Mengenal Alopecia Areata, Autoimun Penyebab Kebotakan yang Bisa Dialami Wanita

Mengenal Alopecia Areata, Autoimun Penyebab Kebotakan yang Bisa Dialami Wanita
info gambar utama

Sebelumnya mungkin tak banyak yang tahu atau belum mendengar kondisi penyakit yang dinamakan alopecia aerata. Namun sejak beberapa hari terakhir, istilah satu ini banyak mengundang rasa penasaran dan dicari tahu penjelasannya oleh banyak masyarakat dunia, termasuk di antaranya Indonesia.

Bukan tanpa alasan, kondisi tersebut rupanya menjadi bahan perbincangan gegara timbul sebuah konflik yang terjadi di ajang penghargaan film paling bergengsi Oscar 2022, antara kedua aktor ternama asal Negeri Paman Sam yakni Will Smith dan Chris Rock.

Will Smith diketahui tidak terima ketika pasangannya yakni Jada Pinkett, jadi bahan lelucon Chris Rock yang menyorot mengenai penampilan kepala botak Jada. Padahal, penampilan tersebut dimiliki Jada karena dirinya mengalami penyakit alopecia aerata yang menyebabkan kerontokan rambut dan membuat kebotakan.

Sejak beberapa hari terakhir, konflik kekerasan yang terjadi dan disaksikan oleh jutaan pasang mata di dunia itu mencuri perhatian masyarakat global, termasuk di Indonesia yang menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang menilai lelucon tersebut tidak layak karena menyinggung penyakit seseorang, tapi banyak juga yang tidak membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Will Smith.

Terlepas dari kondisi tersebut, seperti apa sebenarnya kondisi nyata dari penyakit alopecia aerata yang ternyata banyak dialami berbagai kalangan?

Alzheimer, Penyakit Serius yang Lebih dari Sekadar Pikun

Autoimun yang menyerang folikel rambut

ilustrasi alopecia aerata | Alex Papp/Shutterstock
info gambar

Mengutip penjelasan di laman Alodokter, alopecia aerata adalah suatu kondisi kebotakan atau kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan autoimun. Pada kasus ini, sistem imun menyerang dan merusak folikel atau tempat rumbuhnya rambut, sehingga menyebabkan kerontokan dan kebotakan.

Meski kebanyakan hanya memengaruhi rambut di kulit kelapa, kondisi kerontokan tersebut pada beberapa kondisi juga kerap terjadi pada seluruh bagian tubuh yang lazimnya ditumbuhi rambut.

Lebih detail, autoimun yang terjadi juga dijelaskan menyebabkan keluarnya sitokin proinflamasi dan kemokin yang memicu rontoknya rambut. Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab pasti sistem imun menyerang dan merusak folikel rambut, namun beberapa penelitian menyebut kondisi ini juga bisa dipicu oleh infeksi virus, trauma, perubahan hormon, dan stres fisik atau psikis.

Selain itu, ada tiga kondisi yang diyakini juga menjadi faktor penyebab seseorang mengalami penyakit alopecia aerata. Adapun kondisi yang dimaksud yakni memiliki keturunan atau kerabat dekat yang memang mengalami kondisi ini, menderita gangguan kromosom atau down syndrome, dan terakhir menderita beberapa penyakit bawaan seperti asma, lupus, penyakit tiroid, dan kekurangan vitamin D.

Hal pertama yang perlu dijadikan catatan, penyakit satu ini sebenarnya bisa terjadi kepada siapa saja baik pria atau wanita. Namun masih menurut sumber yang sama, alopecia aerata biasanya rentan terjadi pada kalangan berusia di bawah 30 tahun.

Lebih detail, kondisi ini biasanya menyerang kalangan yang berada di usia remaja dan dewasa muda. Secara spesifik, kebotakan yang dialami dapat terjadi pada bagian kulit kepala, alis, bulu mata, bulu hidung, ketiak, kemaluan, kumis, atau janggut.

Aura Kedewasaan Selepas Rambut Gombak Dipotong

Gejala dan pengobatan

Kondisi seseorang yang mengalami alopecia areata nyatanya tidak hanya memunculkan perubahan fisik berupa kebotakan yang bagi beberapa kalangan bisa menimbulkan rasa kurang percaya diri. Penyakit ini biasanya juga datang dengan beberapa kondisi fisik pada bagian kuku yang mengalami perubahan, di antaranya muncul bintik dan garis putih, kemerahan, melekuk, menjadi kasar dan tidak berkilau, dan menjadi tipis serta mudah terbelah.

Seperti kondisi penyakit autoimun lain, kebotakan dan kerontokan yang dialami oleh penderita alopecia areata bisa bersifat kambuhan.

Pada kondisi ringan, kebotakan yang dialami biasanya hanya berupa pitak atau botak pada titik tertentu. Namun pada tingkat yang lebih tinggi, alopecia juga memiliki tipe lain dengan kebotakan yang terjadi di satu area misalnya kepala secara menyeluruh, kondisi tersebut dinamakan alopecia areata totalis. Tipe lebih tinggi lagi, jika kebotakan terjadi di semua area tubuh yang berambut, maka kondisinya disebut alopecia areata universalis.

Apakah kebotakan yang dialami penderita alopecia areata bersifat permanen?

Pada beberapa kondisi iya. Namun, sebagian banyak yang dapat tumbuh kembali ketika kondisi peradangan autoimun pada folikel rambut di kepala sudah mereda. Karena itu, sebenarnya tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit satu ini, karena bisa sembuh dengan sendirinya.

Adapun jika terdapat pengobatan yang dilakukan atau diberikan oleh dokter, biasanya hanya berupa obat yang memiliki kandungan untuk merangsang pertumbuhan rambut, beberapa di antaranya obat minoxidil, kortikosteroid, anthralin, dan Diphencyprone (DPCP).

Mahasiswa IPB Temukan Fakta Mengejutkan Tentang Dampak Rambut Manusia Pada Tanah

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini