Meneladani Semangat Kehidupan Gunawan Herry Meski di Tengah Keterbatasan

Meneladani Semangat Kehidupan Gunawan Herry Meski di Tengah Keterbatasan
info gambar utama

Merasa tidak pernah cukup bahkan kadang kali kurang bersyukur akan situasi dan hal yang dimiliki harus diakui merupakan sifat alami yang tak bisa dihindari bagi sebagian besar manusia. Biasanya, kita tidak akan pernah menyadari nikmatnya kehidupan yang dimiliki jika belum menyadari bahwa masih banyak orang yang mungkin tidak seberuntung diri kita sendiri.

Seperti situasi yang terjadi dan banyak mencuri perhatian beberapa waktu lalu. Publik pasti masih ingat dengan viralnya kisah seorang driver ojek online (ojol) yang diketahui tetap semangat bekerja demi memiliki penghasilan untuk menafkahi keluarga, di tengah keterbatasan kondisinya yang harus beraktivitas dengan sebelah kaki.

Tak cukup sampai di situ, alih-alih menyerah dengan keadaan, sosok yang dimaksud bahkan dengan mandiri memutar akal agar keterbatasan tidak menjadi halangan dan memanfaatkan apa yang ia miliki untuk tetap melanjutkan hidup.

Adalah Herry Gunawan, seorang driver ojol yang beberapa waktu lalu banyak disorot karena semangat bekerja, dan dengan mandiri membuat sebuah kaki palsu berbahan peralatan bekas.

Memahami Pentingnya Peran Para Penyandang Disabilitas untuk Membangun Negeri

Kaki palsu dari knalpot motor

Kaki palsu Herry
info gambar

Sosok Herry pertama kali banyak disorot setelah seorang ahli pembuat kaki palsu yakni Coki Sitobing, membuat sebuah utas sederhana mengenai keputusannya yang memberikan kaki palsu gratis kepada Herry.

Menurut penuturan dan informasi yang banyak beredar kala itu, diketahui bahwa Herry dikenal sebagai driver ojol yang telah bekerja selama tiga tahun dengan kondisi kaki sebelah kanan menggunakan kaki palsu, yang dibuat dari knalpot motor bekas.

Menurut penuturan Herry, dirinya membuat kaki palsu menggunakan knalpot motor dan sejumlah barang bekas seperti pipa yang dibeli dari tukang rongsokan gerobak seharga Rp50 ribu. Bermodalkan sebuah tutorial dari YouTube, Herry menggunakan kardus untuk mengukur kakinya secara manual dan meminta bantuan tukang las untuk pembuatannya.

Sebelum bekerja sebagai driver ojol, Herry diketahui sempat berjualan koran dengan menggunakan tongkat, namun setelah dijalani ternyata pendapatan yang diperoleh dirasa kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Tidak berjalan mulus saat mendaftar sebagai driver, Herry sempat mengalami penolakan karena kondisi kakinya. Memutuskan datang langsung ke kantor perusahaan, ia akhirnya diterima setelah mendapat rekomendasi.

Sekelumit Cerita Tentang Sejarah “Ojek” di Indonesia. Yuk Cari Tahu!

Dipandang sebelah mata

Diterima sebagai driver bukan berarti pekerjaannya berjalan dengan mulus. Tak dimungkiri lagi, jika kondisi yang dia miliki membuat beberapa orang terkadang memandangnya sebelah mata, terutama dari penumpang yang beberapa kali memakai jasanya.

"Penumpang itu saya jemput dengan baik, saya kasih jas hujan pada saat hujan dan saya antarkan ke depan rumahnya (dengan) selamat, beliau mengasih (ulasan) bintang satu ke saya" kenang Herry, mengutip VOA Indonesia.

Akibat hal tersebut, Herry akirnya beralih dengan hanya menjadi driver untuk pengantaran barang atau paket, itupun didampingi istrinya yang mengaku khawatir akan kondisi Herry sendiri.

Sedikit menceritakan mengenai penyebab kondisi yang dialami, sebelumnya diketahui bahwa Herry bekerja sebagai seorang anak buah kapal (ABK), namun mengalami kecelakaan saat sedang bekerja di tahun 2004, ketika kaki kanannya terlilit tali sandar kapal sehingga harus diamputasi.

"tali itu saya oper ke kapal penarik, belum saya kasih kode sudah jalan jadi saya terlilit, itu masih sekitar 1 mil dari Pelabuhan.” ujarnya.

Driver Gojek dan Segudang Kisah yang Dibukukan

Kegigihan yang menginspirasi

Herry Gunawan
info gambar

Kini Herry bisa sedikit lebih menjalani kegiatan dengan layak, setidaknya setelah Coki Sitobing memberikan kaki gratis yang sesuai dengan standar medis dan kebutuhan kondisi Herry.

Menurut penuturan Coki, harus diakui apa yang dilakukan oleh Herry selama belasan tahun terakhir dengan menggunakan kaki palsu seadanya adalah hal yang cukup berisiko.

"Sejujurnya pada saat itu saya nangis, dengan keadaan yang sangat terbatas, terus kemudian dia bisa kerja dengan kaki palsu yang seadanya" ujar Coki.

Menurut Coki, menggunakan kaki palsu yang tidak dibuat oleh ahlinya memang bisa menimbulkan kecelakaan. Karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kaki palsu, mulai dari proses desain, pengukuran, dan rongga yang jika tidak dibuat dengan baik dapat berpotensi menimbulkan kebutuhan untuk diamputasi ulang.

Semenjak cerita mengenai Herry tersebar dengan luas di media massa, banyak masyarakat yang merasa tersentuh dan berterima kasih kepada sosok tersebut, karena setidaknya sudah memberikan tamparan secara tidak langsung, untuk selalu bersyukur, tidak mudah mengeluh, dan semangat menjalani hidup.

"Pak Herry, engga dapet kaki palsu yang bagus saja sudah segitu bersemangatnya ya. Harapan saya dengan adanya kaki palsu, Pak Herry bisa lebih aman dalam berjalan dan lebih independen" ujar Coki.

Inspiration Porn, 'Pedang Bermata Dua' Jadikan Disabilitas Sumber Inspirasi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini