Menikmati Keindahan Wisata Hijau bersama Taman Mangrove PIK

Menikmati Keindahan Wisata Hijau bersama Taman Mangrove PIK
info gambar utama

Jika kamu tengah berkesempatan untuk mengunjungi Pantai Indah Kapuk (PIK) yang terletak di daerah utara Jakarta, kamu bisa mengunjungi banyak tempat-tempat menarik di sana. Mulai dari wisata kuliner, spot foto menarik, sampai berwisata lingkungan yang jarang sekali ditemukan di tengah-tengah kota.

Jika kamu tertarik dengan destinasi wisata hijau, maka kamu harus berkunjung ke Taman Mangrove PIK. Taman Mangrove PIK atau yang lengkapnya adalah Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk terletak di Kamal Muara, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Tempatnya tepat berada di tengah-tengah kawasan elit Pantai Indah Kapuk. Berdekatan dengan megahnya PIK Avenue, dan berseberangan dengan Sekolah dan Yayasan Tzu Chi yang terkenal. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk menjadi permata hijau yang tersembunyi di tengah nuansa kota modern Pantai Indah Kapuk.

Kamu dapat menjangkau Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk yang memiliki luas 99,82 hektar ini dengan akses tol dalam kota maupun Tol JORR dengan kendaraan pribadi. Namun, apabila kamu pengguna transportasi umum, maka kamu bisa menaiki busway TransJakarta.

Bertepatan dengan lokasi tersebut, ternyata mangrove memberikan banyak manfaat. Jakarta sebagai sebuah ibukota yang memiliki permasalahan lingkungan berupa kurangnya lahan terbuka untuk mengurangi dampak tingkat polusi udara yang cukup tinggi. Selain itu, garis pantai Jakarta mulai terkikis yang membuat permukiman menjadi lebih rendah dari permukaan air.

Tanaman mangrove yang hidup di lahan basah dapat meredam gelombang besar dari lautan seperti halnya tsunami. Di lahan terbuka inilah, taman mangrove menjadi habitat bagi beberapa jenis satwa liar. Dengan kemampuan menyerap karbondioksida yang lebih banyak ukuranya dibandingkan hutan tropis di dataran tinggi, taman mangrove memiliki segudang manfaat.

Di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, kamu dapat berpartisipasi dalam penanaman mangrove. Selain itu, kamu juga bisa menginap di resort atau area camping yang tempat ini miliki. Menaiki perahu menyusuri hutan mangrove juga dapat kamu lakukan sembari menikmati pemandangan indah yang semakin memukau ketika sore hari saat matahari terbenam.

Kamu juga dapat menikmatinya dengan berduduk santai di kafe yang terletak di tengah-tengah hutan bakau. Harga makanan dan minuman yang dijual juga cukup terjangkau. Untuk dapat memasuki Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, kamu cukup membayar Rp.30.000 untuk hari kerja, dan Rp.35.000 di akhir pekan atau hari libur.

Catat waktu buka dan tutupnya! Tempat ini mulai beroperasi dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Ingat, jangan datang di waktu yang berdekatan dengan jam 5 karena tempat ini akan benar-benar ditutup saat hari sudah gelap.

Sejarah Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk

Pemandangan di Taman Mangrove PIK © Fishya Elvin
info gambar

Awal mula lokasi Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk ini dimulai sejak tahun 1998, dimana puluhan penambak liar direstorasi. Tambak ikan menghilangkan pepohonan di kawasan ini ditambah merusak alam dan ekosistem mangrove. Pembersihan dan pemulihan daerah ini memakan waktu 12 tahun, sebelum akhirnya diresmikan pada tanggal 25 Januari 2010 oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Sejak saat itu, kawasan ini bukan hanya dijadikan sektor pemulihan lingkungan, tetapi juga menjadi tempat rekreasi sekaligus edukasi.

Dilansir dari jurnal Global Change Biology, keberadaan mangrove mengambil peran penting untuk menjaga penurunan gas rumah kaca dan mendukung program menghadapi perubahan iklim. Tumbuhan mangrove memiliki kepadatan karbon tertinggi di antara flora di hutan tropis mana pun. Ekosistem 'karbon biru' ini dapat menyimpan sejumlah besar karbon untuk waktu yang lama.

Sayangnya, terdapat penurunan dari jumlah tanaman mangrove yang ditanam di seluruh dunia. Hal ini membuat emisi karbon yang ada di lingkungan juga dapat terus bertambah, apabila mangrove tetap mengalami penurunan. Oleh karena itu, mari kita jaga wisata hijau taman mangrove dan budidaya mangrove secara keseluruhan untuk menghindari perubahan iklim.

Referensi: Global Change Biology | Nature Communications | Taman Mangrove Jakarta

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini