Ragam Gaya Belajar, Kamu Tipe yang Mana?

Ragam Gaya Belajar, Kamu Tipe yang Mana?
info gambar utama

Tuntutlah ilmu walau sampai negeri Cina. Pernahkan kamu mendengar istilah tersebut? Belajar menjadi salah satu tugas utama bagi seorang siswa. Bahkan, bukan hanya pada seorang siswa, sebagai seorang manusia kita sudah seharusnya wajib untuk terus belajar hingga sepanjang hayat.

Nah, untuk mendapatkan hasil maksimal saat belajar, kamu mungkin ingin menyusun strategi agar cara belajar lebih efektif. Ada beragam gaya belajar saat ini. Dengan mengetahui setiap jenisnya, kamu dapat mengetahui kiat-kiat yang cocok untuk diterapkan saat belajar nanti.

Ragam gaya belajar dan tips agar belajar lebih efektif

ilustrasi seseorang sedang belajar. | Foto: Avel Chuklanov/Unsplash
info gambar

Sebenarnya belum ada jumlah yang pasti seberapa banyak jenis gaya belajar yang hadir. Teori gaya belajar terus berkembang hingga kini. Mulai dari tiga jenis hingga ratusan.

Melansir dari View Sonic, pada tahun 1987 terdapat gaya belajar bernama VARK yang berasal dari singkatan visual learners, auditory learners, reading or writing learners dan kinesthetic or physical learners. Teori VARK dikenalkan oleh Neil Fleming, seorang guru yang berasal dari Selandia Baru.

Namun, juga terdapat teori lainnya yang dikemukakan Scott Barry Kaufman, seorang psikolog yang menulis dalam artikelnya di Scientific American pada tahun 2018 lalu bahwa jumlah gaya belajar bervariasi dari tiga hingga 170.

Merangkum penjelasan oleh University of The People, teori VARK dikembangkan menjadi tujuh gaya belajar. Pertama gaya belajar visual. Pembelajar visual lebih suka melihat hal-hal yang digambarkan atau dalam bentuk grafik untuk memudahkan memahami konsep. 

Singkatnya, mereka menyukai informasi yang disajikan dalam bentuk gambar. Gambar dan simbol digunakan untuk menghubungkan konsep dan melihat hubungan antar ide. Beberapa tips yang dapat kamu coba agar lebih maksimal di antaranya, menulis di catatan karena hal ini dapat memperkuat ingatan yang kamu miliki.

Kamu juga dapat menggunakan teknik mind maps dan bermain dengan warna. Misalnya, memberi garis bawah pada bagian-bagian penting menggunakan warna yang mencolok seperti highlighter berwarna neon.

Gaya belajar audiotory juga dikenal dengan sebutan aural. Pembelajar audio umumnya cenderung lebih menyukai mengetahui informasi melalui cara mendengar agar lebih maksimal ketika memproses suatu informasi. Ketika membaca sesuatu, membaca dengan suara keras dapat lebih membantu mereka untuk mengingat informasi.

Menggunakan ritme atau nada berbeda saat mendengarkan sesuatu juga dapat membantu meningkatkan kemampuan mengingat pembelajar audio. Selain itu, untuk menambah tingkat fokus dan mengurangi distraksi, belajar atau bekerja di tempat yang cukup sunyi dan jauh dari keramaian juga dapat membantu mengurangi distraksi dan menambah tingkat fokus.

Selanjutnya adalah pembelajar verbal atau juga disebut linguistik. Menurut View Sonic tipe satu ini mirip seperti pembelajar audio yang menikmati sajak, akronim dan permainan kata. Agar dapat belajar lebih maksimal, pembelajar gaya verbal dapat memanfaatkan mencatat catatan dengan baik.

Pembelajar kinestetik atau fisik cenderung lebih suka melakukan atau memperagakan tugas daripada mendengarkan arahan atau menonton instruksi. Jenis ini juga menyukai kegiatan yang melibatkan fisik dengan benda-benda karena lebih efektif atau mengusung konsep ‘learning by doing’.

Keempat gaya belajar tadi merupakan gaya belajar yang umum dikenal. Beberapa lainnya merangkum dari View Sonic, juga terdapat gaya belajar logis. Jenis ini mencari pola dan tren dalam apa yang mereka pelajari. Mereka juga mencari hubungan, alasan dan hasil.

Kemudian terdapat jenis gaya belajar sosial. Tipe ini cenderung menyukai belajar yang melibatkan partisipasi dengan orang lain. Nah, kebalikannya dengan jenis solo learners atau tipe gaya belajar yang lebih menyukai belajar sendiri.

Biasanya terbilang cukup jarang terdapat individu yang memiliki satu tipe gaya belajar saja. Umumnya setiap individu memiliki beberapa tipe gaya belajar namun terdapat satu yang lebih menonjol. Kamu dapat menyesuaikan beberapa tips tadi sesuai dengan gaya belajar yang kamu punya. Jadi, tipe gaya belajarmu yang mana, nih? Semoga membantu, Goodmates!

Referensi: University of The People | View Sonic | Time 4 Learning | Cowley | Columbia State

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini