Virtual Account, Digitalisasi Sistem Keuangan dengan Berbagai Kemudahan

Virtual Account, Digitalisasi Sistem Keuangan dengan Berbagai Kemudahan
info gambar utama

Beberapa tahun belakangan ini, situs belanja daring semakin diminati masyarakat Indonesia. Berbagai kemudahan dalam belanja dan bertransaksi, ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19, belanja daring menjadi sebuah solusi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan tanpa harus keluar rumah.

Dengan pertumbuhan situs belanja daring, transaksi keuangan secara digital pun mengalami peningkatan. Menurut data dari Bank Indonesia, uang elektronik tumbuh 49,06 persen secara tahunan mencapai Rp305,4 triliun dan diproyeksikan akan meningkat 17,13 persen secara tahunan hingga mencapai Rp357,7 triliun untuk tahun 2022.

Sepanjang tahun 2021, nilai transaksi digital banking pun meningkat 45,64 persen secara tahunan mencapai Rp39.841 triliun. Bank Indonesia memperkirakan transaksi digital banking akan meningkat sekitar 24,83 persen secara tahunan mencapai Rp47.733 triliun pada tahun 2022.

“Perkembangan global telah mendorong ekonomi digital sebagai kekuatan baru. Tentu ini berdampak di sektor ekonomi dan kehidupan sehari-hari serta memberikan optimisme kepada pelaku ekonomi. Di masa pandemi, ekonomi digital di Indonesia mengalami peningkatan. Sekitar 41,9 persen dari total transaksi ekonomi digital di ASEAN selama tahun 2020 berasal dari Indonesia dan mayoritas disumbang oleh e-commerce,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menelisik Perkembangan Bank Digital di Indonesia

Virtual account sebagai kemajuan transaksi digital

Ilustrasi pembayaran digital | @garagestock Shutterstock
info gambar

VA merupakan salah satu inovasi transaksi keuangan digital yang hadir di tengah kemajuan teknologi saat ini. Dengan menggunakan VA, transaksi keuangan pun menjadi lebih mudah dan praktis.

Pada dasarnya VA adalah akun atau rekening bank yang dibuat secara virtual dan umumnya merupakan kombinasi dari angka-angka untuk identifikasi pembayaran.

Pada transaksi menggunakan rekening biasa dan transfer bank, misalnya, pengguna harus menuliskan keterangan mengenai pembayaran atau melampirkan bukti transfer sebagai tanda sudah melakukan pembayaran secara manual.

Namun, dengan menggunakan VA, hal tersebut sudah tidak perlu dilakukan karena penerima sudah dapat mengidentifikasi siapa saja yang melakukan pembayaran untuk tujuan spesifik.

Pembayaran melalui VA juga sangat fleksibel dan mudah karena pengguna tinggal membuka aplikasi m-banking kemudian memasukkan kode VA untuk melakukan pembayaran kapanpun.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pengguna tak lagi harus melakukan konfirmasi pembayaran secara manual. Sebab setiap nasabah bank yang memiliki VA identitasnya akan terdeteksi secara otomatis tanpa harus menyertakan bukti bayar.

Seiring meningkatnya tren belanja daring, pembayaran digital termasuk VA juga sudah umum digunakan. Pun sebenarnya VA tak hanya digunakan oleh situs-situs belanja daring saja.

Beberapa nama perusahaan seperti BPJS, Pegadaian, perusahaan pemberi pinjaman, e-distributor B2B, pengecer, dan lembaga-lembaga pendidikan pun sudah menggunakannya.

Bahkan Sistem Pembayaran Piutang Negara juga bisa dilakukan dengan VA dengan tujuan mencegah terjadinya setoran tidak jelas, mengidentifikasi secara otomatis identitas penanggung utang yang melakukan pembayaran, serta memberikan kemudahan dan kepastian bagi penanggung utang dalam melakukan pembayaran piutang negara.

Bagi para pengusaha yang ingin mendapatkan fasilitas VA dari bank bisa langsung mengajukan diri. Mengutip dari berbagai laman resmi bank di Indonesia, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi, misalnya memiliki rekening giro perusahaan sebagai account pooling, mendaftarkan alamat surel sebagai sarana pengiriman informasi transaksi, KTP Direktur sesuai Akta Pendirian, NPWP Bada Usaha, akun rekning Badan Usaha, hingga Surat Keputusan Menteri Kehakiman (SK MenKeh) atas Akta Pendirian dan Perubahan.

Secara umum, VA memiliki beberapa fitur, misalnya fixed VA dan non-fixed VA. Pada fixed VA, nomor akun virtual secara unik ditentukan pelanggan, misalnya pada apkikasi e-wallet yang menggunakan nomor ponsel sebagai nomor ID pengguna.

Jenis VA ini akan membuat pengguna dapat melakukan pembayaran berulang untuk menambah saldo tanpa harus memasukkan nomor ID setiap kali bertansaksi.

Berbeda dengan non-fixed VA di mana nomor akun virtual akan ditentukan secara acak dan hanya bisa digunakan untuk sekali transaksi saja.

Kemudian ada pula fitur open dan closed. Untuk open VA dapat menerima jumlah pembayaran dengan nominal berapapun. Sedangkan pada closed VA hanya dapat menerima pembayaran yang sebelumnya sudah ditentukan secara spesifik.

Meski dari segi pembayaran bisa dilakukan kapan saja, umumnya kode VA memiliki tenggat waktu. Sehingga ketika sudah lewat dari batas waktu pembayaran, kode tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi.

Ragam Strategi UMKM Pertahankan Usaha di Tengah Hantaman Pandemi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini