Siap Buka Fakultas Kedokteran, IPB Ingin Lahirkan Inovasi Biomedis

Siap Buka Fakultas Kedokteran, IPB Ingin Lahirkan Inovasi Biomedis
info gambar utama

Bicara mengenai dunia pendidikan khususnya di jenjang perguruan tinggi negeri (PTN), rasanya mustahil jika ada yang tidak mengetahui Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sesuai namanya, instansi pendidikan tinggi yang pertama kali didirikan pada tahun 1963 ini memang dikenal akan perannya sebagai universitas yang memiliki kualitas unggul di bidang pertanian, termasuk sejumlah sub-bidang di antaranya peternakan, perikanan, dan lain-lain.

Tidak sepenuhnya hanya menyediakan opsi program studi di bidang pertanian, IPB sendiri memang memiliki sejumlah program studi umum yang juga dapat dijumpai pada universitas lain, misalnya saja ilmu komunikasi, manajemen, akuntansi, dan sebagainya.

Meski begitu, universitas satu ini tetap lebih cenderung dikenal akan kualitasnya sebagai institut terbaik dengan spesialis di bidang pertanian, karena itu tak heran jika sebagian besar siswa lulusan setingkat SMA yang memiliki minat di bidang terkait menjadikan IPB sebagai universitas favorit.

Alasan lainnya, IPB juga dikenal akan beragam pilihan program studi berkelanjutan dari bidang pertanian itu sendiri, misanya saja Departemen Ekologi Manusia yang mencakup ilmu gizi dan sejenisnya.

Ingin mengembangkan keberlanjutan tersebut, terbaru universitas yang berlokasi di Kota Bogor ini membuat sebuah pengumuman yang mencuri perhatian, yaitu mengenai kepastian jika mereka akan membuka program studi Pendidikan Kedokteran.

5 Kampus Terbaik Indonesia Versi 4ICU UniRank 2021

Sudah direncanakan sejak tahun 2000-an

mahasiswa fakultas kedokteran hewan IPB
info gambar

Sebelumnya, IPB memang telah memiliki program studi Kedokteran Hewan (FKH) yang diketahui merupakan FKH pertama sekaligus tertua yang ada di Indonesia, sejak didirikan pada tahun 1963 bersamaan pada saat didirikannya IPB itu sendiri.

Kini Fakultas Kedokteran tersebut akan bertambah setelah Arif Satria, selaku rektor IPB mengonfirmasi jika institut yang ia pimpin siap membuka program Pendidikan Kedokteran Umum di tahun ini (2022). Bukan hal baru, Arif menjelaskan jika hal tersebut sebenarnya merupakan rencana yang sudah dirancang sejak lama.

“Ini proses panjang yang sudah direncanakan sejak awal tahun 2000-an” ungkap Arif.

Munculnya kabar ini tentu menimbulkan pertanyaan, karena pada dasarnya IPB sendiri selama ini terlanjur lekat dengan identitasnya di bidang pertanian. Menjawab hal tersebut, Arif juga menyampaikan alasannya secara mendetail.

“Kita bicara pertanian (agromaritim) tidak hanya bicara pangan, tidak hanya energi, bio-material, tapi kita juga harus bicara tentang kesehatan. Karena kita tahu bahwa dunia kesehatan kita saat ini didominasi oleh impor obat-obatan, padahal kita memiliki keanekaragaman hayati luar biasa yang menjadi modal bagi kita untuk mengembangkan kedaulatan di bidang kesehatan” paparnya.

Arif berharap, jika FK IPB nantinya dapat memunculkan obat-obatan hingga dokter yang memiliki kemampuan mengembangkan keanekaragaman hayati, adapun inovasi tersebut dikenal sebagai bio-medis.

Menjawab mengenai cara yang dilakukan IPB untuk memastikan perannya sebagai institusi yang mencetak SDM unggul di bidang pertanian sekaligus sejumlah riset dan pengembangan pangan tetap berjalan dengan baik, Arif memastikan jika hal tersebut tidak akan dikesampingkan.

Justru Arif menuturkan, jika nantinya IPB akan membangun konsep one health. Yakni ilmu terkait pangan, pertanian, dan kelautan atau yang disebut agromaritim akan dielaborasikan dengan dunia kesehatan.

"Masuk dunia kesehatan, terus pangan diabaikan? Ya tidak. Akan ada pengembangan yang lebih masif di masyarakat," pungkasnya.

Mland Milk, Susu Lamtoro Inovasi Mahasiswa IPB University

Berguru kepada Unpad

IPB dan UNPAD
info gambar

Tidak memulai dari awal secara mandiri, diketahui jika dalam pembangunan Fakultas Kedokteran IPB menggandeng salah satu perguruan tinggi negeri di tanah air yang sudah lebih dulu menjalankan program studi terkait sejak lama, yakni Universitas Padjajaran (Unpad).

Lebih detail, dijelaskan jika kerja sama yang terjalin nantinya akan berjalan dalam bentuk pendampingan pendirian prodi.

Sementara itu sebelum IPB, Unpad sendiri diketahui memang telah memberikan banyak pendampingan serupa kepada universitas lain baik negeri maupun swasta, yang pada beberapa tahun ke belakang sudah atau sedang dalam rencana untuk membuka Fakultas Kedokteran.

Adapun beberapa universitas yang mendapatkan pendampingan dari Unpad selain IPB di antaranya UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, Presiden University, hingga Telkom University.

Sementara itu menurut Rina Indiastuti selaku Rektor Unpad, apa yang dilakukan oleh intansi pendidikan pimpinannya dalam memberikan pembinaan prodi Kedokteran ke universitas lain adalah sebagai bentuk dukungan dan solusi, akan semakin tingginya kebutuhan profesi dokter yang terus meningkat di Indonesia.

Menanggapi kerja sama ini, Arif menyatakan jika apa yang saat ini berjalan bisa mendorong perkembangan Pendidikan Kedokteran lebih kompetitif ketimbang satu bidang pendidikan saja.

“Kita bisa saling support. Pengalaman Unpad di bidang kedokteran sudah tidak diragukan lagi,” pungkasnya.

Peneliti Fakultas Kedokteran UI Ciptakan Aplikasi Kesehatan untuk Penderita PCOS

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini