dengan membagi penyedia jasa menjadi 2 sub-seksi, yaitu seksi 1.1 ruas Kartasura–Klaten dan seksi 1.2 ruas Klaten–Purwomartani. Untuk seksi 1.1 dipegang oleh PT Adhi Karya yang dijadwalkan rampung pada bulan September 2022, kemudian dilanjut dengan penggarapan seksi 1.2 yang dipegang oleh PT Dayamulia Turangga.

Secara keseluruhan, Amin mengungkap bahwa dirinya optimis pembangunan Tol Solo-Yogyakarta seksi 1 Kartasura-Purwomartani ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2023.

Kapan Jalan Tol Solo - Jogja Mulai Dibangun? Ini Jawabnya

Pembayaran ganti rugi untuk pembebasan lahan

Lain itu, diketahui bahwa tol ini nantinya akan membuka akses lahan di wilayah pemukiman Klaten melalui proses ganti rugi bagi masyarakat yang terdampak.

Dijelaskan bahwa luas tanah di Klaten yang terdampak proyek ini berkisar di sebanyak 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di sebanyak 50 desa yang terdiri dari 11 kecamatan yakni Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Hingga pertengahan November lalu, disebutkan bahwa dari total Rp26,63 triliun anggaran yang dimiliki, sekitar Rp1,7 triliun telah diserap untuk pembayaran ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.

Lebih detail, tim pembebasan lahan disebut telah mencairkan uang ganti rugi senilai Rp950 miliar yang telah dibayarkan kepada warga yang bermukim di sebanyak 19 desa pada empat kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Ceper, dan Karanganom.

Sementara itu di wilayah berbeda tepatnya di penghujung dekat Kabupaten Kulon Progo, proses pencairan dana ganti rugi juga tengah berjalan sesuai dengan rencana, salah satunya di wilayah Kalurahan Purwomartani, Kabupaten Sleman.

Mengutip Suara.com, tak dimungkiri jika pada awalnya terdapat penolakan dari sejumlah warga yang tidak ingin memberikan lahannya. Namun, menurut Sugiharta selaku Kepala Dukuh Temanggal, penolakan tersebut terjadi karena beberapa penyebab yang kemudian sudah ditemukan solusinya.

"Ada yang menilai jumlah nominal yang ditawarkan tim proyek, tidak sesuai harapan mereka. Ada juga yang waktu itu belum tahu nominal ganti rugi yang akan mereka dapatkan, kalau sekarang ini kan sudah tahu," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa nilai ganti rugi yang diberikan rata-rata berada di harga yang sama.

"Nilai ganti rugi hampir sama, hanya mungkin bedanya karena lokasi pinggir kali lebih rendah (nominalnya), pinggir jalan lebih tinggi. Hanya, tadi saya lihat rerata nilai ganti rugi per meternya sudah Rp3 juta. Belum ditambah bangunan, tanaman, non fisik," tambahnya.

Dari Trans Sumatra hingga Cisumdawu, 427 KM Tol Baru Selesai Akhir 2021

Target rampung dan beroperasi total di tahun 2024

Target awal yang menetapkan tahun 2022 untuk menjadi tahun perampungan secara total dari proyel tol Solo-Yogyakarta sayangnya harus meleset hingga tahun 2024.

Terlepas dari seksi 1 yang ditargetkan rampung di bulan Agustus 2023, tentunya masih ada jalan panjang sampai jalan tol Solo-Yogyakarta ini dapat beroperasi secara penuh, di mana pembangunan akan dilanjutkan terlebih dahulu dengan seksi 2 dan seksi 3 yang saat ini masih dalam tahap persiapan pekerjaan fisik.

Dengan lebih dulu melihat potensi yang akan dimiliki dengan penyelesaian tol Solo-Yogyakarta seksi 1, Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR mengatakan bahwa jalur yang juga terhubung dengan tol Trans Jawa ruas Semarang-Solo ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah segitiga emas Joglosemar (Yogyakarta-Solo-Semarang).

"Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mengatasi kepadatan lalu lintas terutama arus komoditas," ujar Basuki dalam keterangan resmi, Jumat (24/9/2021).

Sementara itu berdasarkan penjelasan Pemkab Kulonprogo yang akan menjadi titik akhir dari tol Solo-Yogyakarta, secara keseluruhan pembangunan proyek tersebut diharapkan dapat beroperasi secara bertahap pada 2023 dan ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2024 mendatang.

Tak kalah memiliki potensi besar, jika seksi 2 dan 3 sudah rampung jalur ini diyakini dapat berdampak positif untuk kelancaran arus lalu lintas di wilayah Sleman-Yogyakarta-Wates hingga Purworejo, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya sektor pariwisata di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Tol Yogyakarta - Solo Akan Permudah Akses Bandara Kulon Progo

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini