Mengenal Budikdamber, Metode Budidaya Ikan dan Sayur dalam Satu Tempat

Mengenal Budikdamber, Metode Budidaya Ikan dan Sayur dalam Satu Tempat
info gambar utama

Tren gaya hidup yang memungkinkan setiap orang untuk mengelola kebun pangan secara mandiri kekinian makin banyak diminati, salah satu yang paling populer sebut saja kebun hidroponik.

Memang ada beberapa hal yang membuat kalangan tertentu tertarik untuk mengelola kebun sumber pangan masing-masing, selain minimnya risiko hama dan penyakit karena dikelola dalam skala rumahan sehingga lebih terkontrol, hal lain yang dinilai menguntungkan dari hidroponik adalah kualitasnya yang terjaga, dan kemudahan mendapatkan sumber pangan secara langsung tanpa harus pergi ke pasar.

Sedangkan jika menilik alasan lebih luas, hidroponik juga menjadi solusi dari kesediaan atau ketahanan pangan secara mandiri bagi rumah tangga, ketika komoditas tertentu misal sedang mengalami kelangkaan atau harga yang tinggi di pasaran.

Namun, kebutuhan akan sumber makanan tentu tidak hanya terdiri dari sayur-sayuran, dibutuhkan juga sumber pangan lain seperti lauk-pauk berupa ikan. Beruntungnya, solusi akan kebutuhan tersebut terjawab dengan adanya metode budidaya yang dinamakan budikdamber (budidaya ikan dan tanaman dalam ember).

Bioflok, Sistem Budidaya Ikan Lele dan Nila yang Menguntungkan Peternak

Populer di kala pandemi

Budikdamber
info gambar

Sama halnya seperti kebun hidroponik, budikdamber sendiri pasalnya merupakan salah satu bagian dari praktik urban farming atau metode pertanian di tengah kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas.

Seperti yang diketahui, praktik urban farming sendiri memang semakin populer sejak pandemi melanda, selain menjadi kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang selama bekerja dari rumah, hal ini rupanya diminati karena menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan ketika kegiatan mobilitas di tempat ramai seperti pasar masih sangat dibatasi pada masa awal-awal pandemi.

Sesuai namanya, budikdamber sendiri merupakan budidaya yang praktis karena dapat menghasilkan dua jenis sumber pangan sekaligus, yakni ikan dan sayur meski hanya dalam satu wadah yang umumnya menggunakan media ember.

Sisi positif lainnya, tidak hanya dapat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri, apabila digarap dengan jumlah lebih banyak sesuai dengan ketersediaan lahan yang dimiliki, hasil lebihnya juga dapat dijual dan menjadi pemasukan tambahan.

Bagaimana cara memulai atau membuat media budikdamber?

Menilik Potensi Budidaya Sidat di Indonesia

Ember sebagai media utama

Karena pada dasarnya memang dicetuskan untuk skala rumahan, peralatan yang dibutuhkan untuk membuat media budikdamber terbilang cukup umum dan tidak sulit didapat, hal pertama yang sudah pasti harus disiapkan adalah ember berkapasitas 60-80 liter.

Selain itu diperlukan juga beberapa pot plastik yang dapat dibuat dari kemasan gelas bekas air mineral, media tanam seperti arang, sekam, dan lainnya, serta kawat jemuran untuk pengait pot ke bagian sisi ember, yang mudah didapatkan dari limbah rumah tangga.

Tahap awal dalam pembuatannya pun terbilang cukup mudah. Pertama untuk media tanam sayur, yang perlu dilakukan adalah melubangi sekitar 10 gelas atau pot plastik, kemudian tangkai sayur tertentu dipotong dengan menyisakan bagian batang bawah untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam gelas plastik yang sudah disiapkan.

Langkah selanjutnya adalah mengisi gelas dengan arang batok kelapa antara 50 sampai 80 persen ukuran gelas, lalu pasang kawat kurang lebih sepanjang 12 sentimeter dan buat model kait yang bisa dijadikan pengait gelas di samping ember.

Sementara itu untuk media budidaya ikannya sendiri, yang pertama dilakukan adalah mengisi air dengan tinggi 50 sentimeter atau sebanyak 60 liter ke dalam ember dan diamkan selama 1-2 hari, setelahnya baru masukkan sekitar 60 ekor benih ikan yang dipilih dan kembali diamkan selama 1-2 hari.

Jika sudah, tahap terakhir adalah tinggal merangkai kaitan pot plastik sayur yang sebelumnya sudah dibuat di pinggiran ember.

Menilik Potensi Budidaya Kakao Secara Organik untuk Lestarikan Hutan Kalimantan

Pemeliharaan dan panen

Panen ikan hasil budikdamber
info gambar

Belum berhenti sampai di situ, hal selanjutnya yang harus dilakukan pastinya adalah perawatan tanaman sayur dan pemberian pakan untuk ikan yang dibudidaya. Dalam penempatan, pastikan ember yang dipakai untuk melakukan budikdamber diletakkan di bawah sinar matahari yang cukup.

Pemeliharaan sayur dapat dilakukan dengan mengamati ada atau tidaknya kutu di daun tanaman. Sementara pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan melakukan pergantian air dengan sistem penyedotan di dasar ember, setelah lebih dulu dilubangi dan disambungkan dengan selang.

Penyedotan atau penggantian air bersih dapat dilakukan setiap 10-14 hari, dengan cara penggantian sekitar 50-80 persen dari keseluruhan air atau bisa juga seluruhnya bila diperlukan. Selain itu pemberian pakan untuk ikan juga bisa dilakukan sebanyak 2-3 kali dengan waktu terjadwal yang tetap setiap harinya.

Mengenai waktu panen, untuk sayur biasanya baru bisa dipanen saat sudah mencapai hari ke 14-21 sejak waktu tanam. Sedangkan panen ikan dapat dilakukan dalam waktu dua bulan jika benihnya bagus dan selalu diberi pakan dengan baik serta teratur

Kisah Sukses Pria Asal Sumatra Utara, Rintis Usaha Budidaya Jamur Beromzet Ratusan Juta

Berlaku untuk ikan dan sayur tertentu

Agar praktik budikdamber berhasil, tentu metode satu ini tidak serta merta bisa diaplikasikan untuk semua jenis ikan dan sayur. Menurut Yuli Andriani selaku Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, tidak semua jenis ikan cocok untuk dibudidayakan dengan metode satu ini.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut disebabkan karena kapasitas ruang yang terbatas, ikan-ikan yang sesuai untuk dibudidayakan dengan metode ini adalah jenis ikan yang tidak bersisik dan tidak memerlukan oksigen banyak dalam air, misalnya ikan lele, patin, dan gabus.

Selain itu, ikan yang bersisik dan memiliki sirip atau duri tajam berpotensi melukai satu sama lain dalam wadah yang terbatas, sehingga tingkat kematiannya akan meningkat. Sementara itu ikan yang memiliki lendir pada tubuhnya seperti lele dinilai lebih aman saat berada pada tempat budidaya dengan tingkat kepadatan yang tinggi, karena lendirnya mampu melindungi tubuh mereka dari gesekan satu sama lain.

Sementara itu untuk jenis tanaman atau sayur, disebutkan jika pada dasarnya semua tanaman dapat digunakan dalam metode ini. Namun, beberapa penelitian menunjukkan jika jenis tanaman sayur seperti selada, kangkung, pakcoy, dan sawi memiliki pertumbuhan yang lebih baik dalam metode budikdamber.

5 Jenis Ikan Lele yang Bisa di Budidayakan di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini