Ragam Permainan Tradisional Jawa Barat untuk Kegiatan Ngabuburit

Ragam Permainan Tradisional Jawa Barat untuk Kegiatan Ngabuburit
info gambar utama

Selama bulan suci Ramadan, ngabuburit menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu pada sore hari. Momen menjelang buka puasa ini biasa dilakukan dengan berbagai cara, seperti jalan-jalan, membeli makanan untuk berbuka puasa, atau bermain sampai waktu jadi tak terasa dan azan magrib pun tiba.

Bagi yang senang bermain, mungkin saat ini memang sudah banyak pilihan permainan modern dan dapat diakses lewat gawai. Namun, tidak ada salahnya bernostalgia dengan permainan tradisional yang mungkin sebagian orang pernah memainkannya saat kecil dulu. Bahkan, jika belum pernah pun, ini bisa jadi ide kegiatan ngabuburit yang menyenangkan dilakukan bersama teman-teman atau keluarga.

Dari sekian banyak permainan tradisional khas daerah, kali ini kita akan mengetahui beragam permainan yang populer di Jawa Barat. Kebanyakan permainannya cukup mudah dilakukan mengingat ini termasuk kaulinan barudak atau permainan anak-anak. Pun tak memerlukan peralatan khusus, hanya dibutuhkan semangat dan kegembiraan dalam bermain.

Berikut lima permainan tradisional Jawa Barat yang seru dimainkan untuk ngabuburit:

Keseruan Nglarak Blarak, Permainan Tradisional yang Mendunia

Ucing sumput

Dalam bahasa Sunda, ucing sumput artinya kucing yang bersembunyi. Permainan ini serupa dengan petak umpet. Pemain biasanya terdiri dari dua orang atau lebih, semakin banyak tentu semakin seru.

Anak-anak biasanya akan melakukan gambreng atau hompimpa untuk menentukan siapa yang akan jadi kucing atau orang yang akan berjaga dengan menutup mata sambil menghadap tembok atau pohon.

Kucing akan berhitung sesuai kesepakatan, misalnya hitungan 10. Maka selama kucing berhitung, pemain yang lain dapat bersembunyi. Usai berhitung, kucing akan mencari pemain lain dan orang yang pertama ditemukan akan menjadi kucing selanjutnya.

Serunya, ketika kucing tengah mencari teman-temannya, pemain juga bisa mengendap-ngendap menuju titik tempat kucing berjaga di awal tadi. Jika berhasil menyentuh titik jaga tanpa ketahuan, maka pemain yang sebelumnya telah ditemukan kembali dibebaskan dan si kucing pun mengulang permainan dari awal.

Filosofi Hidup dari Permainan Tradisional Congklak

Cingciripit

Pada permainan cingciripit, pemain bisa berkumpul dan membentuk posisi lingkaran. Salah seorang pemain meletakkan telapak tangan dalam posisi terbuka ke tengah lingkaran. Kemudian pemain lain menaruh jari telunjuk di atas telapak tangan pemain tadi sambil bernyanyi lagu cingciripit.

Cing ciripit

tulang bajing kacapit

Kacapit ku bulu pare

Bulu pare sesekeutna

Jol pa dalang mawa wayang

Jrek-jrek nong

Jrek-jrek nong

Sebelum lagu selesai, pemain yang menaruh jari telunjuk harus segera mencabut jarinya karena jari yang tertanggap oleh pemilik telapak tangan akan kalah. Biasanya pemain yang kalah akan menjadi kucing dalam permainan ucing sumput.

Perahu Jong, Permainan Tradisional Unik Masyarakat Melayu

Perepet jengkol

Perepet jengkol dapat dimainkan sekitar 3-4 orang. Caranya para pemain berdiri membentuk lingkaran tetapi posisinya saling membelakangi. Semua pemain berpegangan tangan untuk saling mengikat, sementara itu salah satu kaki dari tiap pemain diangkat ke belakang dan dikaitkan satu sama lain.

Jika posisi sudah benar, tangan setiap pemain dilepaskan sehingga hanya bagian kaki saja yang terikat. Setelah itu, pemain bisa melompat-lompat dengan satu kaki dan terus berputar sambil bernyanyi dan bertepuk tangan.

Perepet jengkol

Jajahean

Kadempet kohkol

Jejeretan

Selama berputar, gerakan semakin cepat dan nyanyiannya terus diulang lebih cepat. Satu per satu pemain akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Oray-orayan

Untuk bermain oray-orayan, pemain bisa berdiri dan membentuk barisan memanjang layaknya orang atau ular. Orang yang berada di depan diartikan sebagai kepala dan bagian tengah serta belakang berarti tubuh dan ekor. Semua pemain kemudian berjalan beriringan dengan kedua tangan bertumpu pada pundak pemain di depannya. Sambil berjalan, pemain pun bernyanyi.

Oray-orayan

Luar-leor ka sawah

Entong ka sawah

Paréna keur sedeung beukah

Oray-orayan

Luar-leor mapay kebon

Entong ka kebon

Di kebon loba nu ngangon

Mending ka leuwi

Di leuwi loba nu mandi

Saha anu mandi

Anu mandi na pandeuri

Setelah nyanyian berakhir, orang yang berperan sebagai kepala akan berusaha menangkap ekornya. Sementara itu si ekor pun mengatur strategi agar tidak tertangkap sehingga tubuh ular akan meliuk-liuk karena kepala dan ekor saling mengejar, sedangkan bagian tubuh ular harus bertahan dan jangan sampai terputus.

Egrang, Permainan yang Sekaligus Olahraga Tradisional Indonesia

Beklen

Beklen | Wikimedia Commons
info gambar

Permainan beklen atau bekel ini memerlukan bola bekel dan kuwuk, serupa keong laut kecil, dan dimainkan di lantai yang rata. Pemainnya bisa terdiri dari dua ornag atau lebih. Cara bermain beklen ialah pemain melempar bola sampai melambung kemudian menyebarkan 10 kuwuk di lantai saat bola masih di udara. Setelah bola memantul ke lantai dan kuwuk telah menyebar, bola bekel harus segera ditangkap dengan satu tangan.

Pemain bisa mengambil kuwuk satu, dua, tiga, sampai sepuluh secara bertahap sambil melemparkan bola. Jika sudah lasut atau kalah, bisa bergantian dengan pemain lain. Pemain disebut kalah jika bermain menggunakan dua tangan, menggeser kuwuk lain yang tidak diambil, posisi kuwuk menghadap ke atas semua atau ke bawah semua.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini