Berkenalan dengan Sosok Pelatih Wanita Pertama dalam Sejarah IBL

Berkenalan dengan Sosok Pelatih Wanita Pertama dalam Sejarah IBL
info gambar utama

Semakin hari dunia olahraga termasuk di tanah air memang sudah semakin banyak menunjukkan perkembangan, terutama dalam hal keikutsertaan atau partisipasi secara merata dari segi gender, di mana tidak hanya kaum laki-laki yang diperhitungkan namun kemampuan yang dimiliki kalangan perempuan juga mulai dikembangkan.

Meski begitu, tak dimungkiri juga jika pada beberapa bidang olahraga tertentu upaya peningkatan kompetisi bagi kaum perempuan masih memiliki beberapa tantangan untuk bisa bersaing layaknya cabang olahraga lain, salah satunya olahraga basket.

Di Indonesia, selama ini olahraga basket masih diidentikkan dan lebih sering menyorot perkembangan dari sisi para pegiat baik berupa atlet atau pelatih laki-laki. Meski begitu, belum lama ini dunia olahraga tanah air dibuat takjub dengan munculnya sejarah baru yang berhasil dibuat oleh sosok perempuan bernama Kartika Siti Aminah, sebagai pelatih wanita pertama dalam ajang Indonesian Basketball League (IBL).

Tampil Apik di Kejuaraan Asia, Ranking Timnas Basket Putri Indonesia Naik 13 Tingkat

Memotori tim Bima Perkasa asal Yogyakarta

Akrab disapa dengan sebutan coach Ika, perempuan yang juga berasal dari Yogyakarta ini resmi diangkat sebagai kepala pelatih untuk Seri 2 IBL 2022, lebih tepatnya memulai debut sebagai kepala pelatih di IBL dengan memotori tim Bima Perkasa pada hari Minggu (30/1/2022), yang saat itu bertanding melawan tim Prawira Bandung.

Sosoknya langsung mencuri perhatian, karena sejak pertama kali Liga Bola Basket Indonesia terselenggara pada tahun 2003, Ika menjadi pelatih wanita pertama yang mengarahkan tim untuk bertanding di ajang tersebut.

Menariknya, di pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu kemarin Ika harus berhadapan dengan David Singleton sebagai pelatih dari Prawira. Padahal di musim sebelumnya atau IBL 2021, David dan Ika berpasangan sebagai kepala dan asisten pelatih di Bima Perkasa.

Sampai akhirnya David hengkang dari Bima dan bergabung dengan Prawira, Ika akhirnya ditunjuk menjadi kepala pelatih untuk tim Bima. Meski pada pertandingan kemarin, Ika harus menerima kekalahan tim anak asuhnya dengan skor akhir 53-75.

Langsung bangkit, Ika berhasil membuktikan kepiawaiannya dalam membimbing Azzaryan Pradhitya dkk yang berhasil mengalahkan klub RANS PIK Basketball, pada pertandingan setelahnya yang berlangsung pada hari Selasa (1/2/2022).

The Bucketlist Hadirkan Museum dan Lapangan Basket Berstandar Internasional di Bogor

Rekam jejak karier di dunia basket

Kartika Siti Aminah
info gambar

Jika menilik riwayatnya, Kartika Siti Aminah sendiri rupanya bukanlah nama baru dalam dunia olahraga basket di tanah air, baik sebagai atlet maupun pelatih. Mengutip mainbasket.com, perempuan yang pernah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai student athlete ini telah menggeluti olahraga basket sejak dini.

Ika mengawali perjalanan sebagai pemain di level Kompetesi Bola Basket Wanita (Kobanita) bersama tim Rajawali Sakti. Sempat pensiun di kisaran tahun 2008, dirinya lalu mulai mengubah haluan untuk lebih fokus di dunia kepelatihan dengan memulai karier sebagai pelatih di tingkat DBL.

Berdasarkan penuturan Ika, dirinya pernah melatih tim SMA Frateran Surabaya, dan mulai melanglang buana setelah mendapat kesempatan melatih tim basket putri Universitas Airlangga, dan kemudian masuk melatih tim Fever yang berada satu atap dengan CLS Knights selama tiga musim.

Dirinya juga pernah melatih tim putri PON Jawa Timur dan tim UGM, sampai akhirnya merapat ke tim Bima Perkasa pada musim lalu hingga saat ini.

Memiliki latar belakang keyakinan yang kuat, sosok Ika sendiri tidak menampik jika ia tidak terlalu menganggap posisi dirinya sebagai kepala pelatih adalah sesuatu yang istimewa. Ia mengaku banyak mengandalkan kerja sama dengan asisten pelatih dalam menjembatani keterbatasan yang ia miliki berdasarkan kepercayaannya.

Meski begitu, saat dimintai tanggapan mengenai respons para peminat olahraga terutama basket yang kagum dengan sosoknya sebagai pelatih wanita pertama di IBL, Ika mengatakan jika dirinya berharap hal tersebut dapat menginspirasi banyak orang.

“Pesan saya, lakukan apa yang kalian yakini kalian bisa. Cari ilmu, gali ilmu sebanyak-banyaknya di sana, terus belajar. Jangan sampai omongan orang lain mengubah cara kita bekerja, mengubah standar hidup kita,” pungkasnya.

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket 2023 Bersama Filipina Dan Jepang

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini