Pentingnya Peran Padang Lamun Sebagai Penunjang Kehidupan Biota Laut

Pentingnya Peran Padang Lamun Sebagai Penunjang Kehidupan Biota Laut
info gambar utama

Membahas soal ekosistem penting di wilayah pesisir dan laut, Anda tentu sudah mengenal bakau dan terumbu karang. Selain itu, sebenarnya ada jenis ekosistem lain yang masih jarang terdengar yaitu padang lamun. Laun merupakan tumbuhan air berbunga yang hidup terbenam di lingkungan laut.

Keberadaan lamun sangat penting dalam penyediaan makanan bagi biota laut dan menjadi semacam rumah bagi ikan-ikan kecil. Peran lamun sangat penting karena dapat menopang kehidupan terumbu karang, bakau, dan ikan-ikan.

Selama ini, konservasi terhadap terumbu karang dan bakau sudah sering dikampanyekan. Namun, lamun agaknya sedikit terlupakan. Dari seluruh luas lautan di Indonesia, 75-90 persen padang lamun rusak. Hanya padang lamun di wilayah timur saja yang kondisinya masih baik, seperti di Maluku, Sangihe, dan Seram.

Menurut Dr. Ir. Ono Kurnaen Sumadhiharga, MSc, Ahli Peneliti Utama Bidang Biologi Laut Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), padang lamun sangat sensitif terhadap gangguan dari aktivitas manusia.

Ekosistem ini mudah hancur dan mati begitu terkena limbah minyak, tertabrak kapal yang melintas, dan terkena bom yang digunakan untuk menangkap ikan. Dari seluruh luas lautan di Indonesia, 75-90 persen padang lamun rusak. Lantas apa itu padang lamun dan seberapa penting perannya sebagai salah satu ekosistem laut?

Saksi Peristiwa Bersejarah, Memahami Potensi Sumber Daya Laut Arafura

Mengenal apa itu padang lamun

Lamun adalah tumbuhan berbunga yang tumbuh dengan baik di laut dangkal sekitar 40 meter dan tumbuh berkerumun. Perlu diingat bahwa lamun (seagrass) berbeda dengan rumput laut (seaweed). Lamun merupakan tumbuhan monokotil atau berbiji satu, meski terbenam di dalam air, ia tetap memiliki akar, rimpang, daun, bunga, dan buah.

Lamun memiliki pola hidup yang seringkali berupa hamparan maka disebut dengan padang lamun. Wilayah perairan yang ditumbuhi lamun biasa disebut padang lamun dan menjadi ekosistem yang khas. Padang lamun juga dapat didefinisikan sebagai hamparan vegetasi lamun yang menutup suatu area di laut dangkal. Lamun mudah ditemukan di perairan laut yang jernih dan menghubungkan ekosistem bakau dengan terumbu karang.

Lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga yang memiliki kemampuan beradaptasi di perairan dengan fluktuasi salinitas tinggi, yaitu air laut. Di Indonesia, tercatat ada 12 spesies lamun yang tergolong dalam dua famili dan tujuh genus.

Adapun spesies lamun di perairan Tanah Air yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrrulata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila decipiens, Halophila minor, Halophila ovalis, Halophila spinulosa, Halophila sulawessi, Syringidium isoetifolium, Thalasia hemprichii, dan Thalasodendrom ciliatum.

Lamun juga menjadi salah satu indikator kejernihan air laut. Semakin kotor air laut, maka akan sedikit pula lamun yang tumbuh. Sebaliknya, jika lamun tumbuh subur, berarti ekosistem tersebut tergolong sehat.

Mengenal Pencemaran Suara di Lautan Kita

Peran padang lamun dalam

Padang lamun | @Damsea Shutterstock
info gambar

Keberadaan padang lamun secara fisik berfungsi sebagai sebagai stabilisator sedimen di dasar perairan dan melindungi pantai dari gempuran ombak dan arus. Dari sisi ekologi, padang lamun berperan dalam menghasilkan bahan organik, habitat bagi berbagai hewan laut, dan menjadi daerah asuhan untuk larva ikan dan biota lain. Perlu diketahui bahwa banyak jenis ikan karang dan biota lain yang larvanya dibesarkan di padang lamun.

Padang lamun merupakan tempat berlindung, juga menyediakan makanan bagi larva-larva tersebut. Bahan organik yang dihasilkan padang lamun mampu menghidupi berbagai biota laut seperti ikan duyung dan penyu hijau. Hewan dan tumbuhan perairan seperti alga, udang, dan kerang juga sering menempel di padang lamun.

Pertumbuhan daun yang lebat dan perakaran yang padat, lamun juga berfungsi sebagai stabilisator dasar perairan. Vegetasi lamun dapat memperlambat gerakan air yang disebabkan arus dan ombak, serta membuat perairan di sekitarnya menjadi lebih tenang. Kumpulan lamun dapat berperan penting dalam mencegah erosi dan menjadikan air lebih jernih.

Lamun juga merupakan suatu komoditas yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Contohnya, dibakar dan diambil garamnya, soda atau penghangat, pengisi kasur, untuk kompos dan pupuk, penyaring limbah, bahan untuk kertas, pakan ternak, hingga bahan obat-obatan.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sudah cukup mengenal lamun. Secara tradisional mereka biasa menganyam lamun untuk jadi keranjang dan membuat atap rumbia.

Taman Laut Olele Tawarkan Keindahan Koral Salvador Dali

Pentingnya pelestarian padang lamun

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2018-2019, dinyatakan bahwa padang lamun di Indonesia masuk kategori kurang sehat. Padahal, padang lamun yang sehat akan berpengaruh pada kehidupan biota laut lain yang bergantung kepadanya.

Aktivitas manusia seperti reklamasi, pengerukan, penangkapan ikan berlebihan, budidaya tak ramah lingkungan, dan akumulasi sampah plastik yang menghalangi lamun mendapat cahaya matahari adalah beberapa faktor yang dapat merusak lamun. Begitu juga dengan polusi minyak, penambangan pasir dan karang, kualitas air yang buruk, dan pertanian rumput laut.

Berbagai kegiatan yang mengancam kehidupan lamun dapat berpotensi menghilangkan 2-5 persen dari total luas padang lamun per tahun secara global. Kerusakan padang lamun akan merusak populasi beberapa satwa laut, salah satunya dugong. Maka dari itu, penting untuk menjaga dan melestarikan padang lamun.

Seperti dikutip dari Theconversation.com, sebenarnya baik masyarakat lokal dan pemerintah telah melakukan upaya untuk melindungi padang lamun. Misalnya, masyarakat pesisir memberlakukan moratorium penangkapan ikan atau biota lainnya untuk periode tertentu, yang dikenal dengan istilah sasi. Untuk skala nasional, pemerintah juga telah menciptakan Kawasan Perlindungan Laut (KPL) yang saat ini cakupannya seluas 20 juta hektar di seluruh Indonesia.

Adapun beberapa kawasan perlindungan laut, seperti di Pulau Wakatobi dan Kabupaten Buton di provinsi Sulawesi Tenggara, telah berhasil meningkatkan luas padang lamun di wilayah tersebut.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini