Segera Menjadi Warisan Budaya Dunia, Inilah 6 Jenis Jamu dan Filosofinya

Segera Menjadi Warisan Budaya Dunia, Inilah 6 Jenis Jamu dan Filosofinya
info gambar utama

Jamu sebagai minuman tradisional Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu warisan budaya tak benda UNESCO. Pada 13 Maret lalu, Tim Kerja Nominasi Budaya Sehat Jamu beserta dengan empat gabungan perusahaan, telah mengajukan dokumen kepada Kemendikbud Ristek sebagai langkah untuk membuat jamu mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia.

Erwin Skripsiadi selaku peneliti menyatakan bahwa momen pandemi adalah waktu yang tepat untuk pengajuan ini, mengingat jamu adalah minuman kesehatan. Tak hanya itu, jamu juga memiliki budaya yang unik.

Nah, pada artikel ini GoodSide akan mengajak Goodmates untuk mengenal macam-macam jamu sebagai minuman tradisional asli Indonesia. Bukan cuma itu, jamu juga kaya akan manfaat kesehatan dan filosofikehidupan.

1. Kunyit Asam

Jamu kunyit asam, simbol masa bayi hingga remaja | Foto: Hot Liputan6.com
info gambar

Sesuai namanya, jamu kunyit asam adalah hasil dari racikan kunyit, asam jawa, serta gula merah. Perpaduan asam dan gula merah sendiri menyimbolkan asam manis kehidupan yang terasa sejak kita bayi hingga masa remaja.

Baca juga: Waspadai Bahaya Terlalu Sering Menggunakan Celana Jeans Ketat

Kunyit sendiri memiliki kandungan bahan aktif yang bisa meredakan nyeri, menurunkan demam, dan anti radang. Tak heran, jamu kunyit asam populer sebagai obat nyeri haid wanita. Selain itu, jamu jenis ini juga bisa membantu menurunkan berat badan dan mengendalikan gula darah.

2. Beras Kencur

Beras kencur, simbol awal masa remaja | Foto: SehatQ
info gambar

Jamu beras kencur bisa jadi merupakan jenis jamu dengan penggemar paling banyak karena rasanya yang lebih manis dari jamu lain. Meski begitu, adanya kencur pada jamu ini menimbulkan sensasi rasa pedas dan hangat. Bukan tanpa arti, rasa terus menyimbolkan masa remaja yang “pedas” karena mulai merasakan realita kehidupan.

Lebih lanjut, manfaat dari jamu beras kencur di antaranya bisa meningkatkan nafsu makan pada anak, meredakan diare dan batuk berdahak, hingga membantu penyembuhan luka pasca persalinan.

3. Uyup-Uyup

Uyup-uyup, jamu untuk memperlancar ASI | Foto: Detik Food
info gambar

Berbagai jenis rempah-rempah, seperti temulawak, kunyit putih, jahe, hingga daun pepaya menjadi bahan racikan untuk membuat jamu uyup-uyup. Jamu ini populer sebagai pelancar ASI dan peningkat kesuburan bagi wanita yang sudah menikah dan belum memiliki anak.

Memiliki sifat yang netral, jamu yang juga bernama gepyokan ini melambangkan anjuran bagi manusia untuk senantiasa mengabdi dan memasrahkan segala urusan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga: Hanya Ada Dua di Dunia, Intip Pesona Api Biru Kawah Ijen

4. Kunci Sirih

Jamu kunci sirih punya motivasi di balik penamaannya | Foto: @DapurIcha/Cookpad
info gambar

Ada dua bahan utama yang menyusun jamu ini, yaitu temu kunci dan daun sirih. Kedua bahan tersebut memiliki banyak manfaat. Seperti halnya jamu kunci sirih yang populer sebagai jamu untuk menyehatkan organ kewanitaan.

Secara filosofis, kata “kunci” dan “sirih” dalam penamaan jamu ini menyimbolkan kehidupan yang lebih baik (kunci), setelah melalui masa pahit (rasa dari rebusan daun sirih).

5. Cabe Puyang

Cabe puyang atau cabe jawa, bahan utama jamu cabe puyang | Foto: Ringtimes Banyuwangi
info gambar

Bila jamu kunci sirih terkenal akan manfaatnya dalam menjaga kesehatan organ wanita, jamu cabe puyang populer sebagai penjaga vitalitas raja-raja Jawa kuno. Pembuatan jamu ini memerlukan belasan cabe jawa, lempuyang dan kunyit segar, serta garama.

Filosofi dari jamu cabe puyang menggambarkan kehidupan di usia 19 sampai 21 tahun yang mulai labil. Meski identik untuk pria, para wanita juga bisa mengonsumsi jamu ini.

6. Sinom

Jamu sinom, punya filosofi religi | Foto: SehatQ
info gambar

Jamu sinom memiliki nama lain sirep tanpa nampa yang dalam bahasa Indonesia berarti “meninggal tanpa meminta apa-apa”. Rasa manis dari jamu ini menggambarkan fitrah manusia yang ada dalam kondisi suci saat lahir ke dunia, lalu harus kembali ke Tuhan dalam kondisi suci pula.

Baca juga:Langkah Mudah Menjaga Gigi dan Mulut Agar Tetap Sehat

Adapun jamu yang terdiri dari sinom (daun asam muda), kunyit, dan gula ini memiliki beberapa manfaat kesehatan. Antara lain melancarkan peredaran darah dan mengatasi keputihan.

Itulah beberapa jenis jamu tradisional Indonesia beserta manfaat dan filosofinya. Masih banyak jenis jamu lain dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Tentunya, kita harus bangga memiliki jamu sebagai bagian dari budaya Indonesia yang unik dan istimewa.

Referensi: National Geographic | Hello Sehat | Detik | Merdeka

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini