Ditemukan di Daging Hingga Camilan Anak, Sebahaya Apa Bakteri Salmonela?

Ditemukan di Daging Hingga Camilan Anak, Sebahaya Apa Bakteri Salmonela?
info gambar utama

Siapa tak kenal Kinder Joy? Kudapan cokelat yang dikemas dalam cangkang telur dan berisi koleksi mainan kecil ini begitu disukai anak-anak. Camilan yang juga dikenal dengan nama Kinder Surprise ini merupakan produksi dari Ferrero, grup perusahaan makanan asal Italia.

Namun, belum lama ini berita mengenai camilan tersebut cukup meresahkan. Ferrero diketahui menarik semua produk Kinder Surprise dari sejumlah supermarket di Inggris sebagai buntut dari laporan mengenai lusinan Kinder Surprise yang diduga mengandung bakteri salmonela.

Adapun produk yang ditarik tersebut diproduksi di Belgia dan penarikannya juga dilakukan di beberapa negara termasuk Prancis, Jerman, Belanda, Irlandia, Belanda, dan Swedia.

"Kami secara sukarela menarik batch terpilih Kinder Surprise sebagai langkah pencegahan, karena kami telah mengetahui kemungkinan ada hubungan dengan sejumlah kasus salmonela yang dilaporkan," kata pemberitahuan penarikan tersebut, seperti dikutip Reuters.

“Meskipun tidak ada produk Kinder kami yang dirilis ke pasar yang terbukti positif salmonela dan kami tidak menerima keluhan konsumen, kami menganggap ini sangat serius karena layanan konsumen adalah prioritas utama kami. Kami menangani masalah keamanan pangan dengan sangat serius dan kami dengan tulus meminta maaf atas masalah ini."

Sebenarnya apa itu salmonela dan haruskah kita waspada?

Mengenal Alopecia Areata, Autoimun Penyebab Kebotakan yang Bisa Dialami Wanita

Memahami bahaya di balik bakteri salmonela

Ilustrasi | @Sellwell Shutterstock
info gambar

Mengutip laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, salmonela merupakan bakteri yang pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Amerika bernama Dr. Daniel E. Salmon pada tahun 1885. Sebagian besar salmonela dapat menyebabkan penyakit yang disebut salmonellosis.

Infeksi salmonela merupakan penyakit bakteri umum yang mempengaruhi saluran usus. Bakteri ini biasanya hidup di usus hewan dan manusia dan dikeluarkan melalui feses. Pada manusia paling sering terinfeksi melalui air atau makanan yang terkontaminasi.

Adapun infeksi salmonela biasanya disebabkan oleh makan daging mentah atau setengah matang, termasuk daging ayam, sapi, babi, kalkun, boga bahari, bahkan telur, produk turunan telur, buah-buahan, dan sayuran.

Kontaminasi kepada bahan makanan ini bisa terjadi lewat berbagai cara. Misalnya, ayam sudah terinfeksi kemudian menghasilkan telur yang sudah mengandung salmonela dan telur tersebut dimasak mentah untuk membuat mayonais. Kemudian pada daging unggas dan boga bahari, kotoran bisa saja masuk selama proses pemotongan dan tercampur dengan air yang sudah terkontaminasi.

Buah dan sayur terutama variertas impor mungkin saja terkontaminasi saat proses pencucian dengan air yang sudah mengandung salmonela. Sementara itu, kontaminasi juga bisa terjadi di dapur rumah kita, ketika jus dari daging mentah bersentuhan dengan makanan mentah lain, misalnya salad.

Risiko terkena infeksi salmonela juga bisa lebih tinggi jika Anda kebetulan bepergian ke negara-negara dengan sanitasi buruk. Ini karena makanan dapat terkontaminasi ketika sedang disiapkan oleh orang-orang yang tidak mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan toilet. Bahkan, infeksi dapat terjadi ketika Anda menyentuh sesuatu yang terkontaminasi, termasuk hewan peliharaan terutama burung dan reptil, setelah itu memasukan jari ke dalam mulut.

Setelah terinfeksi salmonela, gejala yang umum terjadi adalah mual, muntah, kram perut, diare, demam, sakit kepala, hingga feses berdarah. Gejala dapat terjadi dalam waktu 8-72 jam setelah terinfeksi. Namun, ada juga orang yang tidak memiliki gejala. Pada mereka yang mengalami gejala pun kebanyakan akan sembuh dalam dua sampai tujuh hari tanpa pengobatan khusus.

Namun, dalam beberapa kasus, diare terkait infeksi salmonella dapat terjadi lebih parah sampai menyebabkan dehidrasi dan butuh perawatan segera. Jika menyebar ke luar usus, bahkan bisa menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Sebagai langkah antisipasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi salmonela dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, memastikan untuk memasak makanan sampai matang dan segera mendinginkan atau membekukan makanan yang akan disimpan.

Pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan bersih untuk mencegah perpindahan bakteri ke mulut ataupun makanan yang sedang disiapkan. Cucilah tangan setelah menggunakan toilet, mengganti popok, menyentuh daging mentah, dan membersihkan kotoran hewan peliharaan.

Untuk mencegah kontaminasi silang, sebaiknya simpan daging mentah, unggas, dan makanan laut jauh dari makanan lain di kulkas. Jika memang memungkinkan, pisahkan talenan untuk daging mentah dan sayur atau buah. Selain itu jangan pernah menaruh makanan yang sudah di masak di atas piring yang belum dicuci dan sebelumnya dipakai menyimpan daging mentah.

Tak hanya itu, sebaiknya hindari mengonsumsi telur mentah. Jika menggunakan telur mentah untuk membuat kue, es krim, dan hidangan lain, sebaiknya pilih telur yang telah dipasteurisasi.

Mewaspadai TBC Laten, Ketika Seseorang Terinfeksi Tuberkulosis Tanpa Gejala

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini