Jadi Tempat Ibadah Sekaligus Wisata Religi, Ini 5 Masjid Terapung di Indonesia

Jadi Tempat Ibadah Sekaligus Wisata Religi, Ini 5 Masjid Terapung di Indonesia
info gambar utama

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Menurut data Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk muslim di Indonesia sebanyak 237,53 juta jiwa per 31 Desember 2021 atau setara dengan 86,9 persen.

Dengan penduduk muslim sebanyak itu, wajar pula bila di Tanah Air ditemukan begitu banyak masjid. Dalam data yang diinput melalui aplikasi SIMAS, tercatat ada sebanyak 511.899 rumah ibadah umat muslim yang terdiri dari 242.823 masjid dan 269.076 musala.

Meski fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, masjid-masjid tersebut juga menjadi objek wisata religi. Ada bangunan masjid bersejarah yang sudah berusia ratusan tahun, ada pula masjid yang dibangun dengan arsitektur unik, bahkan di Indonesia juga ada beberapa masjid terapung yang dibangun di atas perairan atau laut.

Karena keunikannya, wajar jika kemudian masjid tersebut jadi membuat orang penasaran untuk mengunjunginya sambil berwisata. Berikut deretan masjid terapung nan unik yang ada di berbagai daerah di Indonesia:

Beberapa Fakta Mengagumkan dari Eksistensi Masjid di Indonesia

Masjid Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin merupakan masjid terapung yang lokasinya ada di kawasan wisata Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Tempat ibadah ini juga dikenal dengan nama Masjid 99 Al Makazzary yang merupakan perpaduan pada jumlah Asmaul Husna dan nama imam besar Masjidil Haram, Syekh Yusuf.

Masjid yang dibangun tahun 2009-2012 ini berdiri di atas tumpukan beton yang menjorok ke arah laut dan bangunannya serupa rumah adat Sulawesi Selatan. Dengan konsep modern kontemporer minimalis dan Islami, bangunan masjid ini memang tampak begitu menawan dengan kombinasi warna putih, abu-abu, dan ornamen berwarna biru.

Dengan luas 1.648 meter, masjid ini dibangun dengan tiga lantai. Lantai dasar untuk jemaah laki-laki, lantai dua untuk perempuan, dan lantai paling atas untuk mereka yang melakukan salat sunah sendirian. Adapun secara keseluruhan masjid ini bisa menampung hingga 400-500 jemaah.

Meski dibuat terapung di atas air, masjid ini tampak kokoh karena dibangun dengan 164 tiang pancang di bawahnya. Pengunjung juga bisa melihat dua buah kubah bercorak mozaik berwarna gradasi biru-putih. Ketika memasuki sore hari menjelang magrib, pengunjung bahkan bisa menikmati pemandangan matahari terbenam dari teras masjid.

Buya Hamka, Jalan Dakwah dan Perjuangan Melalui Masjid Agung Al Azhar

Masjid Al-Munawwar

Masjid Al-Munawwar merupakan masjid terapung yang menjadi ikon Ternate. Masjid Al-Munawwar yang berarti “bercahaya” atau “bersinar” ini dibangun di pesisir Pantai Ternate pada tahun 2003. Bangunannya memiliki luas sekitar 9.512 meter persegi mampu menampung hingga 15 ribu jemaah.

Pada sudut-sudut masjid, kita bisa melihat empat buah menara setinggi 44 meter yang dua di antaranya dibangun dari dasar laut. Masjid ini memiliki kubah berwarna kuning dan hijau, serta bangunannya bernuansa putih, kuning, dan hijau.

Keunikan lain dari masjid ini adalah penggunaan keramik dan lampu yang berasal dari Turki. Di dalam bangunan dua tingkat ini juga terdapat 12 pilar yang merujuk pada tanggal lahir Nabi Muhammad SAW.

Selain itu ada pula empat pilar utama yang berukuran besar dan menjadi simbol dari empat sahabat dari Rasul dan melambangkan empat kesultanan yang ada di Maluku utara, yaitu Kesultanan Jailolo, Kesultanan Bacan, Kesultanan Ternate, dan Kesultanan Tidore. Pilar-pilar berukuran besar tersebut juga melambangkan kebesaran Allah SWT.

Usai beribadah, pengunjungjuga bisa meminta izin pada pengurus masjid untuk naik ke menara dan melihat pemandangan sekitar dari ketinggian. Selain itu, dari teras masjid pun pengunjung bisa langsung menikmati pemandangan laut yang berwarna biru jernih dan sesekali akan tampak ikan-ikan sedang berenang.

Dijuluki Pulau Seribu Masjid, Ini Deretan Masjid Megah dan Bersejarah di Lombok

Masjid Amahami

Masjid Amahami berada di Jalan Sultan Muhamad Salahuddin, Belo, Bima, Nusa Tenggara Barat. Masjid ini memiliki desain bangunan yang unik dan bermakna bagi masyarakat Bima.

Mengutip laman Arsitag.com, Masjid Amahami merupakan sebuah karya arsitektur eksplorasi, elaborasi, lokalitas, tropikalitas, dan nilai nilai agama. Masyarakat Bima dikenal dengan filosofi kepemimpinan Nggusu Waru dan Uma Lengge. Kedua unsur tersebut kemudian diwujudkan dalam rancangan dasar masjid terapung yang dipadukan dengan desain bintang Al-Quds yang terkenal dalam ajaran Islam.

Kemudian pada kisi-kisi masjid ditambahkan ornamen bunga satako khas Bima yang artinya bunga setangkai. Filosofi dari bunga satako sendiri adalah seseorang harus bisa menebar kebaikan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya layaknya bunga yang menebarkan aroma harum ke sekelilingnya.

Melihat Perkembangan Pembangunan Masjid Futuristik Karya Ridwan Kamil di Gaza

Masjid Al-Aminah

Masjid terapung yang satu ini berada di Pantai Sari Ringgung, Desa Sidodadi, Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Masjid ini bisa menampung sampai 200 jamaah dan pada bagian sampingnya terdapat selasar untuk beristirahat.

Uniknya, bangunan masjid ini tidak berada di tepi pantai tetapi sekitar 300 meter dari bibir pantai Sari Ringgung. Masjidnya pun benar-benar mengambang di atas laut karena dibangun menggunakan sistem keramba di antara bagan atau tempat menangkap ikan yang terapung di atas laut milik nelayan setempat yang memang bertebaran di lepas pantai.

Pada awalnya, masjid ini memang dibangun oleh nelayan setempat untuk salat berjamaah. Namun, karena Pantai Sari Ringgung dibuka menjadi objek wisata, keberadaan masjid terapung ini kian mencuri perhatian.

Masjid yang diresmikan tahun 2015 ini mengapung di tengah laut di kawasan Teluk Lampung dan dibangun tanpa tiang pancang yang menancap ke dasar laut untuk menopang sehingga ketika ada angin atau ombak, masjid dapat bergoyang mengikuti gelombang dan bergerak secara dinamis.

Bahkan jika mengalami kerusakan pada bagian dasarnya, masjid ini bisa ditarik ke tepi pantai dengan perahu motor untuk diperbaiki. Kemudian, karena letaknya di tengah laut, orang yang ingin beribadah dan mengunjungi masjid ini bisa menumpang perahu motor dari pantai Sari Ringgung dan menempuh perjalanan sekitar tiga menit.

Masjid Angke, Simbol Kebhinekaan yang Telah Bertahan Lebih dari Dua Abad

Masjid Oesman Al Khair

Masjid Oesman Al Khair adalah masjid terapung dengan bangunan megah di Kota Karang, Kelurahan Sutra, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Desain bangunannya terinspirasi dari arsitektur masjid di Arab Saudi dan dipadukan dengan gaya masjid khas Maroko.

Di dinding masjid ini juga terdapat kaligrafi didesain langsung oleh Imam Masjid Agung Yogyakarta. Dengan luas 50x50 meter persegi, kapasitas masjid ini bisa menampung 3 ribu sampai 5 ribu jemaah. Masjid ini juga memiliki sembilan kubah dan empat menara di sekelilingnya. Karena dibangun di atas laut, pembangunan masjid ini dibuat dengan tiang pancang 23 meter.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini