Jembatan Penyeberangan Jadi Spot Foto Hit Warga Jakarta

Jembatan Penyeberangan Jadi Spot Foto Hit Warga Jakarta
info gambar utama

Sesuai namanya, jembatan penyeberangan orang (JPO) merupakan fasilitas bagi pejalan kaki untuk menyeberangi jalanan yang lebar atau jalan tol dengan lebih aman serta leluasa karena terpisah dari lalu lintas kendaraan. JPO juga digunakan untuk menuju tempat pemberhentian kendaraan umum seperti bus atau kereta hingga menghubungkan pusat perbelanjaan yang jaraknya berdekatan.

Keberadaan jembatan tentu bukan sesuatu yang asing mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Namun, beberapa tahun belakangan ini Pemprov DKI Jakarta berhasil membuat JPO begitu menarik perhatian banyak orang. Diketahui, ada beberapa proyek revitalisasi JPO yang dilakukan dan hasilnya membuat warga berbondong-bondong untuk mengunjungi jembatan yang estetis.

Ya, seperti yang kita ketahui bahwa beberapa JPO di ibu kota memiliki desain yang "bukan sekadar jembatan biasa" tetapi dirancang dengan berbagai keunikan. Dengan desain unik, serta pemandangan gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya, jembatan kini tak hanya jadi tempat penyeberangan, tapi juga spot foto paling hit bagi warga Jakarta.

Berikut beberapa JPO paling dengan desain yang tak biasa di Jakarta:

Sarinah, Pusat Belanja yang Melegenda Kini Hadir Kembali dengan Wajah Baru

JPO Pinisi

JPO Pinisi di Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Jakarta Selatan, ini baru saja diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 10 Maret 2022. Dilihat dari penampilannya, jembatan yang satu ini memang tidak biasa sebab dirancang menyerupai bentuk pinisi sebagai representasi alat transportasi kebanggaan Nusantara.

Selain berbentuk pinisi, jembatan ini memiliki dua jembatan lurus dan melengkung yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman arah Blok M dan Monas. Uniknya, jembatan ini tidak hanya dibuat untuk pejalan kaki, tapi juga para pengguna sepeda, baik itu untuk olahraga, transportasi, atau para pedagang.

JPO Pinisi juga telah terintegrasi dengan Halte TransJakarta Karet dan dilengkapi lift untuk masyarakat disabilitas, ibu hamil, lansia, dan sepeda. Juga memiliki fasilitas seperti kamera CCTV, sensor beban untuk keamanan, anjungan pandang, dan dipercantik dengan keberadaan lampu dekoratif artistik.

Pembangunan jembatan ini juga dipersembahkan untuk para tenaga medis yang gugur dalam situasi pandemi Covid-19 dan di bagian tengah jembatan, tertulis ukiran nama 37 tenaga kesehatan. Kata Anies dalam peresmian, jembatan ini memenuhi kebutuhan masyarakat dan secara estetika akan membawa Jakarta sebagai kota global dunia.

20 Destinasi Wisata Terpopuler di Media Sosial, Bali Masuk Peringkat 5

JPO Gelora Bung Karno

JPO Gelora Bung Karno (GBK) ini memang bukan jembatan baru dan sudah diresmikan sejak 28 Februari 2019. Jembatan yang terhubung dengan halte Transjakarta GBK ini juga begitu menarik perhatian karena desain ornamen-ornamen segi empat yang dipasang secara spiral berwarna putih dan akan memantulkan gemerlap warna-warni dari lampu-lampu gedung di sekitarnya pada malam hari.

Ornamen segi empat spiral di jembatan tersebut menjadi simbol dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Juga menjadi simbol semangat berolahrga, yang identik dengan kawasan Senayan. Dengan bangunan yang tampak futuristik, ditambah dengan tata pencahayaan yang apik, tak heran jika jembatan ini banyak dikunjungi pejalan kaki untuk berfoto.

JPO GBK ini menggunakan atap transparan, lantainya terbuat dari kayu, dengan pegangan di kanan-kiri dari besi memberikan kesan yang mewah dan unik. Jembatan ini memiliki panjang 66,5 meter dan telah dilengkapi kamera CCTV yang beroperasi 24 jam, lift, serta guidance blok yang ramah untuk kaum disabilitas dan ibu hamil.

Menikmati Keindahan Hamparan Padang Rumput Eksotis di Fulan Fehan

JPO Dukuh Atas

JPO Dukuh Atas di Jakarta Pusat ini juga tak kalah menarik perhatian. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan JPO Dukuh Atas sisi timur dan Halte Transjakarta Dukuh Atas 2 yang melayani koridor 6 Dukuh Atas-Ragunan dan koridor 4 Pulogadung-Dukuh Atas.

Ketika melewati jembatan ini dari luar, Anda bisa melihat hiasan berbentuk segi enam dengan warna putih dan abu-abu melapisi bagian luar JPO. Jembatan ini juga dilengkapi dengan pagar pembatas dari besi berwarna hitam dan ukurannya lebih besar. Bagian pijakan kaki yang dibuat dari lempengan besi juga sengaja diterapkan agar pejalan kaki lebih nyaman saat melintas di JPO ini.

JPO Dukuh Atas ini juga telah rampung pada tahun 2019 dan termasuk jembatan yang memiliki atap yang dapat melindungi pejalan kaki dan panas dan hujan.

Peresmian Creative Hub dan Persiapan F1 Boat Race di Danau Toba

JPO Bundaran Senayan

Tak jauh dari JPO GBK, di kawasan Senayan juga ada jembatan lain yaitu JPO Bundaran Senayan. Dari segi desain, jembatan ini tampak lebih dinamis dan sederhana. Adapun desain JPO ini memiliki detail garis-garis pengulangan di sepanjang jembatan.

JPO Bundaran Senayan mempunyai landasan datar dari kayu komposit dan punya pegangan berbahan serupa. untuk atapnya dibuat agak buram agar tidak terlalu silau jika melintas pada siang hari. Jembatan sepanjang 68 meter ini didominasi dengan deretan pagar putih jika dilihat dari dalam tampak seperti lorong.

Menurut Firman Herwanto, IAI, Team Leader Arsitek PT Arkonin, desain JPO ini memang dibuat sedinamis mungkin, mengingat kawasan Senayan juga merupakan area perkantoran sehingga desainnya lebih lembut dan tidak terlalu kaku.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini