Tulang Bawang Lampung dan Pesona Objek Wisatanya yang Beragam

Tulang Bawang Lampung dan Pesona Objek Wisatanya yang Beragam
info gambar utama

Tulang Bawang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki potensi wisata luar biasa. Dengan ibu kotanya Menggala, kabupaten ini terletak di bagian hilir dari dua sungai besar yaitu Way Tulang Bawang dan Way Mesuji.

Kabupaten Tulang Bawang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir di Sumatra Selatan dan Laut Jawa. Lokasinya sendiri berjarak sekitar 120 kilometer dari Bandar Lampung.

Pengunjung yang berangkat dari Jakarta dan sekitaranya bisa menempuh penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Raden Intan II sekitar 45 menit kemudian dilanjutkan perjalanan darat selama dua jam sampai ke Kota Menggala. Bisa juga lewat jalur laut melalui Pelabuhan Laut Merak-Bakauheni.

Sesampainya di Tulang Bawang, Anda bisa menjelajahi berbagai objek wisata seperti berikut:

Kota Tua Menggala

Menurut catatan sejarahnya, kawasan Kota Tua Menggala cukup tersohor sebagai pusat peradaban dan perdagangan di Tulang Bawang pada masa kolonial Belanda. Kota Menggala juga termasuk kota paling tua yang ada di Lampung dan telah ada sejak sekitar abad ke-15 atau 16.

Hingga kini, masih ada beberapa bangunan peninggalan era kolonial yang bisa dijumpai di area tersebut. Salah satunya adalah sebuah dermaga yang dulunya menjadi akses menuju transportasi air. Wisatawan juga bisa menyusuri sungai dengan menggunakan perahu nelayan.

Di Kota Tua Menggala juga masih banyak ditemukan rumah adat yang berbentuk rumah panggung. Memang penduduk yang tinggal di kota memilih untuk membangun rumah adat. Di daerah tersebut, hanya sebagian kecil bentuk bangunan modern yang tidak mengandung unsur adat.

Menyaksikan Keunikan Kampung Pulo dan Candi Cangkuang di Garut

Cakat Raya

Objek wisata Cakat Raya ini berada di Desa Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur, dan memiliki konsep serupa taman mini. Di dalamnya terdapat miniatur rumah adat Tulang Bawang, rumah adat Joglo, rumah adat Batak Toba, hingga rumah adat Minangkabau.

Keberagaman budaya yang ditampilkan di Cakat Raya memang menggambarkan kondisi Tulang Bawang yang memang terdiri dari beraneka ragam suku bangsa yang tinggal di kabupaten tersebut. Pembangunan objek wisata Cakat Raya yang terdiri dari bangunan adat berbagai suku juga menjadi simbol penghargaan terhadap keberagaman.

Selain rumah adat, juga ada miniatur Candi Prambanan dengan luas sekitar 9x10 meter dan tingginya 12 meter. Lokasi miniatur candi ini menghadap langsung ke Way Tulang Bawang yang membuat pemandangannya semakin memesona.

Bone Bolango, Tempat Berenang Bersama Hiu Paus dan Jadi Orang Tua Asuh Maleo

Islamic Centre Tulang Bawang

Islamic Centre Tulang Bawang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Sebab, desainnya yang unik dan berbeda dari Islamic Center yang ada kota lain. Islamic Center Tulang Bawang terdiri dari Masjid As Sobur, Balai Adat Sessat Agung, dan ruang terbuka publik.

Islamic Center Tulang Bawang didesain oleh arsitek kenamaan Indonesia yaitu Andra Matin yang terkenal dengan ciri khas desain modern, bersih, dan memanfaatkan bahan bangunan dari alam seperti bata dan kayu.

Untuk desain Masjid As Sobur sendiri dibuat dengan bentuk seperti menara yang melambangkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan, dilengkapi dengan aula yang lebar melambangkan hubungan horizontal antara manusia dengan manusia.

Pembangunan masjid ini menerapkan numerologi Islam pada seluruh desainnya. Misalnya, menara dibuat setinggi 30 meter seperti jumlah 30 juz dalam Al-Qur'an. Kemudian ada 99 lubang cahaya di puncak menara yang diambil dari 99 nama Allah. Luas masjid pun 34x34 meter yang melambangkan jumlah sujud umat Islam dalam melaksanakan salat wajib.

Sedangkan untuk material dari beton ekspos juga mencerminkan kesederhanaan dan keabadian hubungan manusia dengan Tuhan. Sementara Andra Matin merancang masjid dengan massa yang tampak kokoh untuk mencerminkan aktivitas yang sakral dan pribadi, pada area aulanya dibuat dengan desain yang lebih ringan dan terbuka.

Pada Balai Adat Sessat Agung memang dibuat tanpa dinding pemisah antara bagian dalam ruangan dan luar ruangan. Mengambil sisi cerita adat Lampung, atap bangunan balai didesain dengan sembilan puncak untuk melambangkan mahkota yang disebut siger. Pada langit-langit terdapat sebelas nama desa lokal diukir dalam aksara lokal kuno Kaganga.

Selain itu, di area Islamic Center Tulang Bawang juga terdapat sebuah danau buatan yang dihuni ribuan ikan mas, nila, lele, gurami, dan patin. Karena kemegahan dan keunikan bangunannya, Islamic Center Tulang Bawang bahkan menerima penghargaan “Venice Biennale Architect” di Venice, Italia.

Menyaksikan Fenomena Alam Equinox di Tugu Khatulistiwa Santan Ulu

Tugu Rato Nago Besanding

Tugu Rato Nago Besanding | Wikimedia Commons
info gambar

Patung Tugu Rato Nago Besanding atau juga dikenal dengan nama Patung Naga merupakan ikon Tulang Bawang Barat yang berada di simpang tiga Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kampung Kagungan Ratu.

Patung tersebut digambarkan dengan dua ekor naga yang sedang menarik pelana. Naga tersebut dikendarai seorang kusir dan terdapat sepasang pengantin di bagian belakang. Karena keindahannya, banyak wisatawan mengunjungi patung ini untuk berfoto.

Menurut keterangan Umar Ahmad, selaku Bupati Tulang Bawang Barat, patung tersebut tak hanya indah tetapi juga memiliki filosofi yang dalam. Tugu Rato Nago Besanding merupakan simbol keagungan dan keluhuran budaya masyarakat Lampung yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

"Di situ inti maknanya. Jadi keagungan dan keluhuran itu jangan hanya berhenti sebatas cerita leluhur kita saja, tapi harus juga diimplementasikan di kehidupan kita hari ini, bahkan dilestarikan buat diwariskan ke anak cucu penerus kita dimasa depan," jelas bupati yang menjabat dua periode sejak 2014 tersebut.

Umar juga menjelaskan bahwa sosok naga kembar penarik kereta kencana tersebut adalah simbol keberanian dan optimisme.

Menikmati Keindahan Hamparan Padang Rumput Eksotis di Fulan Fehan

Patung Megou Pak

Perjalanan menjelajahi Tulang Bawang masih belum berakhir. Anda juga wajib mengunjungi Patung Megou Pak di Desa Panaragaan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Di sana terdapat patung dengan tinggi sekitar 15 meter dan panjangnya sampai 40 meter.

Wajah yang menghiasi patung tersebut merupakan empat pemimpin yang menceritakan keberadaan marga atau suku asli Lampung yakni Megou Pak. Adapun keempat marga tersebut adalah Marga Tegamoan, Marga Boay Bolan, Marga Suay Umpu, dan Marga Buay Aji.

Patung ini dibangun tahun 2016 dan bertujuan untuk mengabadikan dan melestarikan sejarah adat Megou Pak. Juga sebagai upaya dalam mengakui keberadaan masyarakat Hukum Adat Megow Pak yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini