Euforia MotoGP Mandalika, Keramaian Parade Seremonial dan Berkah Bagi Masyarakat Lokal

Euforia MotoGP Mandalika, Keramaian Parade Seremonial dan Berkah Bagi Masyarakat Lokal
info gambar utama

Setelah 25 tahun berlalu sejak Indonesia menjadi tuan rumah untuk ajang MotoGP di tahun 1997, kesempatan istimewa tersebut akhirnya kembali diperoleh dengan terselenggaranya Pertamina Grand Prix of Indonesia di tahun 2022 ini.

Jadi salah satu momentum yang paling dinanti sejak beberapa tahun ke belakang, kian mendekati penyelenggaraannya gaung dan antusias dari berbagai pihak semakin ramai menyemarakkan euforia ajang balap motor paling bergengsi ini.

Puncaknya, kesempatan untuk membuat nama Indonesia tersorot dan menunjukkan kemampuan mumpuni dalam menggelar ajang balap tingkat dunia semakin terasa nyata, ketika jajaran pebalap dunia terlebih dulu menginjakkan kaki di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk melakukan tes pramusim pada bulan Februari lalu.

Persiapan race MotoGP di hari free practice | Febriansyah Tri Prasetyo/GNFI
info gambar

Meski terlebih dulu diselingi dengan balapan seri pertama sekaligus pembukaan di Sirkuit Losail, Qatar pada awal Maret, namun tak butuh waktu lama bagi Dorna Sports untuk kembali memboyong kompetisinya ke tanah air pada bulan yang sama.

Dari gegap gempita dan besarnya euforia yang terasa, MotoGP di Mandalika ini kian terasa istimewa setelah pemerintah ternyata memutuskan untuk terlebih dulu menggelar parade di Jakarta, yang diikuti proses iring-iringan dari 20 pebalap dengan membelah keramaian jalanan Ibu Kota.

Kilas Balik Progres Pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit

Seremonial yang dirayakan massal

Pada hari Rabu (16/3/2022), pebalap MotoGP melakukan parade iring-iringan yang dimulai dari Istana Merdeka Jakarta hingga Hotel Kempinski.

Sebenarnya momentum ini bisa dibilang menarik, karena sangat jarang atau mungkin hampir tidak pernah jajaran pebalap dunia bertemu dengan Presiden di suatu negara tuan rumah, dan melakukan parade seremonial di jalanan Ibu Kota.

Namun menurut penuturan Carlos Ezpeleta, selaku Chief Sporting Officer Dorna Sports, agenda ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras Pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan MotoGP di tanah air.

“Ini merupakan tahun pertama dari 10 tahun kerja sama. Oleh karena itu, sebagai (bentuk) respek kami, para pebalap akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo besok. Kami juga mengucapkan terima kasih atas waktunya Bapak Presiden,” ujar Carlos sebelum seremonial berlangsung, mengutip rilis resmi Setpres.

Lebih detail, rangkaian agenda seremonial itu sendiri dimulai ketika sebanyak 20 pebalap yang terdiri dari 16 pebalap MotoGP, 2 pebalap Moto2, 1 pebalap Moto3, dan 1 pebalap IATC (Idemitsu Asia Talent Cup), yang disambut oleh Presiden di Istana.

Yang menarik, dari 20 pebalap tersebut terdapat dua orang yang merupakan pebalap asli Indonesia, yakni Mario Aji, yang tahun ini akan berlaga pada kelas Moto3 dan Veda Ega Pratama yang ikut berlaga di IATC.

Proses penerimaan tersebut kemudian dilanjut dengan masing-masing pebalap yang memperkenalkan diri, beramah-tamah, serta berbincang dengan Presiden sambil menikmati jamuan berupa makanan tradisional Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga sempat memamerkan motor yang sebelumnya pernah dipakai untuk menjajal Sirkuit Mandalika.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Presiden kemudian melepas para pebalap secara simbolis untuk berlaga dengan mengibarkan bendera yang dilanjut dengan parade iring-iringan Jorge Martin dkk, menuju Bundaran HI.

Setelahnya, mereka diketahui langsung bertolak ke Lombok dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan balapan di Sirkuit Mandalika, yang kompetisi puncaknya akan berlangsung pada hari Minggu (20/3).

Sementara itu seperti yang diketahui, saat momen parade seremonial berlangsung euforia yang terasa memang begitu besar baik bagi masyarakat Indonesia sendiri maupun bagi para pebalap, yang pada beberapa kesempatan mengungkap rasa kagum dan terima kasih atas hangatnya antusias serta sambutan yang mereka dapat.

Beberapa pebalap yang terlihat antusias dan terpukau dengan antusias penggemar di Indonesia di antaranya Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, dan Marc Marquez. Tak lupa, hal yang sama juga disampaikan oleh pihak MotoGP melalui akun instagram resminya.

kick off #IndonesianGP begitu luar biasa, sambutan di Jakarta kemarin benar-benar gila! Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang tak akan terlupakan ini!” tulis pihak MotoGP.

Dari El Diablo hingga Joan Mir, Tak Sabar Ingin Taklukkan Trek Mandalika

Jadwal lengkap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022

Bicara mengenai jadwal, seperti yang telah disebutkan sebelumnya akan ada 4 kategori balap mulai dari IATC, Moto3, Moto2, dan MotoGP, yang akan berlangsung mulai tanggal 18-20 Maret.

Rangkaian balap tersebut akan dimulai dengan tahap free practice atau latihan (FP), kualifikasi (QP/Q), warming up atau pemanasan (WUP), dan sesi balap (race) yang sesungguhnya.

Lebih detail, berikut rangkaian jadwal detail yang dimaksud:

Sementara itu setibanya di Lombok setelah melakukan rangkaian agenda seremonial, sejumlah pebalap diketahui kembali menjajal lintasan Sirkuit Mandalika sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, di mana dimulai dengan sesi free practice sejak hari Jumat kemarin.

Intip Panduan Lengkap Menonton Pertamina Grand Prix Of Indonesia di Mandalika

Berkah UMKM Lokal

Booth UMKM Mandalika
info gambar

Sementara itu di lain sisi, semenjak kembali menginjakkan kaki di Lombok sejumlah pebalap diketahui menikmati waktunya dengan baik ketika mempersiapkan diri dan berbaur dengan masyarakat lokal.

Karena itu, bicara mengenai euforia MotoGP belum lengkap rasanya jika tidak membahas dampak positif yang ditimbulkan dari berbagai aspek bagi masyarakat lokal, salah satunya ekonomi.

Seperti yang diketahui, pihak sejumlah pihak berkepentingan di tanah air sendiri telah melakukan berbagai cara, agar kemeriahan yang terjadi juga dapat memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat lokal di sekitar sirkuit, khususnya para pelaku UMKM.

Karena itu, melalui kerjasama antara Pertamina dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperekraf) dan dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, diketahui telah ada tahap kurasi dan memilih sebanyak 50 UMKM binaan Pertamina untuk menyediakan kebutuhan pengunjung, terutama aneka makanan dan minuman yang tentunya paling banyak dicari di perhelatan akbar MotoGP.

Turut meramaikan kemeriahan MotoGP dengan kesan kearifan lokal, sejumlah UMKM yang terlibat diketahui menyediakan berbagai persediaan yang bisa didapat dengan mudah mulai dari aneka ragam pilihan produk makanan dan minuman siap saji baik berat seperti nasi balap puyung, soto, ayam taliwang, dll, maupun makanan ringan seperti kue-kue, buah, dan aneka camilan yang siap saji.

Untuk buah tangan, ada juga yang menyediakan makanan serta minuman seperti madu dan kopi khas Lombok yang dikemas secara unik dan menarik, bersamaan dengan beberapa produk cinderamata untuk dibawa pulang oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Ajang prestisius MotoGP Mandalika diharapkan mampu menciptakan peluang menarik bagi UMKM lokal. Semoga keberadaannya menjadi peluang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk melakukan penetrasi ke pasar global yang lebih luas,” ujar Fajriyah Usman, selaku VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Sementara itu untuk mengetahui bagaimana dampak secara nyata yang dirasakan para pelaku UMKM yang dimaksud, GNFI juga berkesempatan untuk berbincang bersama salah satu pelaku UMKM binaan Pertamina yang berada di lokasi, yakni Hadiatun.

UMKM binaan Pertamina di MotoGP Mandalika
info gambar

Hadiatun terlihat menjajakan makanan oleh-olek khas Lombok yakni berupa Mete Sugian. Berdasarkan penjelasan Hadiatun, dirinya mendapat kesempatan untuk menjajakan produk usaha di ajang MotoGP ini setelah memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh pembina yaitu berupa persyaratan kualitas, rasa, dan tampilan produk makanan.

Ia juga mengungkap jika dalam proses kurasi tersebut, dirinya merasa dimudahkan terlebih saat mengisi booth, dirinya bersama para pelaku UMKM yang lain sama sekali tidak dipungut biaya apapun.

Meski begitu, saat ditanya mengenai besarnya pendapatan yang dimiliki dari gelaran MotoGP ini, Hadiatun mengungkap jika dirinya memperoleh situasi yang lebih menguntungkan saat gelaran World SuperBike (WSBK) Mandalika yang sudah lebih dulu berlangsung pada bulan November 2021 lalu.

"Sekarang kita merasa agak lebih sepi karena jalur masuk penonton tidak semuanya lewat (area tersebut)," jelas Hadiatun.

Memang berdasarkan penglihatan tim GNFI, booth untuk UMKM sendiri dibagi ke beberapa area pintu masuk utama yakni di depan, tengah, dan belakang. Di mana lokasi booth depan memang lebih ramai karena banyak dilalui oleh orang yang berlalu-lalang sehingga produk yang dijajakan menjadi lebih laris.

Sedangkan untuk akses booth di area belakang bisa dibilang cukup jauh dari titik keramaian utama, sehingga lebih sepi.

Sementara itu pada kesempatan seremonial di Istana Merdeka Jakarta kemarin, Presiden mengungkap jika potensi nilai ekonomi dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika, akan dikalkulasi setelah acara selesai.

“Nanti kalau sudah event-nya selesai baru kita hitung berapa kira-kira yang masuk. Semuanya kita hitung setelah nanti event-nya kita selesaikan di hari Minggu,” pungkasnya.

Cuma di Indonesia, Nonton MotoGP Mandalika Bisa Sambil ‘Piknik’ Gelar Tikar

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini