Selain JIS, Indonesia Akan Miliki Indoor Multifunction Stadium Baru

Selain JIS, Indonesia Akan Miliki Indoor Multifunction Stadium Baru
info gambar utama

Masyarakat Indonesia yang memiliki ketertarikan di bidang olahraga sedang dibuat antusias dengan progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), yang berdasarkan informasi terakhir tahap perampungannya sudah mencapai angka 94,6 persen.

Betapa tidak, fasilitas olahraga dengan sejumlah kecanggihan dan standar kelas dunia tersebut akan menjadi infrastruktur termewah yang bisa dibanggakan, setidaknya saat sejumlah gelaran berstandar internasional akan digelar di tanah air kelak.

Berpaling dari JIS sejenak, mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa setelah proyek tersebut rampung, fasilitas tak kalah mewah lainnya untuk bidang olahraga di tanah air juga akan kembali bertambah, yakni dalam bentuk Indoor Multifunction Stadium (IMS), atau stadium multifungsi dalam ruangan.

Berlokasi di area kompleks Gelora Bung Karno (GBK), pembangunannya bahkan sudah dimulai sejak akhir tahun 2021 lalu, dan sejauh ini dilaporkan memiliki progres awal yang melampaui target.

Menilik Pembangunan Jakarta International Stadium, Hadirkan Sejumlah Fasilitas Kelas Dunia

Telan anggaran Rp640 miliar

Desain IMS
info gambar

Menurut publikasi resmi pengembang, diketahui bahwa pembangunan fasilitas olahraga berupa IMS ini dilaksanakan secara kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) dalam jangka waktu tahun 2021-2023, dan menyerap anggaran mencapai Rp640,45 miliar.

IMS dibangun pada lahan seluas 30.720 meter persegi dengan luas tapak bangunan 20.852,79 meter. Bangunan yang secara detail terletak di sebelah barat laut GBK atau di sebelah timur Gedung Hall A Basket ini akan menggunakan lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai helipad. Menilik luasnya, IMS ditaksir dapat menampung penonton dalam kapasitas penuh mencapai 17.148 orang.

Lain itu, IMS sendiri akan memiliki fungsi utama sebagai lapangan basket yang memiliki satu field of play (FOP) dan dua lapangan latihan. Sesuai namanya, bangunan ini juga bisa dialihfungsikan menjadi lapangan voli, badminton, tinju, mixed martial arts (MMA), tenis, atletik, serta ragam fungsi non-olahraga seperti konser, seminar, dan pertunjukan khusus lainnya.

Pembangunannya sudah dimulai sejak tanggal 15 Desember 2021 lalu, disebutkan bahwa progres konstruksi yang telah berjalan hingga akhir Januari 2022 ternyata telah melampaui target atau lebih tepatnya mencapai 4 persen, lebih cepat dari rencana sebesar 0,8 persen pada kurun waktu tersebut.

Tidak hanya berupa fasilitas utama seperti pembangunan lapangan, peralatan pertandingan, dan lapangan latihan, nantinya bangunan ini juga akan memiliki sejumlah fasilitas seperti ruang berganti, fitur sistem pencahayaan, sistem visual dan suara, sistem proteksi kebakaran, sistem transportasi dalam gedung, dan yang paling penting konsep fasilitas dengan pemenuhan kriteria bangunan gedung hijau.

Sementara itu jika membahas secara keseluruhan, bangunan IMS ditargetkan rampung dan bisa beroperasi secara penuh mulai bulan Juni tahun 2023 mendatang.

Untuk apa sebenarnya fasilitas IMS ini dibangun?

Berkenalan dengan Sosok Pelatih Wanita Pertama dalam Sejarah IBL

Arena untuk Piala Dunia FIBA 2023

Gambaran venue berstandar FIBA yang akan dimiliki Indonesia
info gambar

Bicara mengenai kegunaannya, pembangunan gedung olahraga ini memiliki tujuan untuk melengkapi sarana dan prasarana demi meningkatkan prestasi jajaran atlet tanah air. Hal tersebut dibeberkan oleh Basuki Hadimuljono, selaku Menteri PUPR yang menjabarkan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan agar para atlet dapat semakin berprestasi di berbagai kejuaraan olahraga tingkat internasional, lewat pembinaan di fasilitas olahraga tersebut.

“InsyaAllah dengan prasarana yang baik dan semangat berlatih yang tinggi akan memberikan hasil seperti yang kita harapkan,” ujarnya.

Namun selain itu, sejatinya ada satu hal lain yang juga melatarbelakangi pembangunan fasilitas olahraga satu ini, yaitu mengenai terpilihnya Indonesia menjadi co-host dari ajang Piala Dunia Basket FIBA 2023, bersama dengan dua negara Asia lainnya yakni Jepang dan Filipina.

Pembangunan IMS ini diperlukan karena nyatanya Indonesia memang belum memiliki venue indoor basket berstandar internasional yang sesuai dengan ketentuan FIBA. Dengan kapasitas, fasilitas, dan standar yang ada, IMS otomatis akan menggantikan Istora sebagai stadium indoor terbesar yang saat ini ada di tanah air.

Harus diakui jika pada beberapa gelaran olahraga sebelumnya, kapasitas yang dimiliki Istora memang sering tidak mampu menampung antusias masyarakat Indonesia ketika menyaksikan berbagai ajang olahraga favorit, baik yang terselenggara sebagai tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya fasilitas olahraga ini, Indonesia akan memiliki stadium indoor baru dengan standar yang tidak kalah unggul dibandingkan stadium indoor yang dimiliki oleh negara-negara Asia lainnya.

Inilah 10 Stadion Terbesar di Asia 2021, 1 dari Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini