Mengenal Sosok Seniman Kaligrafi Indonesia yang Diakui Dunia

Mengenal Sosok Seniman Kaligrafi Indonesia yang Diakui Dunia
info gambar utama

Kaligrafi telah menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari identitas Agama Islam, dalam sejarah penyebarannya ke berbagai penjuru dunia.

Meski jika didefinisikan secara umum, kaligrafi tidak selalu berhubungan dengan tulisan Arab, melainkan sebuah seni menulis indah dengan pena dan alat sejenisnya, namun hingga saat ini kebanyakan orang akan langsung teringat akan rangkaian tulisan Arab jika mendengar istilah kaligrafi.

Dikenal juga dengan istiliah seni khat--yang berarti tulisan tangan yang indah, bidang seni satu ini juga memiliki julukan tersendiri untuk orang-orang yang menguasai seni penulisan kaligrafi, yaitu kaligrafer atau khattat.

Indonesia, lagi-lagi sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragam Islam terbanyak di dunia, rupanya juga diuntungkan dengan menjadi rumah atau asal dari sejumlah seniman kaligrafi ternama, yang kemampuannya sudah diakui dunia. Salah satu seniman kaligrafi yang dimaksud yakni Muhammad Faiz Abdul Razzaq.

Ratusan Seniman Kaligrafi Indonesia Bumikan Seni Kaligrafi dengan Cara Ini

Anak kaligrafer termasyhur K.H. Abdul Razzaq Al-Muhilli

Faiz
info gambar

Faiz Abdul Razzaq adalah seorang kaligrafer kelahiran tahun 1938 asal Tangerang, Banten. Dikenal sebagai tokoh besar seni kaligrafi di Indonesia, dirinya merupakan anak dari seorang kaligrafer yang juga tersohor di masa lampau, yakni K.H. Abdul Razzaq Al-Muhilli (alm).

Kepiawaiannya dalam menulis kaligrafi juga diturunkan dari sang ayah yang sudah mengajarkan seni tulisan Arab sejak kecil. Pada usia 15 tahun, dirinya disebut sudah membantu sang ayah menulis kitab-kitab berbahasa Arab dengan tulisan Arab Melayu, Sunda, juga Madura, menggunakan Arag Pegon.

Yang menarik, saat kecil ia tidak terlalu diutamakan untuk mempelajari tulisan atau bahasa latin, melainkan hanya diajarkan huruf Hijaiyah.

Selain belajar dari ayahnya, Faiz Abdul Razzaq juga disebut belajar dari Amidu Al-Khattain Sayyid Ibrahimi, yang merupakan guru besar kaligrafi dari Mesir. Menariknya, ia belajar pada sosok tersebut melalui media surat-menyurat.

Pangsa Pasar Kerajinan Kaligrafi Ini adalah Timur Tengah

Perjalanan menjadi seorang kaligrafer

Faiz
info gambar

Dengan didikan ilmu Agama yang keras dari sang ayah, Faiz diketahi telah menempuh pendidikan dengan menjadi seorang santri di Pesantren Gontor. Setelah lulus, dirinya mulai mengajar bahasa Arab, Khat, dan Tarikh di berbagai instansi agama mulai dari MAN Bangil, Pesantren milik Wahid Hasyim (Mantan Menteri Agama RI), dan masih banyak lagi.

Pada tahun 1979, dirinya mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di King Abdul Aziz University, Jeddah dan mengambil Fakultas Tarbiyah. Ia juga meraih juara II Khat Tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi pada tahun yang sama.

Sambil belajar di negara tersebut, Faiz rupanya sekaligus bekerja sebagai khattat/desainer di Al-Farouqi Advertising Jeddah, Al Itimad Print Press Jeddah, dan Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi di Jeddah. Ia bahkan mengasah kemampuan khat atau kaligrafi dari guru-guru besar kaligrafi yang berasal dari Turki, Iran, dan Mesir.

Selepas pulang kembali ke Indoenesia, Faiz kemudian diminta oleh ayahnya untuk mengerjakan proyek Mushaf Masjid Istiqlal. Waktu itu pada tahun 1991, sang ayah disebut sudah berusia tua dan sakit-sakitan.

Meski sempat menolak, namun permintaan tersebut akhirnya ia lakukan dengan dibantu oleh 5 orang kaligrafer lain. Proyek Mushaf Istiqlal akhirnya rampung, dan tak disangka keindahannya diakui dan dipandang sebagai Mushaf terbaik di dunia.

Dua Mahasiswa Harumkan Indonesia di Ajang Kaligrafi Tingkat ASEAN

Karya yang diakui dunia

Mengutip berbagai sumber, bahkan saking populernya Mushaf Masjid Istiqlal yang dihasilkan Faiz, keindahannya sampai ke telinga Presiden Amerika Serikat ke-42 yakni Bill Clinton, yang membuat orang nomor satu di AS tersebut berhasrat untuk menyaksikan keindahan Mushaf Istiqlal secara langsung.

Akhirnya pada tahun 1995, Bill Clinton datang ke ke Indonesia untuk menyaksikan secara langsung Mushaf yang dimaksud, dan bertemu dengan Muhammad Faiz dengan didampingi Tarmizi Taher selaku Menteri Agama RI kala itu.

Setelahnya, Faiz terus menerima berbagai proyek Mushaf di sejumlah Masjid yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya Masjid At-Taqwa Seririt Bali Utara, Masjid Agung Bengkulu, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Masjid Baiturrahman PKT Bontang Kalimantan Timur, Masjid Agung Tuban, Masjid Agung Bangkalan Madura, Masjid Agung Nurul Falah Kalimantan Timur, dan Masjid Islamic Center Samarinda Kalimantan Timur.

Mengutip GTV News, sebenarnya pada tahun 1970-an disebut jika Faiz pernah dipercaya untuk menjadi salah satu orang yang menulis kaligrafi pada Kiswah Ka'bah di Makkah yang biasa diganti tiap tahun, tepatnya setiap tanggal 9 Zulhijah.

Lain itu Faiz juga menjadi satu-satunya penulis kaligrafi dari Indonesia yang diundang oleh Kerajaan Arab Saudi, untuk menerima penghargaan bersama para seniman kaligrafi ternama di seluruh dunia.

Hingga saat ini, sosok berusia 84 tahun yang diketahui menetap di Pasuruan tersebut masih menerima permintaan menulis kaligrafi untuk sejumlah Masjid di seluruh Indonesia.

Diam-Diam Kaligrafer ini Juara Asia Tenggara Hingga Jadi Guru Kaligrafi Internasional

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini