Selain Kibarkan Merah Putih di Mandalika, Pebalap Ini Juga Sosok Penghafal Al-Qur’an

Selain Kibarkan Merah Putih di Mandalika, Pebalap Ini Juga Sosok Penghafal Al-Qur’an
info gambar utama

Masih ingat dengan Reykat Yusuf Fadillah? Pebalap muda tanah air yang pada rangkaian kompetisi MotoGP Mandalika di bulan Maret lalu, berhasil mengibarkan bendera merah putih di podium berkat pencapaiannya.

Lebih detail, Reykat adalah satu dari empat pebalap yang berlaga di ajang Idemitsu Asia Talent Cup, dan berhasil finis di posisi ke-3 pada sesi Race 1 yang berlangsung pada hari Sabtu (19/3/2022) di Sirkuit Mandalika.

Pebalap muda berusia 14 tahun yang diketahui berasal dari Depok itu, berhasil mencatatkan perestasi setelah dirinya bersaing secara sengit dalam beradu kecepatan di barisan depan bersama Carter Thompson dan Shinya Ezawa.

Berbuah manis, akhirnya Reykat berhasil membuat merah putih berkibar di podium, bersama dengan pebalap asal Malaysia dan Jepang.

Hasil Balap dan Ragam Cerita Besar di Balik MotoGP Mandalika

Prestasi penghafal Al-Qur’an

Belakangan ada satu hal menarik yang disorot dari sosok Reykat. Tidak hanya piawai menguasai kuda besi di lintasan sirkuit, dirinya baru-baru ini disorot setelah terungkap memiliki prestasi sebagai seorang penghafal Al-Qur’an, atau disebut juga Hafiz Qur’an.

Meski mahir mengendarai motor balap dan sudah mencicipi berbagai ajang balap di tingkat internasional, hal tersebut tidak serta merta membuat Reykat lupa diri akan kewajibannya untuk beribadah.

Di luar sirkuit, Reykat hanya murid sekolah biasa yang sama seperti anak-anak di usianya. Minat dalam menghafal Al-Qur'an disebut sudah muncul ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, ia ingin menghafal Al-Qur'an karena ingin memakaikan mahkota di hari akhir kepada kedua orang tua, berdasarkan ajaran kepercayaan yang ia anut.

Menurut pengakuan Reykat, ayat Al-Qur'an yang paling ia sukai adalah surat Al-Baqarah ayat 106-112, karena menyampaikan pentingnya salat 5 waktu dalam kehidupan sehari-hari.

"Biar bisa ngasih mahkota ke kedua orang tua kita, dan bisa mendapatkan pahala yang besar" ujar Reykat, mengutip Buletin iNews.

Mengenal Sosok Seniman Kaligrafi Indonesia yang Diakui Dunia

Al-Qur’an yang utama

Bukan hanya karena kemauan sendiri, kemampuan Reykat dalam menghafal Al-Qur'an rupanya juga terbangun dari didikan sang orang tua yang selalu mendorongnya untuk mengutamakan kepentingan guna bekal di akhirat, ketimbang kehidupan duniawi.

Hal tersebut diakui oleh sang ayah yakni Erwiansyah, yang sejak awal selalu menekankan jika kebiasaan mengaji Al-Qur'an tetap harus menjadi prioritas utama, sementara hobi balap yang saat ini menjadi prestasi tak kalah membanggakan baru di nomor dua.

"Semenjak dia suka dengan hobi motor saya selalu tekankan, kalau memang mau hobi di motor tapi tetap ngajinya nomor satu." terang Erwiansyah.

Sementara itu bicara mengenai menghafal Al-Quran, kemampuan Reykat diakui cukup baik oleh salah satu tenaga pengajar di sekolahnya.

Berbagai pihak baik orang tua maupun orang yang mendidik Reykat mengaku berharap, jika pebalap muda tersebut tidak akan pernah melupakan kewajiban sebagai seorang muslim meski sudah menjadi pebalap berprestasi baik untuk saat ini, atau ketika namanya kian membesar di waktu yang akan datang kelak.

Reykat sendiri merupakan salah satu pebalap binaan Honda yang bisa berlaga di ajang IATC 2022 setelah lebih dulu turun sebagai wildcard pada IATC 2021. Sebelumnya ia mengikuti berbagai laga balap nasional dan telah meraih puluhan piala, dua kejuaraan yang ia ikuti di antaranya adalah One Prix pada tahun 2019 dan 2021.

Waktu usianya masih 13 tahun, kepiawaiannya dalam ajang balap membuat Rekyat sudah mendapat predikat Best Student AHRS 2019 di peringkat kedua.

Anak Bangsa asal Gowa Raih Juara Kompetisi Al-Quran di Australia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini