Membedah Jumlah Konsumsi Kalori Masyarakat Indonesia

Membedah Jumlah Konsumsi Kalori Masyarakat Indonesia
info gambar utama

Peringatan Hari Gizi Nasional berawal dari berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada tanggal 25 Januari 1951. Dirayakan secara rutin setiap tahunnya, tanggal 25 Januari kemudian disepakati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia dan menjadi agenda resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Keseriusan pemerintah mencapai tujuan kedua dari Sustainable Development Goals (SDGs) yakni mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian yang berkelanjutan dituangkan dalam agenda prioritas pembangunan pemerintah bertajuk Nawacita yaitu peningkatan status kesehatan dan gizi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

“Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas” menjadi tema yang diangkat pada Hari Gizi Nasional ke-62 tahun 2022. Stunting dan obesitas berkaitan erat dengan keseimbangan gizi dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari termasuk takaran kalori.

Tubuh memerlukan kalori untuk mampu menghasilkan energi. Kalori berfungsi sebagai bahan bakar bagi manusia untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kurangnya kalori menjadikan tubuh lemah serta daya tahan tubuh menurun.

Keajaiban Kelor, Bisa Memenuhi Gizi Orang Indonesia

Konsumsi kalori harian penduduk Indonesia sudah penuhi standar kecukupan

Menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dikaji oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2020 menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi kalori per kapita per hari penduduk Indonesia sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi kalori nasional. Jumlah rata-rata konsumsi kalori penduduk di Indonesia mencapai 2.112,06 kilo kalori (kkal).

tahun 2020
info gambar

Pada wilayah perkotaan, rata-rata konsumsi kalori per kapita per hari mencapai 2.108,52 kkal. Sementara di wilayah perdesaan, rata-rata konsumsi kalori per kapita per hari terhitung lebih tinggi yakni mencapai 2.116,55 kkal.

Raihan konsumsi kalori yang lebih tinggi di wilayah perdesaan dipengaruhi oleh kedekatan akses masyarakat dengan sumber pangan, di mana rata-rata penduduk perdesaan lebih banyak berkecimpung di sektor pertanian.

Di samping itu, sebesar 3,97 persen konsumsi kalori penduduk Indonesia berasal dari sayur dan buah. Buah menyumbang kalori sebanyak 45,37 kkal sementara sayur sebanyak 38,51 kkal. Angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia ialah sebanyak 2.100 kkal per hari.

5 Bahan Alternatif Pengganti Santan yang Lebih Rendah Kalori

Masakan rumah atau makanan dan minuman jadi, yang mana lebih banyak?

Rata-rata konsumsi kalori masyarakat Indonesia kemudian diklasifikasikan kembali berdasarkan kategori masakan rumah dan makanan atau minuman jadi. Proporsi rata-rata jumlah kalori yang dikonsumsi pada kategori masakan rumah lebih tinggi daripada makanan atau minuman jadi.

Adapun rata-rata konsumsi kalori per kapita per hari yang berasal dari masakan dimasak di rumah baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan mencapai 1.590,63 kkal. Sementara untuk kategori kalori yang berasal dari makanan dan minuman jadi mencapai 521,43 kkal.

berdasarkan kategori
info gambar

Rata-rata jumlah kalori yang dikonsumsi dari masakan rumah lebih tinggi pada masyarakat perdesaan mencapai 1.680,30 kkal dibandingkan dengan perkotaan yakni sebanyak 1.520,01 kkal per kapita per hari.

Berbanding terbalik dengan kategori kalori dari makanan dan minuman jadi, penduduk wilayah perkotaan memiliki rata-rata jumlah konsumsi lebih tinggi sebanyak 588,51 kkal dibandingkan dengan penduduk wilayah perdesaan dengan jumlah sebanyak 436,25 kkal per kapita per hari.

Dalam publikasinya, BPS juga melakukan klasifikasi rata-rata konsumsi kalori berdasarkan kelompok komoditas makanan. Adapun kelompok padi-padian memiliki rata-rata jumlah konsumsi tertinggi di wilayah perkotaan dan perdesaan yakni sebanyak 38,54 kkal per kapita per hari.

Makanan dan minuman jadi berada di urutan berikutnya dengan rata-rata jumlah konsumsi sebanyak 24,69 kkal per kapita per hari. Sementara sumber kalori paling sedikit berasal dari kelompok bumbu-bumbuan dengan rata-rata jumlah konsumsi sebanyak 0,50 kkal per kapita per hari.

Pada tahun 2020, rata-rata jumlah konsumsi kalori di Indonesia turun 8,46 kkal dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata jumlah konsumsi kalori penduduk pada Maret 2020 ialah sebanyak 2.112,06 kkal sementara pada Maret 2019 berjumlah sebanyak 2.120,52 kkal.

Tren konsumsi kalori di Indonesia cenderung mengalami penurunan, utamanya pada komoditas padi-padian yang sudah terjadi sejak tahun 2017. Hal ini terjadi akibat adanya pergeseran pola konsumsi penduduk dari masakan rumah menuju makanan atau minuman jadi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Tingkat kecukupan konsumsi kalori digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi gizi masyarakat Indonesia serta keberhasilan pemerintah dalam pembangunan pangan, pertanian, kesehatan, dan sosial ekonomi secara terintegrasi.

Adapun hasil survei yang dirilis menjadi tolak ukur serta bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia ke depannya.

Sampai di Peringatan ke-57, Bagaimana Kondisi Kesehatan Nasional Indonesia Saat Ini?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Diva Angelia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Diva Angelia.

DA
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini