Optimasi Layanan Digital Melalui Integrasi Data

Optimasi Layanan Digital Melalui Integrasi Data
info gambar utama

Tidak dapat dielakkan lagi bahwa pusat data atau data center dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital dalam proses transformasi digital di berbagai sektor strategis. Pemerintah Indonesia tengah menggencarkan upaya integrasi Pusat Data Nasional (PDN) pada tahun 2022 ini.

PDN sejatinya merupakan pusat data bersifat bagi pakai yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh multi-stakeholder untuk menggerakkan transformasi digital pada sektornya masing-masing. Kehadiran PDN diharapkan dapat memudahkan para stakeholder dalam pengambilan keputusan serta mampu melayani kebutuhan masyarakat.

Penyelenggaraan acara DTXID 2022 pada hari kedua 3 Februari 2022 © DTXID 2022
info gambar

Agung Indrajit selaku Anggota Sekretariat Satu Data Indonesia dalam acara Digital Transformation Virtual Expo (DTXID) 2022 mengutarakan bahwa dalam mencapai Indonesia Emas 2045, Indonesia diharapkan memiliki kedaulatan dan kemandirian digital di mana masyarakat dapat mendayagunakan berbagai platform digital untuk memenuhi kebutuhannya.

Transformasi Digital dan Menyatukan Indonesia di Metaverse

Implementasi sistem data

Dalam upaya transformasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimplementasikan pembangunan smart city. Sebanyak 46 kabupaten/kota yang mengikuti program gerakan menuju smart city telah didampingi oleh Kominfo pada 2021. Tahun 2022, Kominfo terus berupaya memperluas jangkauan serta melakukan evaluasi pendampingan.

Jakarta merupakan salah satu daerah yang sukses membangun ekosistem pemerintahan secara digital melalui Jakarta Smart City. Yudhistira Nugraha selaku Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City mengungkapkan bahwa smart city bukan hanya tentang kota dengan teknologi saja, melainkan tentang langkah membangun sistem teknologi melalui kolaborasi antara seluruh elemen.

“Pemerintah berperan sebagai collaborator dan masyarakat sebagai co-creator, jadi masyarakat turut berperan aktif menyelesaikan permasalahan di kotanya.” imbuhnya. Integrasi data tentunya berperan dalam pembentukan inovasi digitalisasi layanan Jakarta Smart City.

Master data management digunakan dalam analisa kebutuhan dan menentukan regulasi dalam masyarakat. Setelah melakukan analisa kebutuhan berdasarkan data-driven policy, kemudian layanan Application Program Interface (API) yang terintegrasi dengan website Jakarta.go.id serta aplikasi Jakarta Kini (JAKI) disediakan sebagai solusi dalam bentuk layanan digital.

Keberadaan pusat data mendukung perkembangan super apps atau super services. JAKI merupakan realisasi one-stop service platform yang menawarkan berbagai layanan digital dalam berbagai sektor seperti kependudukan, kesehatan, perpajakan, dan sebagainya.

Tampilan aplikasi JAKI yang menggunakan sistem single sign-on berbasis NIK © DTXID 2022
info gambar

JAKI menerapkan sistem digital ID melalui single sign-on menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Seluruh data dan riwayat warga DKI Jakarta tersimpan melalui sistem ini dan dengan master data management, data-data ini diolah untuk analisis kebutuhan, evaluasi, dan mengembangkan inovasi layanan digital 360 derajat bagi warga DKI Jakarta.

Implementasi sistem data terintegrasi yang sudah diterapkan dengan baik di DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah yang masih dalam tahap pengembangan awal transformasi digital. Pemerintah pusat kemudian dapat melakukan agregasi terhadap upaya transformasi digital yang sudah dilakukan oleh masing-masing daerah.

Kemudian penerapan digitalisasi dan integrasi data pada beberapa sektor seperti pendidikan dan kesehatan pun sudah mulai gencar diterapkan utamanya semenjak pandemi berlangsung.

Pada sektor pendidikan contohnya ialah penerapan program merdeka belajar. M. Hasan Chabibie selaku Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengatakan bahwa tak semata mengejar ketertinggalan, digitalisasi dalan dunia pendidikan adalah cara paling efektif untuk melompat lebih tinggi.

Sementara digitalisasi di sektor kesehatan berkembang dengan pesat oleh desakan pandemi Covid-19 yang melonjak. Chief Operating Officer Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Daniel Oscar mengungkapkan bahwa saat ini Kemenkes berfokus pada digitalisasi end-to-end berbasis data untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya komprehensif namun juga preventif.

“Tercatat ada sekitar 270 juta data penduduk Indonesia dalam catatan rekam medis. Melalui data terintegrasi ini, diharapkan kita bisa mempersiapkan layanan kesehatan tidak hanya pada saat seseorang sakit.” imbuh Oscar pada Kamis, (3/2/2022).

Peran Platform Edukasi dalam Mendukung Proses Mengajar Guru di Era Digital

Pengambilan keputusan berbasis data, sebuah tolak ukur objektif

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, salah satu peran data dalam transformasi digital ialah menjadi tolak ukur analisis kebutuhan masyarakat. Agar dapat menyediakan berbagai layanan digital yang prima, dibutuhkan angka capaian yang dapat menjadi indikator keberhasilan serta evaluasi untuk perbaikan program.

Agung Indrajit menyuarakan hal yang serupa bahwa untuk mengkaji perkembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dibutuhkan audit dengan menekankan pada data-driven policy. “Keamanan, kenyamanan, dan kebermanfaatan adalah 3 aspek penting yang harus ditekankan dalam pemanfaatan pusat data.” pungkasnya.

Beberapa penggiat industri pun telah melirik pendekatan pengambilan keputusan berbasis data atau data-driven sebagai suatu hal yang esensial untuk dilakukan guna untuk mengevaluasi serta mengembangkan produk layanan digital secara lebih optimal.

Maulana Yusuf, Kepala Divisi Enterprise Data Management Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengungkapkan bahwa saat ini BRI telah menerapkan self-service analytics, memanfaatkan dan mengolah data secara mandiri untuk menyajikan informasi yang baik melalui data storytelling. Kemudian, BRI menggunakan big data advance analytics untuk menemukan pola korelasi dari kumpulan data yang tersedia.

Melalui beberapa langkah pengambilan keputusan berbasis data yang dilakukan oleh BRI, harapannya perusahaan dapat menyesuaikan kebutuhan segmen nasabah serta menjangkau target masyarakat yang lebih luas lagi.

Terlepas dari itu, terobosan dari pimpinan melalui digital leadership menjadi kunci dari akselerasi transformasi digital utamanya dalam upaya integrasi PDN. Pemimpin yang sadar besarnya pengaruh digitalisasi serta integrasi data bagi kemajuan negara didukung dengan pengaturan regulasi yang tepat akan mempercepat laju proses transformasi digital di Indonesia.

Menelisik Perkembangan Bank Digital di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Diva Angelia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Diva Angelia.

DA
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini