Ikonik, Lokasi Syuting Film Indonesia Ini Jadi Tujuan Liburan Populer

Ikonik, Lokasi Syuting Film Indonesia Ini Jadi Tujuan Liburan Populer
info gambar utama

Tak hanya menyajikan hiburan dalam bentuk audio-visual, cerita yang unik atau menampilkan kehebatan para aktor, lokasi syuting juga menjadi salah satu bagian menarik dari sebuah film. Bagaimana tidak, lokasi punya peran penting dalam membuat sebuah film menjadi lebih atraktif. Tak heran bila pencarian lokasi syuting ini memerlukan niat ekstra demi mendapatkan latar yang paling sesuai dengan cerita.

Lokasi syuting sering kali disorot dalam film dan ketika melihat tempat itu, seseorang yang sudah menonton filmnya tentu akan langsung terbayang adegan dalam film yang terjadi di sana.

Mengingat produksi film di Indonesia juga tidaklah sedikit, tentu ada banyak tempat yang sudah pernah dijadikan tempat syuting film. Dari jalanan perkotaan, suasana pedesaan, bangunan sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, hingga objek wisata pernah menjadi latar belakang film. Tak hanya menampilkan tempat-tempat yang sudah populer, bahkan beberapa film membuat tempat-tempat tersembunyi menjadi terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan.

Dari sekian banyak film yang memiliki lokasi syuting menarik, berikut lima di antaranya yang paling ikonik dan bisa jadi alternatif tujuan liburan Anda di Indonesia.

Kilas Balik Jejak Kejayaan Seniman Poster Film Bioskop Indonesia di Tahun 1980-an

Filosofi Kopi

 Filosofi Kopi Melawai | @Agumon Shutterstock
info gambar

“Filosofi Kopi” merupakan film drama yang dirilis tahun 2015 dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko. Film ini diadaptasi dari cerita pendek berjudul sama karya Dewi Lestari dan diperankan oleh aktor dan aktris ternama seperti Rio Dewanto, Chicco Jerikho, Julie Estelle, Jajang C. Noer, hingga Slamet Rahardjo.

Sepanjang film ini, penonton akan diajak melihat aktivitas di sebuah kedai kopi di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Bagi pembaca buku dan penonton film tersebut tentu penasaran ingin melihat bagaimana kondisi kedai Filosofi Kopi.

Ternyata, kedai kopi tersebut memang sudah direncanakan untuk dijadikan tempat usaha yang nyata oleh Angga Dwimas Sasongko, Anggia Kharisma, Handoko Hendroyono, Chicco Jerikho, dan Rio Dewanto. Sehingga para penggemar film ini bisa benar-benar merasakan pengalaman minum kopi dan kongko di kedai tersebut.

Filosofi Kopi juga bukanlah tempat yang ramai sekadar aji mumpung setelah filmnya sukses. Kedai tersebut tetap bertahan sampai saat ini dan punya beberapa cabang di kota lain seperti Medan, Bandung, Makassar, dan Yogyakarta.

Deretan Bioskop Pertama di Indonesia, Cikal Bakalnya Sejak Tahun 1900

AADC 2

 Gereja Ayam | @Sony Herdiana Shutterstock
info gambar

“Ada Apa dengan Cinta?2” termasuk salah satu film Indonesia yang mendapatkan banyak penonton dan mendulang kesuksesan dari film pertamanya yang dirilis tahun 2002. Sekuel ini tayang tahun 2016 dan masih diperankan oleh pemeran film sebelumnya termasuk Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra.

Berbeda dari film sebelumnya yang menceritakan kehidupan percintaan remaja, “AADC 2” menampilkan cerita para pemain setelah bertahun-tahun kemudian dan sudah berusia dewasa.

Untuk lokasi syutingnya dipilih kota Yogyakarta yang diceritakan sebagai tempat liburan sekaligus reuni para pemeran. Sepanjang film, ditampilkan beberapa tempat wisata dari yang sudah populer hingga yang dipopulerkan film ini.

Beberapa spot ikonik di Yogyakarta dalam film ini antara lain Istana Ratu Boko dengan pemandangan perkotaan, Candi Bodobudur, dan Gunung Merapi. Ada pula Punthuk Setumbu yang jadi titik untuk menikmati pemandangan Candi Borobudur pada pagi hari. Selanjutnya ada Rumah Doa Bukit Rhema yang dikenal dengan sebutan Gereja Ayam, Klinik Kopi di Kaliurang, Sate Klathak Pak Bari di Bantul, Pantai Parangkusumo, hingga GreenHost Hotel di daerah Prawirotaman.

Darah dan Doa, Ketika Gagasan Kebangsaan Pertama Kali Terputar dalam Sinema

Pengabdi Setan

 Rumah Pengabdi Setan ​​| @Dinda Amabel Shutterstock
info gambar

Penikmat film horor Tanah Air tentu masih ingat bagaimana mencekamnya tayangan “Pengabdi Setan” yang dirilis tahun 2017. Film yang disutradarai Joko Anwar ini adalah pembuatan ulang dari film berjudul sama dari tahun 1982.

Adapun film tersebut dibintangi oleh Tara Basro, Bront Palarae, Ayu Laksmi, M. Adhiyat, Egy Fedly, Arswendi Nasution, Fachry Albar, dan Asmara Abigail. Pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2017, “Pengabdi Setan” memenangkan beberapa penghargaan seperti kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Joko Anwar), dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Joko Anwar).

Film ini menceritakan tentang sebuah anggota keluarga yang tinggal di rumah tua dan berlokasi di tengah hutan. Plus, salah satu anggota keluarga tersebut rupanya terikat perjanjian dengan setan. Rumah yang jadi lokasi syuting utama dalam film ini begitu ikonik dan setiap sudutnya sangat terkesan menyeramkan.

Usai menonton film ini, penonton dibuat penasaran dengan lokasi rumah yang jadi lokasi syuting film tersebut. Memang rumah tersebut nyata adanya dan berlokasi di Kawasan PTPN VIII, Kampung Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Rumah itu awalnya merupakan rumah dinas pegawai perkebunan setingkat kepala bagian. Sebenarnya sebelum syuting dimulai, rumah tersebut juga masih digunakan oleh para staf perkebunan. Setelah film ditayangkan, mulai banyak pengunjung yang datang untuk melihat kondisi rumah tersebut.

Rupanya, ada dua bangunan yang digunakan dalam film. Bangunan pertama adalah rumah tampak depan yang ada dalam film, sedangkan untuk bagian dalam rumah, ada bangunan lain yang jaraknya 100 meter dari rumah pertama. Tak hanya melihat dari luar, pengunjung yang berani juga diperbolehkan melihat-lihat bagaimana isi dalam rumah tersebut.

Film Janur Kuning, Pencitraan Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949

Dilan 1990

Film drama romantis “Dilan 1990” yang ceritanya diangkat dari novel “Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990” karya Pidi Baiq juga termasuk film Indonesia yang punya banyak penggemar. Dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, film ini banyak mengambil lokasi syuting di Kota Bandung, Jawa Barat.

Bedanya, di film ini tidak banyak mengambil lokasi di tempat-tempat wisata, tetapi menampilkan latar belakang tempat yang biasa dikunjungi sehari-hari seperti jalanan kota, sekolah, warung, hingga bangunan rumah.

Adapun lokasi syuting ikonik di film ini termasuk kawasan Jalan Cibeunying yang terdapat rumah-rumah besar dari era kolonial Belanda dan identik dengan nuansa hunian yang asri karena masih banyak pepohonan. Kemudian, ada lokasi di rumah Milea di Jalan Kencana, SMA Negeri 20 di Jalan Citarum, tak lupa Warung Bi Eem yang aslinya merupakan kedai kopi bernama Coffeelense Coffee Brewery di Jalan Panaitan No. 22

Malea Emma, Aktris Cilik Keturunan Indonesia dalam Film Science-Fiction “After Yang”

Aruna & Lidahnya

“Aruna & Lidahnya” adalah film drama yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Laksmi Pamuntjak dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, dan Oka Antara. Film ini akan menampilkan berbagai masakan Indonesia dengan cerita tentang persahabatan dan cinta.

Produksi film ini dilakukan di lima kota termasuk Jakarta, Surabaya (Jawa Timur), Pamekasan (Jawa Timur), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Singkawang (Kalimantan Barat).

Sepanjang menonton film ini, kita akan dibuat menelan air liur karena begitu banyak masakan Nusantara yang diangkat dalam ceritanya. Pun, ada banyak tempat makan yang pada akhirnya bisa jadi referensi bila berkunjung ke daerah yang ada di film ini.

Beberapa tempat makan yang dikunjungi sosok Aruna di film ini antara lain Depot Anda di Jalan Walikota Mustajab dan Soto Lamongan Cak Har di Surabaya, Pondok Pengkang, Mie Kepiting Singkawang, dan Rumah Marga Tjhia di Singkawang, hingga Campor Lorjuk di Pamekasan.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini