Menyaksikan Kemegahan Pagoda Ekayana di Tomohon

Menyaksikan Kemegahan Pagoda Ekayana di Tomohon
info gambar utama

Kota Tomohon di Sulawesi Utara dikenal dengan objek wisata alam berupa pegunungan dan danau seperti Gunung Lokon, Gunung Mahawu, dan Danau Linouw.

Dengan mayoritas masyarakat beragama Kristen, di Tomohon dapat ditemukan bangunan-bangunan bernuansa religi seperti Gereja Sion dengan arsitektur bangunan bergaya Eropa dan Bukit Doa yang tersohor.

Namun, ternyata di Tomohon juga ada bangunan yang identik dengan agama Buddha yaitu Pagoda Ekayana. Pagoda ini berada Jalan Sungen, Kakaskasen Dua, Tomohon Utara.

Disebut juga sebagai Pagoda Sembilan Lantai, bangunan yang didominasi warna merah dan kuning ini didirikan tahun 1982 dan selesai pada tahun 1996, tetapi baru diresmikan tahun 2009.

Kawasan pagoda ini menjadi salah satu objek wisata religi di Tomohon. Luasnya mencapai dua hektare dan di sana pengunjung dapat menyaksikan betapa megahnya pagoda dengan arsitektur khas China.

Tay Kak Sie, Kelenteng Megah dan Bersejarah di Kawasan Pecinan Semarang

Kemegahan Pagoda Ekayana

Pagoda Ekayana | @Sony Herdiana Shutterstock
info gambar

Pada dasarnya pagoda merupakan bangunan menjulang tinggi seperti menara dengan ciri khas arsitektur khas negeri tirai bambu. Pada awalnya pagoda digunakan untuk menyimpan relik dari Sakyamuni yaitu pendiri ajaran Buddha. Setelah jasadnya dikremasi, sisa tubuhnya mengkristal dan menjadi bulir-bulir yang disebut sarira atau relik.

Diketahui, pagoda juga digunakan untuk menyimpan sisa-sisa jasad dari tubuh Biksu dan berbagai peninggalan Buddha yang disucikan.

Pagoda pertama di China telah dibangun sekitar tahun 68 Masehi oleh Dinasti Han dengan tujuan untuk menyebarkan agama Buddha. Bangunan ini juga menjadi tempat tinggal para Biksu.

Tak hanya di China, pagoda juga bisa ditemukan di banyak negara Asia seperti Jepang, Malaysia, Singapura, Korea, termasuk Indonesia.

Di Indonesia juga terdapat beberapa pagoda yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu dengan bangunan tertinggi adalah Pagoda Avalokitesvara di Semarang. Meski bukan yang tertinggi, Pagoda Ekayana juga menarik untuk dikunjungi karena menyuguhkan pemandangan begitu memesona.

Ketika memasuki pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan deretan 18 patung Lohan berwarna emas sampai ke bangunan utama pagoda. Keberadaan patung Lohan tersebut menghiasi area halaman pagoda dan tentunya bukan sekedar hiasan biasa.

Patung Lohan merupakan simbol dari 18 pendosa yang kembali ke jalan yang benar atau disebut telah mencapai tingkat kesucian tertinggi.

Setiap patung Lohan ternyata memiliki nama dan filosofi masing-masing yaitu , Katikam Nadimitra, Bodhidarma, Fajraputra, Vanavasa, Nakula, Gobaka, Rahula, Pindola The Bharadavaja, The Vatsa, The Bharadavaja, Kanaka, Pantha The Elder, Asita, Pindola, Angida, Nagasane, dan Nantimilota.

Selain patung Lohan, di kompleks pagoda ini juga terdapat patung Buddha bernama Bodhidarma dengan ciri khas berjanggut khas India. Kemudian terdapat ruang baktri pada leluhur, stupa model lumbung padi, dan tugu lilin. Stupa merupakan simbol pikiran tertinggi dari pencapaian Buddha. Sedangkan lilin adalah simbol penerangan.

Pagoda Ekayana menyimpan banyak benda-benda sakral yang diurutkan berdasarkan lantainya. Lantai tertinggi merupakan tempat penyimpanan benda yang dianggap paling suci. Pengunjung juga bisa masuk ke dalam pagoda dengan mengikuti aturan yang berlaku seperti melepas alas kaki dan berperilaku sopan.

Dari lantai paling atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Gunung Lokon dan daerah sekitar pagoda dari ketinggian.

Mengingat Jejak Gus Dur dalam Perayaan Imlek di Indonesia

Kolam keberuntungan dan ramalan kuno

Pagoda Ekayana | @Sony Herdiana Shutterstock
info gambar

Selain keberadaan pagoda dan patung-patung, di kawasan tersebut juga ada sebuah kolam dengan air mancur yang semakin mempercantik komplek wisata religi. Di samping kolam terdapat prasasti yang berisikan doa seperti keberuntungan, kebahagiaan, umur, pangkat, dan kedudukan.

Kolam ini dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan keberuntungan. Pengunjung dapat mendatangi kolam dan melempar koin untuk mendapatkan keberuntungan tersebut. Namun, sebelumnya Anda bisa berdiri di tepi kolam dan memilih titik yang diinginkan.

Kolam tersebut memiliki lima bagian dengan masing-masing memiliki tujuan berbeda seperti keberuntungan, kedudukan dan pangkat, panjang umur, harta, dan kebahagiaan. Koin bisa langsung dilemparkan sesuai permohonan ke arah lonceng. Jika koin mengenai lonceng, maka diyakini doa Anda akan segera terkabul.

Selain melempar koin di kolam, pengunjung juga bisa mencoba ramalan kuno Ciam Si di Pagoda Ekayana. Anda bisa mengambil batang bambu yang berisi nomor. Sambil memanjatkan doa untuk Dewi Kwan Im, nomor tersebut bisa dicocokan dengan ramalan yang ada di kotak. Tak perlu khawatir kesulitan membaca karena ramalan sudah ditulis dalam bahasa China dan Indonesia.

Tertarik mengunjungi Pagoda Ekayana? Wisatawan yang datang dari luar kota bisa menempuh perjalanan dari kota asal ke Bandara Sam Ratulangi atau naik kapal ke Pelabuhan Manado. Dari pelabuhan dan bandara, waktu tempuh ke Pagoda Ekayana sekitar satu jam.

Buah Jeruk, Simbol Keberuntungan dalam Perayaan Imlek

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini