Hijaukan Bursa, GoTo Isi Jajaran IPO Terbesar Dunia di Tahun 2022

Hijaukan Bursa, GoTo Isi Jajaran IPO Terbesar Dunia di Tahun 2022
info gambar utama

Resmi melantai di bursa saham setelah melalui serangkaian tahap pra-IPO, mulai dari masa penawaran awal hingga distribusi saham ke investor umum, akhirnya per hari ini, Senin (11/4/2022), GoTo dengan kode nama emiten yang sama (GOTO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika mengikuti agenda awal yang telah ditetapkan, sebenarnya masa pencatatan resmi di BEI dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 4 April lalu. Namun mengutip keterangan resmi perusahaan, karena tingginya antusiasme yang didapat dari masyarakat, akhirnya masa penawaran awal diperpanjang hingga pencatatan saham pun ikut mundur selama satu minggu lamanya.

Resmi terpampang dan nampak ‘menghijaukan’ papan utama BEI, rupanya ada sederet fakta menarik dari tahap IPO yang dilakukan oleh entitas perusahaan induk dari Gojek dan Tokopedia tersebut.

Apa saja deretan fakta yang dimaksud? Berikut detailnya.

GoTo Resmi IPO di BEI, Restu Listing di Bursa Asing Juga Sudah Dikantongi

Saham IPO berkurang

Meski masa penawaran diperpanjang, rupanya jumlah lembar saham yang dilepas ke publik mengalami pengurangan dari jumlah yang sebelumnya ditetapkan pada rencana awal. Berdasarkan prospektus yang dipublikasi pada tanggal 15 Maret lalu, awalnya GoTo berencana untuk melepas sebanyak-banyaknya 52 miliar lembar saham.

Jumlah lembar saham tersebut akan dilepas dengan rentang harga Rp316-Rp346 per lembarnya. Sehingga estimasi dana maksimal yang akan dihimpun dari publik diperkirakan mencapai angka Rp17,99 triliun.

Namun rupanya, saat pencatatan terungkap jika jumlah saham yang ditawarkan berkurang menjadi 46,7 miliar lembar saham. Kemudian, ditetapkan juga jika harga jual per lembarnya berada di angka Rp338. Dengan perhitungan tersebut, maka terungkap jika realisasi dana yang berhasil dihimpun GoTo berada di kisaran Rp15,8 triliun atau nyaris setara 1,1 miliar dolar AS.

Menurut Silva Halim, Managing Director Capital Market PT Mandiri Sekuritas selaku pihak penjamin pelaksana emisi efek GoTo, pengurangan tersebut menimbang permintaan yang dinilai cukup bagi kapitalisasi pasar.

"Sebagaimana waktu diungkapkan di prospektus akhir, kami menerima permintaan yang cukup sehingga kami bisa menetapkan harga tersebut, harga penawaran pada paruh atas Rp338 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp400 triliun," ujar Silva dalam konferensi pers.

Menilik Potensi Startup Indonesia yang IPO Setelah Bukalapak

IPO terbesar di Asia dan Dunia

IPO Goto
info gambar

Meski jumlah lembar saham yang dilepas ke publik berkurang, rupanya hal tersebut tidak menepis pencapaian besar yang diraih oleh GoTo, dalam menjadi perusahaan dengan catatan IPO terbesar di tahun ini.

Mengutip keterangan Bloomberg yang dimuat ulang dalam rilis resmi perusahaan, terungkap jika berdasarkan dana yang dihimpun, IPO GoTo merupakan IPO terbesar ketiga di Asia dan kelima di dunia untuk tahun 2022.

Di Indonesia sendiri IPO GoTo memang menjadi IPO terbesar ketiga, mengikuti jejak IPO sesama perusahaan startup yang telah lebih dulu melantai di bursa yakni Bukalapak, dan IPO PT Dayamitra Telekomunikasi atau yang lebih dikenal dengan nama Mitratel.

Lain itu, IPO GoTo juga tercatat telah menarik partisipasi sekitar 300.000 investor dalam proses penawaran umum saham, di mana angka tersebut merupakan rekor partisipasi tertinggi investor pada proses IPO dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Hingga siang hari tadi, tercatat jika nilai saham GoTo naik sebesar 15 persen menjadi Rp388 pada istirahat tengah hari. Kemudian pada sore hari, harga saham GoTo di hari pertama mereka ditutup dengan portofolio hijau pada harga Rp382.

Sementara itu berdasarkan performa yang dimiliki di hari pertamanya, GoTo langsung menempati peringkat perusahaan paling berharga yang terdaftar di BEI bersama dengan PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (TLKM).

Menanti Penuh Harap, Menelusuri Kembali Perjalanan Gojek dan Tokopedia Menuju IPO

Ribuan lembar saham untuk mitra

Ilustrasi mitra GoTo
info gambar

Lebih dari 10 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi kedua perusahaan pondasi GoTo yakni Gojek dan Tokopedia, untuk bisa sampai ke titik saat ini. Misalnya saja Gojek, yang dirintis oleh Nadiem Makarim sebagai Menteri Kemendikbud-Ristek yang juga hadir saat seremoni pencatatan saham perdana di BEI.

Perusahaan memiliki rekam jejak panjang dalam keberadaannya merintis sebuah startup ride-hailing terbesar di Indonesia bahkan dunia bersama para mitra driver. Karena itu tak heran jika saat IPO, perusahaan turut memberikan apresiasi berupa pembagian ribuan lembar saham kepada mitra driver yang telah bergabung dengan mereka sejak awal.

GoTo telah mengalokasikan dana hingga Rp310 miliar khusus untuk para mitra pengemudi di ekosistem GoTo. Di Indonesia, dana tersebut dialokasikan untuk Program Saham Gotong Royong, di mana perusahaan memberikan saham secara cuma-cuma kepada seluruh mitra pengemudi setia yang telah memenuhi syarat tertentu.

Lebih detail, untuk mitra pengemudi yang telah terdaftar sebagai mitra sejak tahun 2010 hingga 2016 akan berkesempatan menerima sebanyak 4.000 lembar saham perdana GoTo. Sedangkan mitra pengemudi yang terdaftar sejak 2017 hingga Februari 2022 berkesempatan menerima sebanyak 1.000 lembar saham.

Saham tersebut akan diterima oleh mitra pengemudi setelah berakhirnya delapan bulan periode lock-up dihitung sejak pernyataan pendaftaran IPO GoTo telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan OJK Nomor 22/POJK.04/2021.

Sementara itu GoTo sendiri telah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada tanggal 30 Maret 2022 lalu, yang berarti lembar saham akan didapat para mitra di kisaran bulan November mendatang. Lain itu untuk mitra pengemudi Gojek di negara lain seperti Singapura dan Vietnam, mereka juga akan menerima apresiasi hanya saja dalam bentuk tunai.

“Pihak yang paling berhak menerima apresiasi untuk pencapaian hari ini adalah mereka yang sudah bekerja keras untuk tumbuh bersama GoTo. Keberhasilan kami adalah berkat para mitra pengemudi, pedagang, konsumen, dan karyawan kami. Karena itulah, kami berupaya keras memastikan mereka mendapat manfaat dari IPO perusahaan melalui Program Saham Gotong Royong,” ujar CEO Group GoTo, Andre Soelistyo.

Valuasi GoTo Masuk Daftar Terbesar Global

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini