Sampai 70 Derajat Celcius, Berikut Deretan Kota Terpanas di Muka Bumi

Sampai 70 Derajat Celcius, Berikut Deretan Kota Terpanas di Muka Bumi
info gambar utama

Tahukah Goodmates bahwa ada beberapa tempati di Bumi yang terbilang sangat panas? Dengan iklim tropis, membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki suhu lebih panas dari beberapa negara lainnya. Tak heran jika kamu merasa kepanasan saat keluar pada siang hari.

Suhu rata-rata di Indonesia mencapai 32 hingga 35 derajat celcius. Di Indonesia, jika suhu sudah menyentuh 35 derajat celcius, pasti terasa sangat panas sehingga tidak nyaman dalam menjalani aktivitas. Maka, kita memerlukan alat pendingin seperti AC maupun kipas angin.

Akan tetapi, suhu tersebut terbilang belum ada apa-apanya daripada beberapa kota dengan suhu yang lebih tinggi. Di beberapa belahan dunia, suhu bisa mencapai 50 bahkan 70 derajat selama musim panas. Mau tahu apa saja? Berikut kota-kota terpanas di dunia.

1. Dallol, Ethiopia

Kota terpanas Dallol, Ethiopia | Foto: tripsavvy.com
info gambar

Pada zaman dahulu, tepatnya sekitar 1960-an, Dallol merupakan rumah bagi penambang sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut. Kini, Dallol tampak seperti kota hantu yang tidak berpenghuni.

Baca juga:Cara Ampuh Atasi Kulit Belang dengan Bahan Alami

Salah satu alasan meninggalkan Dallol adalah udara panas dan suhu yang bisa mencapai 41 derajat celcius setiap harinya. Selain itu, Dallol juga terdapat air mancur panas gas, dan bagian dari daerah vulkanik aktif. Hal tersebut membuat Dallol menjadi salah satu tempat paling panas.

2. Ghadames, Libya

Kota terpanas Ghadames, Libya | Foto: unchartedbackpaker.com
info gambar

Menjadi salah satu kota dengan suhu paling tinggi di dunia, Ghadames terletak di sekitar oasis yang memiliki suhu rata-rata 40 derajat celcius pada musim kemarau. Bahkan, suhu paling tinggi bisa mencapai 55 derajat celcius.

Uniknya, meski memiliki suhu panas, di kota ini masih terdapat banyak penduduk yang tinggal. Ghadames adalah rumah bagi 10.000 orang. Mereka melindungi diri dari panasnya suhu dengan cara membangun rumah berbahan lumpur.

Selain itu, Ghadames juga berhasil menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO dan mendapatkan julukan “Mutiara Gurun”

3. Kebili, Tunisia

Kota terpanas Kebili,Tunisia | Foto: pxfuel.com
info gambar

Sama seperti Ghadames, Kebili juga merupakan sebuah kota oasis. Banyak orang mengenal kota ini sebagai kota dengan perkebunan kurma. Hal ini karena kurma tumbuh baik di tempat dengan suhu yang tinggi.

Baca juga: Bisa Suburkan Tanah, Micin Bermanfaat Bagi Tanaman

Kebili memiliki suhu rata-rata 40 derajat celcius pada musim panas. Paling tinggi, suhu di Kebili bisa mencapai 55 derajat celcius. Panasnya suhu membuat penduduk sekitar memiliki kebiasaan berteduh di bawah pohon palem yang tumbuh di sekitaran kota.

4. Death Valley, California

Kota terpanas Death Valley, California | Foto: visitcalifornia.com
info gambar

California, Amerika Serikat juga memiliki salah satu tempat paling panas di dunia. Ya, Death Valley di California memang menjadi salah satu tempat yang memiliki suhu sangat tinggi. Menilik dari namanya saja sudah terlihat ada yang tidak baik-baik saja.

Death Valley terletak di gurun Mojave, California. Tempat ini sangat kering dan panas dengan suhu rata-rata mencapai 47 derajat celcius. Pada 1913, suhu paling tinggi tercatat hingga 56,7 derajat celcius.

Baca juga: Anti Goreng! Ini Deretan Makanan Rebus yang Menyehatkan

5. Kota Terpanas Dash-e-Loot, Iran

Kota terpanas Dash-e-Loot, Iran | Foto: iranparadise.com
info gambar

Terakhir, ada kota Dash-e-Loot. Kota ini terletak di sebuah dataran tinggi Iran dan menjadi salah satu kota paling panas tidak hanya di Iran, melainkan di dunia. Dash-e-Loot memang memiliki suhu yang sangat tinggi setiap harinya.

Pada 2003 dan 2009, pengukuran satelit mencatat bahwa suhu di Dash-e-Loot mencapai 159 derajat fahrenheit atau sekitar 70,5 derajat celcius. Itu sebabnya, Dash-e-Loot menjadi kota terpanas di bumi dan tidak memiliki penduduk karena mustahil untuk tinggal dengan suhu tinggi tersebut.

Referensi: Kompas | IDN Times

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini