Mengenang Deretan Objek Wisata di Indonesia yang Pernah Populer di Masa Lalu

Mengenang Deretan Objek Wisata di Indonesia yang Pernah Populer di Masa Lalu
info gambar utama

Objek wisata seperti taman bermain, kolam renang, kebun binatang, hingga fasilitas penunjangnya yaitu hotel dan restoran merupakan tempat-tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi selama liburan. Biasanya pada musim liburan, berbagai objek wisata seperti itu ramai dikunjungi keluarga karena aktivitasnya tergolong ramah anak-anak tetapi tetap seru untuk orang dewasa.

Namun, tempat wisata yang selalu identik dengan kesan ceria, penuh gelak tawa dan kegembiraan dapat berubah menjadi terkesan angker dan mencekam jika pihak pengelola gagal mempertahankan usahanya, misalnya karena pailit.

Di beberapa negara, Anda mungkin pernah mendengar nama-nama taman bermain yang kondisinya begitu menyeramkan karena bertahun-tahun ditinggalkan pemiliknya. Seperti Okpo Land yang kini disebut-sebut sebagai tempat hiburan paling menyeramkan di Korea Selatan, ada lagi Gulliver's Kingdom di Jepang, hingga Lake Shawnee Amusement Park di Amerika Serikat.

Tak perlu jauh-jauh di luar negeri, di Indonesia pun ada beberapa tempat wisata yang dulu begitu tersohor dan ramai dikunjungi wisatawan, tetapi kini kondisinya telah berubah dan memberi kesan angker. Setelah tutup permanen dan tak lagi berfungsi, nama tempat wisata ini justru kembali populer di media sosial karena mengundang penasaran, bahkan seringkali menjadi tempat untuk uji nyali.

Ikonik, Lokasi Syuting Film Indonesia Ini Jadi Tujuan Liburan Populer

Jiwangga Resto

Jiwangga Resto yang berlokasi di Jalan Terbaik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini telah dibangun sejak tahun 2013 dan menjadi salah satu restoran mewah di Yogyakarta. Konon, biaya pembangunan restoran ini mencapai Rp15 miliar dan didesain dengan konsep Kerajaan Majapahit kuno yang dapat terlihat dari ornamen-ornamen pada keseluruhan area.

Di restoran ini dulunya menyajikan menu-menu masakan tradisional dan bangunannya sendiri memiliki empat area untuk pengunjung, seperti pendopo keraton dengan bangunan joglo kuno, taman di bawah pendopo, dan dua area untuk berfoto-foto. Kemudian, juga ada berbagai patung seprti patung Buddha, patung naga, dan semua furnitur yang digunakan pun sangat terkesan lawas.

Sayangnya, tahun 2017 restoran ini ditutup karena berbagai masalah yang dialami pemiliknya. Bertahun-tahun setelahnya, restoran tersebut tidak lagi berfungsi dan tak terawat sampai dipenuhi semak belukar dan tanaman liar. Bangunannya pun kini sudah lapuk dan banyak ornamen di dalamnya telah rusak sehingga semakin memberikan kesan angker.

Pesona Sumba, Ada Sumber Mata Air dari Mulut Gua dan Air Terjun di Tengah Sawah

Kampung Gajah Wonderland

Warga Jawa Barat tentu masih ingat betapa populernya objek wisata Kampung Gajah Wonderland yang berlokasi di Jalan Sersan Bajuri, Kawasan Cihideung, Parongpong, Bandung Barat.

Dibangun tahun 2010, Kampung Gajah Wonderland mengusung konsep wisata, rekreasi, kuliner, dan belanja. Menjadi kawasan wisata dengan konsep berbeda di Jawa Barat pada masa itu, banyak wisatawan berbondong-bondong mengunjunginya.

Di tempat wisata dengan luas lahan mencapai 60 hektare ini terdapat 30-an wahana permainan, seperti ATV, fun bike, horse riding, aktivitas outbound, segway, buggy, flying fox, swing & swing, dan sky rider. Kemudian dilengkapi pula dengan area kuliner yang menjual berbagai menu makanan Asia hingga Eropa.

Kemudian pada tahun 2017, tempat wisata ini mengalami pailit dan ditutup setahun setelahnya. PT. Cahaya Adipura Sentosa (PT. CAS) selaku pengelola akhirnya dinyatakan pailit setelah mengalami kendala operasional. Sebelumnya, diketahui harga tiket Kampung Gajah Wonderland dinilai terlalu mahal. Dengan tiket masuk Rp15-20 ribu, pengunjung harus membayar biaya tambahan per wahana mulai dari Rp15-70 ribu.

Setelah bertahun-tahun terbengkalai, tempat wisata ini tentu kondisinya sudah jauh berubah. Bangunan-bangunan di dalamnya tampak lusuh dan ditumbuhi ilalang, patung-patung dan wahana permainan pun telah lapuk dan suasana keseluruhan di dalam area ini seperti kota mati. Namun, sekitar dua tahun belakangan ini, Kampung Gajah Wonderland mulai dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan kondisinya saat ini. Selain itu, pada akhir pekan biasanya dimanfaatkan warga untuk membuka pasar kaget.

Jembatan Penyeberangan Jadi Spot Foto Hit Warga Jakarta

Taman Festival Bali

Taman Festival Bali dibangun tahun 1997 dan menjadi tempat wisata yang menyenangkan karena di sana terdapat berbagai wahana permainan. Selain itu ada juga gedung pertunjukan, teater 3D, ampiteater, kebun binatang, bahkan ada gunung buatan yang dapat meletus.

Objek wisata ini berlokasi di Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Sanur. Sayangnya, kegembiraan di Taman Festival Bali tak berumur panjang karena mengalami kebangkrutan dua tahun setelah dibuka. Padahal masih ada beberapa area yang bahkan belum selesai dibangun. Konon kebangkrutan tempat wisata ini karena krisis moneter sehingga pengelola tidak dapat meneruskan, ditambah beberapa area pernah mengalami kebakaran.

Saat ini, Taman Festival Bali malah jadi tempat populer bagi mereka yang tertarik dengan tempat-tempat yang terkesan horor. Di sana kini masih tampak reruntuhan bangunan dan puing-puing sisa kebakaran.

Pondok Indah Bedugul Bali

Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, Bali tentu punya banyak penginapan dengan berbagai konsep. Anda mungkin membayangkan vila di tepi pantai atau memiliki pemandangan sawah berundak khas Ubud.

Namun, rupanya di Bali juga ada hotel yang kondisinya sudah tak terawat hingga terkesan horor. Hotel tersebut bernama Pondok Indah Bedugul Bali dan berlokasi di daerah Tabanan. Dulunya hotel ini memiliki bangunan megah dan sampai saat ini kondisinya masih tampak kokoh, tetapi tampak gelap, kotor, dan lembap.

Hotel ini sempat terkenal pada tahun 2015 saat seorang pelancong bernama Jacob Laukaitis tak sengaja menemukan bangunan tersebut dalam penjelajahannya ke kawasan hutan, ia pun merekam dan membagikan video mengenai kondisi hotel ini di media sosialnya. Setelah video tersebut tersebar dan ditonton banyak orang, beberapa warganet yang melihatnya pun turut mengunjungi hotel ini karena penasaran.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini