Dukung Carbon Neutral 2060, PLN dan Grab Kembangkan Infrastruktur Kendaraan Listrik

Dukung Carbon Neutral 2060, PLN dan Grab Kembangkan Infrastruktur Kendaraan Listrik
info gambar utama

Tidak hanya diupayakan oleh pemerintah semata, usaha untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik dengan membangun dan mengembangkan infrastrukturnya juga dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan swasta hingga dukungan dari pihak di luar negeri.

Sebelumnya salah satu perusahaan transportasi online atau ride-hailing asli Indonesia yakni Gojek, bekerja sama dengan perusahaan asal Taiwan yaitu Gogoro, untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik berupa kendaraan dengan teknologi battery swap yang bisa digunakan oleh para mitra driver.

Kali ini giliran perusahaan transportasi serupa lainnya yakni Grab, yang digaet oleh pemerintah melalui PLN, untuk mengembangkan ekosistem yang sama. Secara spesifik, pengembangan ekosistem yang dimaksud adalah dengan membangun sebanyak enam kabinet stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), di beberapa titik Ibu Kota.

Libatkan IBC Hingga Foxconn, Ekosistem EV Indonesia Diguyur Investasi Rp114 Triliun

Dukung target NDC tahun 2060

Kolaborasi yang terjalin antara PLN dan Grab kali ini disebut sebagai aksi nyata dalam mempercepat ekosistem dan integrasi layanan kendaraan listrik di Indonesia. Disahkan secara simbolis lewat gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pada hari Rabu (6/4/2022), PLN dan Grab menyediakan SPBKLU sebanyak enam kabinet di empat lokasi Jakarta.

Kabinet yang dimaksud akan tersebar melalui dua kabinet yang berada di PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya di Gambir, dua di PLN Bulungan, serta masing-masing satu di PLN Cempaka Putih dan PLN Kramat Jati.

Menurut pihak PLN, kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung pencapaian target carbon neutral pada tahun 2060 mendatang, yang didahului dengan mengurangi target emisi gas rumah kaca sesuai Nationally Determined Contribution (NDC), yakni sebesar 29 persen tanpa syarat (dengan usaha sendiri) dan 41 persen bersyarat (dengan dukungan internasional yang memadai) pada tahun 2030.

“Kolaborasi ini merupakan aksi nyata untuk mendukung peta jalan kendaraan listrik yang telah diluncurkan oleh pemerintah," tutur General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan.

Menurutnya, penambahan dan perluasan pengoperasian SPBKLU harus dilakukan agar pengendara kendaraan listrik tidak perlu khawatir baterai kendaraannya kehabisan energi listrik, ketika melakukan perjalanan jauh.

Agats, Kota di Papua yang Jadikan Motor Listrik Sebagai Kendaraan Utama

Apa perbedaan SPKLU dan SPBKLU?

SPKLU
info gambar

Bukan kali pertama mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik secara bersama, sebelumnya Grab dan PLN sendiri diketahui sudah berkolaborasi untuk penempatan tujuh kabinet SPBKLU pada masing-masing tujuh lokasi di Bali.

Sementara itu sejauh ini, PLN UID Jakarta Raya sendiri telah mendirikan sebanyak 26 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 18 lokasi, dan menargetkan pengoperasian tujuh SPKLU lagi. Sedangkan untuk SPBKLU, PLN sudah memiliki 6 unit yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Mungkin masih menjadi pertanyaan bagi sebagian orang awam, apa perbedaan antara SPKLU dan SPBKLU?

Sesuai namanya, SPKLU diperuntukkan bagi kendaraan listrik yang memang butuh melakukan pengisian daya listrik secara normal. Lain hal dengan SPBKLU, yang konsepnya lebih kepada mengganti komponen baterai yang habis pada kendaraan, dengan baterai baru yang disediakan pada setiap stasiun SPBKLU.

Perbedaan paling kentara dapat dilihat dari segi efisiensi waktu. Di mana apabila mengisi baterai kendaraan listrik di SPKLU, pengguna kendaraan membutuhkan waktu selama 30-90 menit. Sementara untuk penukaran baterai, waktunya jelas jauh lebih singkat yakni hanya sekitar 3-5 menit.

Meski berbeda, namun keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam ekosistem kendaraan listrik yang sedang dikembangkan di Indonesia.

"Kami sudah membangun SPKLU dan SPBKLU yang ingin memfasilitasi pengisian listrik di luar rumah. Meski memang 85 persen pengisian di rumah. Di sini memang perlu kita mendukung infrastruktur pengisian charging maupun penukaran baterai seperti hari ini, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat menggunakan kendaraan listrik," jelas Doddy.

Kendaraan Listrik Sebagai Transportasi Ramah Lingkungan di Masa Depan

Kontribusi perusahaan transportasi online berbasis kendaraan listrik

PLN dan Grab
info gambar

Sementara itu di lain sisi, Grab sendiri memang dikenal sebagai perusahaan transportasi online yang lebih dulu pertama kali menyediakan armada listrik pada tahun 2019, waktu itu kendaraan yang digunakan adalah Hyundai Ionic Electric untuk armada taksi berbasis aplikasi.

Namun seiring mulai masuknya rekan sesama perusahaan ride hailing yakni Gojek ke ekosistem kendaraan listrik, Grab menyebut bahwa kini armada listrik yang mereka miliki didominasi oleh kendaraan roda dua.

Menurut Iki Sari Dewi selaku Direktur PT Sepeda Untuk Indonesia yang menjadi bagian dari Grab Indonesia, kerja sama antar pemerintah dan swasta merupakan salah satu kunci dalam percepatan alih teknologi menuju ekosistem kendaraan berbasis listrik di Indonesia. Dalam jangka panjang, kerja sama dan alih teknologi itu akan memberikan dampak positif.

“Kami menargetkan menghadirkan total 14.000 armada kendaraan listrik di akhir tahun ini untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik Tanah Air,” ujar Dewi.

Kehadiran armada listrik yang diinisiasi Grab nyatanya juga membuka peluang baru bagi mitra pengemudi lewat skema rental, di mana Grab membeli motor listrik dari produsen kemudian menyewakannya kepada driver per hari. Dengan demikian, mitra pengemudi dapat lebih berhemat karena pemeliharaan motor ditanggung oleh perusahaan.

Yang tak boleh terlewat, penggunaan armada kendaraan listrik juga memberikan dampak positif yang sangat berarti bagi lingkungan. Hingga kini tercatat jika Grab telah mengoperasikan sebanyak lebih dari 8.500 kendaraan listik. Dengan jumlah itu, pengurangan emisi CO2 diproyeksikan dapat mencapai 4.600 ton, atau setara dengan menanam sebanyak 260.000 pohon.

Indonesia 2050: Kendaraan Listrik, dan Ambisi Besar Nol Emisi Karbon

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini