Berwisata ke Embung Cangkring dan Situs Megalitikum di Kebumen

Berwisata ke Embung Cangkring dan Situs Megalitikum di Kebumen
info gambar utama

Dari sekian banyak destinasi wisata di Jawa Tengah, ada beberapa nama yang paling terkenal seperti Candi Borobudur di Magelang, Kota Lama dan Lawang Sewu di Semarang, Kampung Batik Laweyan di Solo, Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo, dan Karimun Jawa di Jepara.

Meski namanya mungkin tak muncul dalam daftar pencarian teratas mengenai destinasi wisata di Jawa Tengah, Kebumen juga layak mendapatkan perhatian dari wisatawan. Di Kebumen terdapat Desa Cangkring yang menawarkan pemandangan alam yang begitu asri karena terletak di pegunungan.

Kondisi geograri Desa Cangkring yang berupa lembah dan perbukitan memang menjadikan daerah ini memiliki daya tarik tersendiri. Desa ini dikelilingi Perbukitan Pekacangan, Perbukitan Paras Sirangkok, dan di bagian tengahnya terdapat lembah yang dialiri Sungai Cangkring sebagai salah satu anak Sungai Luk Ulo.

Potensi wisata di Desa Cangkring, Kecamatan Sadang, juga cukup besar karena memiliki objek wisata alam hingga situs megalitikum.

Ragam Kegiatan Ekowisata di Taman Nasional Batang Gadis

Embung Cangkring

Embung Cangkring berada di Dukuh Pekacangan dan terletak di atas perbukitan yang memanjang di antara dua lembah. Pada awalnya Embung Cangkring merupakan pegunungan di Kecamatan Sadang yang sengaja diratakan dan dibuat cekungan sehingga berbentuk seperti embung atau telaga buatan. Meski berfungsi sebagai penampung air hujan dan menyediakan kebutuhan air bagi petani pada musim kemarau, kini banyak wisatawan yang mengunjungi embung ini untuk berekreasi.

Pemandangan di Embung Cangkring sungguh menawan dengan perbukitan dan lembah yang berada di sekitarnya. Saat ini Embung Cangkring juga terus memoles diri demi meningkatkan daya tarik bagi para wisatawan. Kini, telah dibangun patung singa yang mirip seperti di Singapura, gazebo, dan taman. Mengunjungi Embung Cangkring paling pas di sore hari karena udaranya lebih sejuk dan pengunjung bisa menikmati pemandangan telaga sambil menunggu matahari terbenam yang cantik.

Dari lokasi ini bisa dilihat ada tugu batas wilayah antara Kebumen dan Wonosobo. Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan pegunungan di Kebumen, Wonosobo, dan Banjarnegara yang mengelilingi embung. Barisan perbukitan yang serba hijau dan asri akan memanjakan mata ketika berkunjung ke kawasan ini. Ditambah lagi dengan panorama berupa hamparan sawah dari lereng hingga dasar lembah.

Jika datang saat cuaca cerah, akan terlihat Gunung Sumbing dan Sindoro yang jaraknya sekitar 34 kilometer dari Kebumen. Di sekitar embung pun terdapat sentra buah-buahan, salah satunya perkebunan durian sebagai objek agrowisata.

Selain Embung Cangkring, Desa Cangkring juga memiliki berbagai kegiatan yang menarik. Meski termasuk desa wisata baru, kawasan ini terus bebenah. Dengan konsep hiburan dan edukasi, pengunjung bisa mengikuti kegiatan petik sayur, petik buah, terapi ikan, ada pula kolam renang dan berbagai spot foto yang disiapkan untuk wisatawan.

Menilik Bangunan Cagar Budaya Keraton Tayan di Kalimantan Barat

Situs Megalitikum Watu Tumpeng Tanggul Asih

Situs Megalitikum Watu Tumpeng Tanggul Asih yang termasuk kategori kebudayaan menhir ini berada di Dusun Tungku dan lokasinya hanya sekitar 500 meter dari Embung Cangkring. Salah satu keunikan dari menhir ini adalah bentuknya yang serupa tumpeng. Menhir merupakan batu tunggal yang umumnya berukuran besar menyerupai tugu dan berdiri tegak di atas tanah. Pada zaman megalitikum, menhir biasanya didirikan sebagai tempat pemujaan kepada nenek moyang.

Di sekelilingnya terdapat batu-batu dengan ukuran lebih kecil tersusun rapi dalam lingkaran terasering dan juga dikelilingi oleh rumpun bambu. Sebelumnya di sana terdapat tugu megalitikum yang ukurannya lebih kecil dari Batu Tumpeng tetapi sayangnya keberadaan batu tersebut telah hilang dan kini digantikan oleh tugu buatan dari semen. Selain itu, ada pula batu lempeng yang terdapat tulisan menggunakan aksara kuno.

Dari Batu Tumpeng, sebenarnya masih ada beberapa objek wisata di sekitarnya, seperti Curug Susuh dan Curug Cangkring yang memiliki panorama sangat indah karena air terjunnya dikeliling oleh hutan pinus. Namun, keberadaan dua air terjun ini masih tersembunyi karena lokasinya berada di Perkbukitan Paras Sirangkok dan jauh dari perkampungan. Kemudian ada Malam Sunan Gesang yang dipercaya sebagai murid Sunan Kalijaga. Juga terdapat situs Petilasan Pangeran Diponegoro dan makam kuda putih.

Balige, Sisi Lain untuk Menikmati Keindahan Danau Toba

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini