Desa Sawai, Perkampungan Tertua dan Bersahaja di Maluku Tengah

Desa Sawai, Perkampungan Tertua dan Bersahaja di Maluku Tengah
info gambar utama

Desa Sawai konon merupakan desa tertua di seluruh daratan Maluku. Desa ini berada di Teluk Sawai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Dengan luas sekitar 15 hektare, Desa Sawai diperkirakan telah ada sebelum kedatangan bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda ke Nusantara.

Meski tidak ada literatur resmi mengenai asal-muasal terbentuknya, berdasarkan cerita turun-temurun keberadaan desa ini diyakini berasal dari kedatangan pedagang Arab yang datang ke Pulau Seram dan membangun desa tersebut. Pedagang Arab tersebut juga datang untuk memonopoli rempah-rempah dan memengaruhi sebagian budaya di Desa Sawai seperti musik gambus, pakaian gamis, dan arsitektur bangunan.

Desa Sawai merupakan bagian dari Taman Nasional Manusela bersama dusun lain yakni Opin, Rumaolat, Olong, dan Besi. Berada di dekat teluk membuat perairan di desa ini sungguh tenang dan jernih.

Mengunjungi Desa Sawai bisa jadi pilihan ketika berlibur ke Maluku Tengah. Di sana, wisatawan dapat menikmati panorama alam, melihat aktivitas warga desa, hingga mengunjungi pantai dengan pemandangan seperti di Maladewa.

Bukan di Lombok, Objek Wisata Pantai Gili Juga Ada di Pulau Jawa

Surga tersembunyi di Maluku

Berwisata ke Desa Sawai, pengunjung akan puas untuk menikmati berbagai pesona yang ditawarkan perkampungan ini. Semua tampak bersahaja, tak ada hotel atau resor megah, tak ada pula restoran atau klub tepi pantai yang mewah di desa ini. Wisatawan bisa meresapi kesederhanaan di desa ini dan fokus pada objek wisata yang serba alami juga mempelajari kehidupan warga di desa ini.

Pengunjung tentunya akan langsung tertarik untuk berenang melihat ikan-ikan di perairan yang kedalamannya sebatas pinggang orang dewasa tersebut. Di sekeliling desa juga terdapat pulau-pulau kecil yang menambah keindahan.

Selain berenang, pengunjung juga bisa berkeliling teluk dengan menggunakan perahu dayung. Bisa pula menyambangi Bukit Bendera dan dari atas sana bisa melihat keindahan Laut Seram. Di tengah desa juga ada aliran sungai yang disebut sungai keramik. Sungai yang dibangun dengan bahan keramik pada bagian dinding dan dasarnya ini disebut-sebut sebagai miniatur Venezia yang ada di Italia.

Untuk menjelajah daratan Desa Sawai, pengunjung bisa ke alun-alun tengah desa dan melihat masjid besar yang menjadi pusat ibadah. Keberadaan masjid ini menunjukan bahwa mayoritas penduduk di Desa Sawai beragama Islam dan berkaitan dengan cerita mengenai nenek moyang mereka yang berasal dari Arab.

Menjadi tujuan wisata bahari, Desa Sawai telah memiliki beberapa fasilitas pendukung untuk wisatawan yang berkunjung, mulai dari kamar mandi, penyewaan alat selam, penginapan, dan pemandu wisata.

Perlu diketahui bahwa mayoritas penduduk Sawai adalah nelayan. Uniknya, para nelayan tidak selalu menangkap ikan dengan cara memancing. Mereka punya sebuah tradisi bernama kalawai, yaitu menangkap ikan pada malam hari dan menggunakan tombak. Selain mencari ikan, penduduk desa juga banyak yang bekerja sebagai pembuat sagu dan berkebun buah-buahan serta palawija.

Jika ingin melihat dan berinteraksi dengan masyarakat, Anda bisa pergi ke dermaga utama di desa. Biasanya para nelayan akan berlabuh di dermaga untuk menurunkan hasil tangkapan. Dermaga juga jadi tempat anak-anak bermain dan mereka biasanya melakukan aksi melompat ke dalam air.

Untuk menjelajah keindahan Desa Sawai, perjalannya terbilang panjang jika Anda datang dari luar Maluku. Pertama-tama, pengunjung dari luar daerah bisa melakukan penerbangan terlebih dahulu ke Bandara Pattimura, Ambon. Setelah itu melanjutkan perjalanan darat sekitar satu jam sampai Pelabuhan Tulehu untuk menyeberang ke Pelabuhan Amahai.

Waktu penyeberangan sampai di Amahai sekitar lima jam. Setelah itu, perjalanan masih dilanjutkan dengan jalur darat sekitar tiga jam sampai Horale, daratan di Desa Sawai, dan terakhir Anda masih harus naik perahu nelayan sampai ke dermaga desa.

Meski perjalanannya akan menguras waktu dan tenaga, apa yang Anda lihat di Desa Sawai tentunya tak akan mengecewakan. Apalagi, tak jauh dari Desa Sawai, ada Pantai Ora yang terkenal karena keindahannya disebut-sebut tak kalah indah dibandingkan Maladewa dan Bora-Bora.

Pantai Ora berada di Pulau Seram, di ujung barat Teluk Sawai di Desa Saleman dan Desa Sawai. Pantai Ora memiliki satu-satunya resor terkenal sebagai pilihan penginapan di sana, tetapi pengunjung juga bisa datang dari daerah sekitar seperti Desa Sawai.

Pantai Ora dikenal dengan pasir putihnya yang lembut, air laut berwarna biru jernih, dan pantainya menjorok ke lautan dangkal yang berisi terumbu karang dan ikan-ikan yang bisa tampak jelas dari permukaan. Namun, tentunya pengalaman menyelam di pantai ini tak akan terlupakan.

Pesona Sumba, Ada Sumber Mata Air dari Mulut Gua dan Air Terjun di Tengah Sawah

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini