Karier Model Nafa Salvana, dari Warung Pecel Lele Sampai ke Milan Fashion Week

Karier Model Nafa Salvana, dari Warung Pecel Lele Sampai ke Milan Fashion Week
info gambar utama

Industri fesyen tanah air belakangan sedang mendapat perhatian besar.

Selain karena adanya dua jenama yang secara terhormat mendapat undangan resmi untuk tampil di ajang fesyen paling bergengsi yakni Paris Fashion Week (PFW), kian diakuinya kualitas insan kreatif tanah air juga muncul dengan semakin terungkapnya sederet kalangan anak muda Indonesia yang ternyata telah berkiprah di dunia modelling, dan langsung terjun ke runway ajang fesyen bergengsi yang dimaksud.

Sebelumnya nama Rizal Rama banyak disorot setelah terlihat memeragakan koleksi label Prancis, Bluemarbel di PFW, dan terungkap jika ia merupakan pemuda berusia 22 tahun asal Surabaya.

Setelah ditelusuri, ternyata Rama bukanlah satu-satunya orang Indonesia yang mendapat kesempatan menjajal berbagai kostum terbaru dari merek fesyen ternama dunia, untuk diperagakan pada panggung catwalk paling tersohor.

Sebelumnya ada Raihan Fahrizal, anak muda asal Bandung dan diyakini menjadi model pria pertama Indonesia yang melenggang di runway Yves Saint Laurent.

Di samping itu masih ada sosok lainnya yakni seorang perempuan bernama Nafa Salvana, yang membedakan dan saat ini sedang menjadi topik pembicaraan hangat adalah karena proses perekrutan yang dilalui terbilang unik dan datang dengan cara yang tak terduga.

Kiprah Desainer Indonesia yang Resmi Tampil di Paris Fashion Week 2022

Direkrut saat sedang makan pecel lele tanpa casting

Terungkap melalui berbagai pemberitaan yang tersebar di media massa, Nafa diketahui merupakan seorang perempuan kelahiran tahun 1997 yang berasal dari Karawang. Dirinya berstatus sebagai mahasiswi jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung.

Pada kisaran bulan November 2021 lalu, diceritakan jika Nafa sedang makan di salah satu warung pecel lele kaki lima yang berada di Bandung. Tapi tak disangka, dirinya justru dihampiri oleh perekrut dari agensi modelling bernama ‘Who Knows’.

Saat itu disebutkan jika Nafa hanya menggunakan setelan kaus dan celana jeans, namun dirinya ditawari untuk bergabung dengan agensi tanpa melalui proses casting dan langsung terhubung dengan agensi modelling yang berbasis di Milan, yakni The Claw.

Dikontrak untuk satu musim ajang fesyen, kini Nafa sedang berkecimpung di dunia model internasional dan langsung mendapat tawaran kerja sama dengan empat brand ternama sekaligus yakni AC9, Diesel, Sunnei, dan Capasa Milano.

Model asal Indonesia Melenggang di Fashion Show Moschino Resort 2020

Pesona kulit sawo matang khas Indonesia yang tak terelakkan

Sejak pertama kali cerita ini terungkap, publik langsung dibuat penasaran sekaligus kagum atas kesempatan istimewa yang menghampiri Nafa. Karena diketahui, perempuan tersebut pasalnya sama sekali tidak memiliki pengetahuan atau latar belakang mengenai dunia modelling.

Namun satu hal yang diyakini oleh masyarakat Indonesia dan di saat bersamaan juga memunculkan pujian, adalah sosok Nafa yang memang terlihat memiliki perawakan tinggi dengan kulit sawo matang eksotis, dan wajah yang manis khas masyarakat Indonesia.

Hal tersebut juga diyakini menjadi alasan kuat mengapa dirinya langsung direkrut oleh agensi model di negara kiblat fesyen tanpa melalui proses casting. Pasalnya, Paris dan sebagian besar negara di dunia sendiri sejak beberapa tahun ke belakang memang mulai mengampanyekan kesetaraan warna kulit untuk merefleksikan karakter cantik yang bersifat universal.

Membuktikan jika dengan identitas tersebut dirinya bisa melenggang di ajang fesyen ternama dunia, kehadiran dan pencapaian besar Nafa seakan memperkuat anggapan dan kepercayaan diri kaum perempuan di tanah air, jika paras cantik tidak selalu bergantung pada warna kulit putih melainkan sesuai dengan karakteristik kecantikan Indonesia.

Wakili Indonesia, Butet Manurung Terpilih Jadi Barbie Role Model

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini