Pilihan Destinasi Wisata Rohani di Indonesia untuk Liburan Paskah

Pilihan Destinasi Wisata Rohani di Indonesia untuk Liburan Paskah
info gambar utama

Minggu kedua di bulan April tahun 2022 ini menjadi momen penuh makna bagi umat Kristiani. Pasalnya pada tanggal 15 April ini mereka akan merayakan Jumat Agung yang diikuti oleh Hari Paskah pada 17 April. Hari Paskah senantiasa diperingati setiap tahun sebagai hari kebangkitan Yesus dari kematian.

Adapun perayaan dan kebaktian menjadi sarana bagi umat untuk menyampaikan pesan bahwa di balik penderitaan, ada kemenangan. Serta menjadi pengharapan bahwa di balik kematian, ada kebangkitan yang mengikuti.

Untuk mengisi waktu libur paskah, tak ada salahnya untuk mengunjungi berbagai tempat wisata rohani untuk memperdalam pengetahuan soal agama. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, sebab di Indonesia pun ada beberapa destinasi wisata rohani yang dapat dikunjungi.

Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni | Wikimedia Commons
info gambar

Graha Maria Annai Velangkanni merupakan gereja Katolik di Medan yang dipersembahkan untuk Bunda Velangkanni atau Santa Maria Bunda Penyembuh yang Baik dan dikenal karena dengan arsitektur unik.

Arsitekturnya merupakan perpaduan gaya India-Mughal dan memiliki gaya bangunan serupa kuil. Dari kejauhan, bangunannya mirip Candi Buddha bergaya Tibet karena ada karakter India dan China pada desain arsitekturnya. Dengan kombinasi warna cokelat, abu-abu, dan merah serta keberadaan pagoda piramida membuat gereja ini serupa dengan biara di India. Kemudian, dengan model anak tangga berkelok-kelok juga memberikan nuansa seperti di Kota Terlarang di Beijing.

Di gereja ini terdapat patung-patung orang dari berbagai ras dan budaya Indonesia yang melambangkan kesatuan diantara umat Allah. Ada juga tujuh menara bertingkat yang menjadi simbol surga. Selain itu, terdapat tiga kubah di atas bangunan yang sesuai dengan gaya arsitektur Mughal dan mengikuti kubah gaya masjid. Tiga kubah tersebut Trinitas dalam Kekristenan yaitu Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Pemandangan ikonik lain di gereja ini tentunya patung Bunda Maria Velangkanni yang berada di lantai tiga. Selain itu, di depan serambi pusat aula komunitas, ada air mancur yang merupakan replika dari sumur Yakub, di mana adegan injil Yesus bertemu dengan wanita Samaria yang datang untuk mengambil air digambarkan.

5 Gereja dengan Kapasitas Jemaat Terbanyak di Indonesia

Monumen Yesus Memberkati

Monumen Yesus Memberkati terletak di Jalan Ring Road Trans Sulawesi, Manado, tepatnya berada di di dalam perumahan mewah Citraland. Patung setinggi 50 meter ini dibuat dari 25 ton serat logam dan 35 ton baja. Monumen yang kerap disandingkan dengan Patung Cristo Redentor, Patung Yesus yang berada di Rio de Janeiro, Brasil, ini telah menjadi ikon di Manado dan Sulawesi Utara sejak tahun 2010.

Keunikan Patung Yesus ini dibangun dengan kemiringan 35 derajat sehingga terkesan seperti melayang di udata. Patung dibuat menghadap ke utara dengan kedua tangan terangkat dan menghadap ke bawah seolah sedang memberkati masyarakat Manado dan sekitarnya.

Di sekitar Patung Yesus juga terdapat beberapa patung kecil yang digambarkan sebagai malaikat penjaga. Monumen Yesus Memberkati juga terdiri dari tiga elemen yaitu Patung Yesus Memberkati, Jalan Salib, dan Plaza Getsemani. Tempat ini tak hanya menawarkan seni dan keindahan, tapi juga menjadi tujuan wisata religi.

Pengunjung juga bisa melihat keberadaan Jalan Salib dengan gambaran masa-masa terakhir penderitaan Yesus. Akses menuju patung juga dilengkapi dengan replika Jalan Salib, di sana terdapat 14 tempat pemberhentian lengkap dengan plakat kisah Yesus menempuh perjalanan sulit dan menderita sambil memanggul salib. 14 tempat pemberhentian juga bisa dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak dan mengamati kisah sengsara Yesus.

Dinamika Penyebaran Agama Kristen dan Munculnya Gereja-Gereja di Jawa

Gua Maria Sendangsono

Gua Maria Sendangsono | Wikimedia Commons
info gambar

Bagi yang sudah merencanakan perjalanan liburan ke Yogyakarta, tak ada salahnya untuk mengunjungi Gua Maria Sendangsono di Desa Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo. Gua yang dikelola Paroki St. Maria Lourdes ini menjadi salah satu tempat ziarah yang luas dan terdiri dari kapel-kapel kecil, lokasi Jalan Salib, Gua Maria, sungai, pendopo, dan tempat yang menjual perlengkapan ibadah.

Gua Maria Sendangsono memiliki banyak pepohonan sehingga udaranya sangat sejuk dan pengunjung bisa nyaman berziarah di sana. Anda bisa melihat kapel utama dan mengenang peristiwa pembaptisan. Di sana juga ada relief yang menggambarkan prosesi pembaptisan. Kemudian ada Kapel bunda Maria dan Kapel Para Rasul untuk mengingat bagaimana perjuangan Bunda Maria dan 12 rasul pertama Kristus.

Tak lupa mengikuti Jalan Salib untuk untuk mengenang kesengsaraan Kristus memanggul kayu salib. Di setiap pemberhentian, Anda bisa menyalakan lilin, berdoa, serta mengingat peristiwa penting dalam perjalanan Kristus menuju Bukit Golgota. Misalnya seperti saat Kristus jatuh dua kali saat memanggul kayu salib, juga ketika Veronica mengusap wajah Kristus dengan sapu tangannya, hingga menjelang kematian Kristus.

Banyak pengunjung juga berdoa di depan Gua Maria untuk mendapatkan ketenangan batin. Mereka bersimpuh dan menyalakan lilin seraya berdoa. Juga bisa menuliskan permohonan di selembar kertas kemudian dimasukan ke dalam pot tempat pembakaran surat. Sebelum pulang, pengunjung biasanya mengambil air sandang di keran-keran yang terdapat si sisi kanan sungai. Air tersebut dipercaya akan membawa keberkahan.

Gereja Katedral Jakarta, Gereja Pertama di Indonesia yang Memakai Panel Energi Surya

Prasasti Salib Besar Papua Barat

Pulau Mansinam merupakan titik awal masuknya agama Kristen ke Tanah Papua dan kini menjadi pulau pariwisata religi bagi umat Nasrani khususnya Kristen Protestan. Pada 5 Februari 1855, dua orang pendeta muda Jerman, yaitu Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottloba Geissler datang ke Papua dan mengenalkan Injil kepada masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan untuk kedua pendeta tersebut, dibangun prasasti berbentuk salib. Pada bagian bawah prasasti tersebut terdapat tulisan “Soli deo Gloria De Eerste Zendelingen van Nederlandsch Nieuw Guinee CW Ottow En JG Geissler Zyn Hier Geland op 5-2-1855”. Kurang lebih artinya adalah “Usaha penyebaran Agama Kristen pertama kali oleh CW Ottow dan JG Geissler pada 5 Februari tahun 1955”.

Prasasti Salib tersebut memiliki tinggi sekitar 6 meter dan di bagian belakangnya memiliki relief yang menceritakan soal kedatangan dua pendeta tersebut. Sekitar 50 meter dri prasasti, ada pula Gereja Pengharapan (Krek der Hopen) yang merupakan gereja pertama di Papua. Selain itu, ada Patung Yesus Kristus dengan tinggi 30 meter yang disangga empat pilar berbentuk tifa dengan patung malaikat di setiap sisinya.

Deretan Gereja Tertua di Indonesia yang Bisa Dikunjungi untuk Wisata Religi


Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini