Menjelajahi Wisata Sejarah di Ternate dari Benteng ke Benteng

Menjelajahi Wisata Sejarah di Ternate dari Benteng ke Benteng
info gambar utama

Kota Ternate di Maluku utara merupakan titik nol dalam jalur rempah dan menjadi penghasil utama cengkeh dunia. Ternate juga dikenal sebagai kota dagang dan memiliki sejarah panjang terkait perdagangan rempah dan kedatangan bangsa Eropa.

Rempah-rempah seperti cengkeh dan pala merupakan komoditi berharga yang membuat Portugis dan Spanyol begitu tertarik untuk datang ke wilayah tersebut.

Meski awalnya kedatangan mereka untuk membeli rempah-rempah, kemudian berakhir dengan perlahan-lahan menguasai Ternate. Sepanjang sejarahnya, Ternate pernah diperebutkan oleh Spanyol, Portugis, dan VOC.

Kini, berbagai peninggalan sejarah masih bisa kita saksikan di Ternate, salah satunya adalah keberadaan benteng yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya sekaligus menjadi destinasi wisata. Berikut benteng-benteng bersejarah di Ternate yang dapat dikunjungi:

Kora-Kora, Kapal Perang Kebanggaan Ternate yang Usir Portugis dari Maluku

Benteng Kastela

Benteng Kastela | Wikimedia Commons
info gambar

Benteng Kastela dibangun oleh Portugus tahun 1522 dan merupakan benteng kolonial pertama yang didirikan di Maluku. Nama benteng ini juga memiliki penyebutan yang beragam seperti São João Batista (Bahasa Portugis), Ciudad del Rosario (Bahasa Spanyol), dan Gammalamma (Bahasa Ternate dan Belanda).

Benteng ini dibangun oleh Gubernur Antonio De Brito dan diteruskan oleh Gubernur kedua Garcia Henriquez pada tahun 1525. Kemudian, terakhir diselesaikan oleh Gubernur ke delapan Jorge De Castro pada tahun 1540.

Benteng ini menjadi saksi bisu dalam peristiwa penting yang melibatkan Kesultanan Ternate dengan bangsa Portugis. Salah satunya adalah perjuangan rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Baabullah dalam melawan dan mengusir bangsa Portugis.

Benteng Kastela merupakan benteng megah dan besar, di dalamnya terdapat rumah pejabat, kantor dagang, gereja, hingga menara. Namun, kini semua telah rubuh dan hanya tersisa beberapa struktur tembok dan puing-puing bangunan.

Menikmati Keindahan Pulau Tidore dari Benteng Tahula

Benteng Kalamata

Benteng Kalamata | Wikimedia Commons
info gambar

Untuk memperluas pengaruh dan kekuasan bangsa Portugis di Ternate, Benteng Kalamata dibangun oleh Antonio Pigaveta pada tahun 1540. Pembangunan benteng ini juga dilakukan untuk menghadapi serangan dari Spanyol dan direnovasi oleh Pieter Both (Belanda) tahun 1609.

Benteng ini berada di Desa Kayu Merah, Kecamatan Ternate Utara, dengan luas lahan keseluruhan 4.539 meter persegi dan dibuat dari susunan batu andesit yang direkatkan dengan kalero, sejenis semen yang dibuat dari pembakaran batu karang.

Benteng Kalamata memiliki empat bastion yang membentuk kura-kura dan menjadikan benteng ini sangat kuat untuk pertahanan. Setiap bastion juga sudah dilengkapi lubang untuk membidik senjata. Dari benteng ini, wisatawan bisa melihat pemandangan pegunungan dan lautan di sekitarnya.

Benteng Van der Wijck, Objek Wisata Bersejarah Peninggalan Belanda

Benteng Oranje

Benteng Oranje | Wikimedia Commons
info gambar

Benteng Oranje berada di Jalan Hasan Boesoeri, Ternate Tengah, dan merupakan benteng tipe kastil berdenah trapesium. Benteng ini dilengkapi dengan empat buah bastion di setiap sudutnya. Pada bagian atas tembok benteng terdapat rampart atau jalan keliling yang dapat menghubungkan keempat bastion.

Di dalam benteng terdapat beberapa bangunan yang berfungsi sebagai rumah Gubernur Jenderal dan Gubernur VOC, barak prajurit, dan gudang senjata.

Ada pula sebuah prasati berbahasa Belanda dan dua buah prasati dalam bahasa Latin, juga beberapa lambang yaitu lambang VOC, lambang berbentuk perisai, dan lambang berbentuk singa.

Bangunan benteng ini terbilang sangat kokoh dan terbuat dari batu bata, batu kali, batu karang, dan pecahan kaca. Di beberapa sudut, kita bisa melihat meriam asli yang dulu dipakai Belanda untuk menghalau musuh, yaitu Spanyol dan Portugis.

Benteng Oranje didirikan pada tahun 1607 dan awalnya berasal dari bekas benteng tua yang sebelumnya pernah dibangun bangsa Portugis bernama Benteng Melayu. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat benteng ini sangat strategis.

Melihat Benteng Peninggalan Kolonial Belanda yang Tak Lekang oleh Zaman

Benteng Tolukko

Benteng Tolukko | Wikimedia Commons
info gambar

Benteng Tolukko merupakan peninggalan Portugis yang berada di Kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara. Benteng yang juga dikenal dengan nama Hollandia ini dibangun oleh seorang panglima Portugis, Francisco Serrao, tahun 1540. Kemudian tahun 1610 bangunannya diperbaiki untuk pertahanan terhadap bangsa Spanyol.

Sebagai tempat pertahanan, benteng ini memang terbilang strategis karena dibangun di atas bukit batuan yang memanjang ke arah laut sehingga akses ke laut menjadi sangat mudah.

Di benteng ini terdapat ruangan bawah tanah untuk menyimpan amunisi perang, tetapi saat ini kondisinya sudah tertutup tanah.

Konon, benteng ini juga punya lorong rahasia yang bisa langsung menembus area pantai. Pada masa lampau, lorong tersebut digunakan sebagai jalur melarikan diri jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun, lorong ini juga sudah ditutup demi alasan keamanan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini