Sukuk, Investasi Berbasis Syariah dan Perannya Terhadap Pembangunan Infrastruktur

Sukuk, Investasi Berbasis Syariah dan Perannya Terhadap Pembangunan Infrastruktur
info gambar utama

Dari sekian banyak pilihan jenis investasi, investasi syariah menjadi salah satu yang diminati masyarakat Indonesia. Investasi ini dilakukan berdasarkan syariat agama Islam dan ditandai dengan sektor pasar modal yang dituju adalah produk-produk halal. Dana investor juga tidak dtempatkan di perusahaan yang menjual roko, minuman keras, dan makanan non-halal.

Investasi syariah juga bertujuan untuk mendapa keuntungan sesuai dengan prinsip dan hukum Islam. Secara khusus, investasor juga harus melakukan akad kerjasama, sewa-menyewa atau ijarah, dan akad bagi hasil atau diesbut mudharabah.

Adapun jenis-jenis investasi syariah deposito syariah, reksadana syariah, saham syariah, Exchange Traded Fund (ETF), efek beragun aset syariah, dan dana investasi real estat syariah. Selain yang sudah disebutkan, ada pula produk sukuk yang merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh negara.

Sukuk negara atau dikenal juga dengan nama Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) juga semakin diminati anak muda. Ini karena investasi dapat diakses dengan mudah dan nilai minum investasinya cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp1 juta. Selain merupakan investasi berbasis syariah, sukuk juga berperan besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menyoal Investasi Berkelanjutan, Nicky Hogan: Masih di Tahap Awal, Tapi Arahnya ke Sana

Sukuk sebagai alternatif investasi syariah

Sukuk | @kenary820 Shutterstock
info gambar

Secara sederhana sukuk adalah bukti kepemilikan aset yang diterbitkan negara. Sukuk merupakan investasi legal dan telah diakui dalam fatwa MUI, pun dikendalikan oleh dewan syariah nasional. Keaslian dan hukum syariah sukuk pun tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Mungkin banyak yang mengira bahwa sukuk sama dengan obligasi, nyatanya keduanya merupakan produk yang berbeda. Sederhananya, obligasi adalah surat utang sedangkan sukuk adalah bagian dari bukti kepemilikan atas aset yang dimiliki perusahaan. Jika obligasi mendapat keuntungan dari bunga, sukuk memiliki prinsip nisbah atau bagi hasil.

Sebagai bahan pertimbangan, ada beberapa keuntungan yang bisa diapatkan dengan berinvestasi sukuk. Pertama, keamanan jelas terjamin karena diterbitkan dalam SSBN dan dilindungi badan hukum resmi. Sukuk juga merupakan salah satu jenis investasi yang mudah dicairkan lebih awal tanpa adanya biaya pelunasan atau biaya tambahan.

Akses transaksi dan pembelian sukuk pun tergolong mudah, serta memiliki prinsip transaksi dengan akad syariah, mendapatkan keuntungan yang tidak mengandung unsur riba, dan juga turut membangun negeri sebab akan digunakan negara untuk pembiayaan pembangunan.

Secara umum, sukuk yang sering digunakan masyarakat Indonesia yaitu sukuk ritel (SR) dan sukuk tabungan (ST). SR merupakan jenis SSBN yang diterbitkan untuk ritel atau investor perorangan dengan pengelolaan sesuai akad syariah. Sedangkan ST adalah sukuk dengan bukti SSBN yang diterbitkan pemerintah untuk kalangan masyarakat umum dengan pengelolaan syariah.

ST merupakan jenis investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. ST biasanya dijual secara daring melalui platform elektronik Mitra Distribusi yang ditunjuk pemerintah. Sedangkan SR umumnya dijual secara luring.

Ada beberapa perbedaan SR dan ST dalam cara kerjanya. ST memiliki tenor atau jangka waktu yang lebih pendek yaitu 2 tahun, sedangkan SR 3 tahun. Dari segi tingkat imbalan, kupon ST mengambang dan mengacu pada BI 7-Day (Reverse) Repo Rate + spread (xxx bps) yang disesuaikan setiap 3 bulan. Sedangkan imbalan SR tetap hingga jatuh tempo.

Siapa saja bisa memiliki sukuk. Syaratnya adalah individu Warga Negara Indonesia dan memiliki KTP. Minimal investasi Rp1 juta dan kelipatannya. Adapun pembelian sukuk dapat melalui Mitra Distribusi yang telah ditunjuk pemerintah. Dari perbankan, ada Bank BCA, HSBC, BRI, Mandiri, BNI, Maybank, PermataBank, OCBC NISP, BTN, UOB, CIMB Niaga, DBS, Danamon, Commonwealth, Bank Mega, Citi, Standard Chartered, BSI, dan Bank Muamalat.

Sukuk juga dapat dibeli di perusahaan efek dan perusahaan efek khusus seperti BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah, Bahana Sekuritas, Bareksa, Tanamduit, dan Fundtastic. Bisa juga melalui perusahaan fintech seperti Investree, Modalku, dan Koinworks.

Optimisme Realisasi Investasi Indonesia di Tengah Pandemi

Perananan sukuk dalam pembangunan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa sukuk memiliki peran dalam menciptakan pendalaman pasar, memperluas basis investor, dan mencipakan edukasi mengenai instrumen investasi yang aman.

Kontribusi SSBN dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada awal SSBN diterbitkan tahun 2018 totalnya adalah Rp4,7 triliun dan mencapai Rp360 triliun pada tahun 2020. Hasil akumulasi total volume SSBN selama 2018-Juni2021 telah mencapai Rp1.810,02 triliun atau US$ 124,49 miliar.

Adapun akumulasi pembiayaan sukuk telah digunakan untuk membiaya hampir tiga ribu proyek di 34 provinsi. Beberapa contoh hasil dari pembiayaan sukuk antara lain pembangunan jalan dan jembatan di 30 provinsi termasuk Jembatan Youtefa, Jembatan Pulau Balang, dan Underpass Simpang Mandai.

Ada pula jalur kereta api di Jawa, Sumatera, Sulawesi antara lain Double Track Manggarai-Bekasi, Double Track Cirebon-Kroya, dan Elevated Kualanamu-Medan. Pengembangan dan revitalisasi Asrama Haji dan Pusat Layanan Haji & Umrah Terpadu di 24 Lokasi. Juga termasuk pembangunan dan pengembangan gedung perkuliahan di 62 perguruan tinggi seperti ITERA, ITEKA, OENSOED, UIN Manado, IAIN Salatiga, dan PTKI.

Sukuk juga turut membiayai pembangunan 265 Proyek Sumber Daya Air seperti bendungan, irigasi, penyediaan dan pengelolaan air tanah. Pembangunan & Pengembangan 4 Laboratorium seperti di LIPI, BSN, dan LAPAN. Selain itu juga digunakan untuk pembangunan taman nasional seperti Baluran, Gunung Gede Pangrango, Aketajawe-Lolobata/Halmahera, dan Suaka Paruh Bengkok.

Pembangunan lainnya adalah Tol Solo – Ngawi seksi I – Colomadu Karanganyar, Ramp on/off Flyover Amplas Medan, dan Jalan Gerung Mataram NTB.

Deretan Perusahaan Teknologi Dunia yang Rajin Investasi ke Startup Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini